Informasi NRG Untuk Guru Madrasah

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, merelease informasi tentang Nomor registrasi Guru (NRG) bagi guru lulus sertifikasi guru di Kementerian Agama. Informasinya di pasang di web punya Kementerian Agama, sepertinya sih sudah lama, namun bagi yang belum lihat bisa dibaca untuk sekedar pengetahun. Informasi dalam bentuk PDF ini, berisi tentang regulasi, peraturan seputar sertifikasi dan prosedur proses pembuatan NRG serta permasalahannya.

Untuuk lebih lengkapnya bisa di cekidot di SINI

Categories: Sertifikasi Guru | Tags: , | Tinggalkan komentar

Pagu DIPA BOS Kena Blokir, Madrasah Kencangkan Ikat Pinggang

Ada hal yang baru dalam DIPA Tahun Anggaran 2012, bagi satuan kerja Madrasah Ibtidaiyah (MI) , Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan mungkin satuan kerja lain di Kementerian Agama, entah di kementerian lain, banyak pagu (alokasi dana DIPA) yang kena bintang (*) alias di blokir. Serunya, anggaran atau Pagu yang di blokir justru dana-dana operasional kegiatan madrasah, seperti Dana BOS dan Belanja barang Operasional kegiatan pendidikan dan pengajaran. Praktis hanya pagu belanja pegawai dan kegiatan perkantoran yang tidak diblokir antara lain belanja pemeliharaan, langganan daya dan jasa, honor terkait satuan kerja dan perjalanan dinas. Nggak kebayang juga kalo belanja pegawai yang kena blokir, hahahaha.

Maksud, tujuan dan waktu pemblokiran beberapa pagu itu tidak jelas bagi satker, namun di DIPA tertulis “menunggu persetujuan DPR”, Hehmmm .. kalo sudah penjelasan blokirnya seperti itu jadi malas membahasnya. Ranah politik, paling nggak enak dibahas, kita (rakyat) kadang tak tahu mana yang benar dan mana yang salah, semua hanya ‘kepentingan’. Keinginan mereka (DPR & Penguasa) kadang tak pernah sama dengan yang diinginkan oleh rakyat, atau mungkin dibuat beda, apalagi menjelang 2014 situasi politik semakin hangat.

Ketika konsultasi dengan KPPN setempat, yang namanya di blokir nggak bisa direncanakan. Karena kalo sudah di blokir, bisa jadi akan di blokir selamanya, dan waktu penghapusan blokirnya pun nggak jelas, bisa berbulan-bulan. Hehmm .. Bisa bikin galau nih madrasah, .. hahaha.

Namun, menurut petinggi perencanaan kanwil kemenag, surat permohonan pembukaan blokirnya sudah di sampaikan kepada yang pihak berwenang (entah siapa yang berwenang membuka blokir). Apakah kepada yang terhormat di Senayan itu ya ? ih .. apa mereka sempat memikirkannya ya..

Mudah-mudahan, semua bisa berjalan lancar … Aminn

Categories: Perbendaharaan | Tags: , , | 5 Komentar

One Stop Shoping (Kisah Perjalanan 3)

Berkunjung ke Jakarta tak lengkap jika diakhiri dengan shoping di pusat-pusat perbelanjaan yang sudah terkenal di antero nusantara bahkan di Asia tenggara. Yang terkenal dari sekian banyak pusat perbelanjaan adalah Tanah Abang dan Mangga Dua. Dua tempat ini menjual segala bentuk tekstil secara grosiran. Harap di ingat, di tempat ini bisaanya menjual barang  minimal antara 3 dan 6 buah, baik berdasarkan seri (nomor) maupun model/warna. Bisaanya juga dijual untuk eceran, hanya untuk sisa-sisa barang yang sudah terjual. Di kawasan Tanah Abang ada tiga blok, untuk barang yang dijual secara eceran ada di blok B, selain nya hanya untuk di jual secara gorsiran. Untuk mempermudah penjualan, bisaanya mereka memberi tanda untuk bisa di jual grosir atau eceran.

Jika anda riskan membawa uang tunai, bisa juga dengan menggunakan kartu debit BCA. Sayangnya, hanya jenis kartu debit ini yang bisa digunakan, dibeberapa tempat juga tersedia dari Mandiri. Sedang kartu kredit hampir pasti tidak bisa digunakan.

Jika anda membawa rombongan, sebaiknya jangan terpisah-pisah. Apalagi jika hanya ‘one stop shoping’ artinya hanya belanja dan terus melanjutkan perjalanan. Di Tanah Abang, tidak disediakan parkir untuk bus, jika harus parkir maka harus membayar dengan preman setempat (preman di Tanah Abang terkenal  punya persatuan yang kuat). Pengalaman rombongan kami, harus terpisah dan tersesat maka harus tanggung sendiri pulang ke penginapan naik taxi.

Sedang di Mangga Dua, yang agak longgar adalah di ITC Mangga Dua, selain tersedia parkir bus, juga yang dijual lebih banyak secara eceran, bahkan ada yang dijual secara obral. Tas wanita dan sepatu mendominasi penjualan obral.

Bagaimana dengan harga ? Jika anda untuk menjual lagi, tentu harga murah dan mungkin keuntungan yang berlipat ganda. Namun jika ingin menggunakan sendiri, sebenarnya harga hampir sama dengan harga di daerah. Bisa juga dengan rombongan membeli secara grosir terus dibagi-dibagi dengan teman satu rombongan. Untuk hal ini sebaiknya anda membeli gorsir berdasarkan warna, dengan jika berdasarkan series anda harus punya kelompok dengan ukuran 27, 28, 29, 20, 31 (untuk celana).

Ya .. Jakarta, menyediakan secara apik yang ingin berbelanja dan prilaku konsumtif.

Categories: Wisata | Tags: , , | 1 Komentar

Monumen Pancasila Sakti dan Pengkhiatan PKI (Kisah Perjalanan 2)

Ketika mengunjungi  Jakarta (6-8 Januari 2012), saya agak kaget ketika rombongan diajak untuk mengunjungi Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Pondok Gede. Sewaktu kecil saya sudah pernah diajak kesana, sekarang datang lagi tentu dengan tampilan yang berbeda, terutama dengan keberadaan Museum Pengkhianatan Komunis (PKI). Berkunjung ke tempat ini selalu saja, menggugah perasaan dengan tampilan gambar, patung maupun sisa-sisa kekerasan terhadap para jendral yang menjadi korban.

Apa sih Monumen Pancasila Sakti ? Sebuah monumen untuk memperingati peristiwa Gerakan 30 September atau yang sering disingkat G 30 S PKI, G-30S/PKI, Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh), Gestok (Gerakan Satu Oktober) adalah sebuah peristiwa yang terjadi selewat malam tanggal 30 September sampai di awal 1 Oktober 1965 di mana enam perwira tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usaha percobaan kudeta yang kemudian dituduhkan kepada anggota Partai Komunis Indonesia.

PKI merupakan partai komunis yang terbesar di seluruh dunia, di luar Tiongkok dan Uni Soviet. Anggotanya berjumlah sekitar 3,5 juta, ditambah 3 juta dari pergerakan pemudanya. PKI juga mengontrol pergerakan serikat buruh yang mempunyai 3,5 juta anggota dan pergerakan petani Barisan Tani Indonesia yang mempunyai 9 juta anggota. Termasuk pergerakan wanita (Gerwani), organisasi penulis dan artis dan pergerakan sarjananya, PKI mempunyai lebih dari 20 juta anggota dan pendukung.

PKI menyambut “Demokrasi Terpimpin” Sukarno dengan hangat dan anggapan bahwa dia mempunyai mandat untuk persekutuan Konsepsi yaitu antara Nasionalis, Agama dan Komunis yang dinamakan NASAKOM, Pada kunjungan Menlu Subandrio ke Tiongkok, Perdana Menteri Zhou Enlai menjanjikan 100.000 pucuk senjata jenis chung, penawaran ini gratis tanpa syarat dan kemudian dilaporkan ke Bung Karno tetapi belum juga menetapkan waktunya sampai meletusnya G30S. Pada awal tahun 1965 Bung Karno atas saran dari PKI akibat dari tawaran perdana mentri RRC, mempunyai ide tentang Angkatan Kelima yang berdiri sendiri terlepas dari ABRI. Tetapi petinggi Angkatan Darat tidak setuju dan hal ini lebih menimbulkan nuansa curiga-mencurigai antara militer dan PKI.

Keributan antara PKI dan Islam (tidak hanya NU, tapi juga dengan Persis dan Muhammadiyah) itu pada dasarnya terjadi di hampir semua tempat di Indonesia, di Jawa Barat, Jawa Timur, dan di propinsi-propinsi lain juga terjadi hal demikian,

Negara Federasi Malaysia yang baru terbentuk pada tanggal 16 September 1963 adalah salah satu faktor penting dalam insiden ini Konfrontasi Indonesia-Malaysia merupakan salah satu penyebab kedekatan Presiden Soekarno dengan PKI, menjelaskan motivasi para tentara yang menggabungkan diri dalam gerakan G30S/Gestok (Gerakan Satu Oktober), dan juga pada akhirnya menyebabkan PKI melakukan penculikan petinggi Angkatan Darat.

Perintah Soekarno kepada Angkatan Darat untuk meng”ganyang Malaysia” ditanggapi dengan dingin oleh para jenderal pada saat itu. Di satu pihak Letjen Ahmad Yani tidak ingin melawan Malaysia yang dibantu oleh Inggris dengan anggapan bahwa tentara Indonesia pada saat itu tidak memadai untuk peperangan dengan skala tersebut, sedangkan di pihak lain Kepala Staf TNI Angkatan Darat A.H. Nasution setuju dengan usulan Soekarno karena ia mengkhawatirkan isu Malaysia ini akan ditunggangi oleh PKI untuk memperkuat posisinya di percaturan politik di Indonesia.

Posisi Angkatan Darat pada saat itu serba salah karena di satu pihak mereka tidak yakin mereka dapat mengalahkan Inggris, dan di lain pihak mereka akan menghadapi Soekarno yang mengamuk jika mereka tidak berperang. Akhirnya para pemimpin Angkatan Darat memilih untuk berperang setengah hati di Kalimantan. Tak heran, Brigadir Jenderal Suparjo, komandan pasukan di Kalimantan Barat, mengeluh, konfrontasi tak dilakukan sepenuh hati dan ia merasa operasinya disabotase dari belakang. Hal ini juga dapat dilihat dari kegagalan operasi gerilya di Malaysia, padahal tentara Indonesia sebenarnya sangat mahir dalam peperangan gerilya.

Dari pihak Angkatan Darat, perpecahan internal yang terjadi mulai mencuat ketika banyak tentara yang kebanyakan dari Divisi Diponegoro yang kesal serta kecewa kepada sikap petinggi Angkatan Darat yang takut kepada Malaysia, berperang hanya dengan setengah hati, dan berkhianat terhadap misi yang diberikan Soekarno. Mereka memutuskan untuk berhubungan dengan orang-orang dari PKI untuk membersihkan tubuh Angkatan Darat dari para jenderal ini.

Ekonomi masyarakat Indonesia pada waktu itu yang sangat rendah mengakibatkan dukungan rakyat kepada Soekarno (dan PKI) meluntur. Mereka tidak sepenuhnya menyetujui kebijakan “ganyang Malaysia” yang dianggap akan semakin memperparah keadaan Indonesia.

Faktor ekonomi ini menjadi salah satu sebab kemarahan rakyat atas pembunuhan keenam jenderal tersebut, yang berakibat adanya backlash terhadap PKI dan pembantaian orang-orang yang dituduh anggota PKI di Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali serta tempat-tempat lainnya.

Pada 1 Oktober 1965 dini hari, enam jenderal senior dan beberapa orang lainnya dibunuh dalam upaya kudeta yang disalahkan kepada para pengawal istana (Cakrabirawa) yang dianggap loyal kepada PKI dan pada saat itu dipimpin oleh Letkol. Untung. Panglima Komando Strategi Angkatan Darat saat itu, Mayjen Soeharto kemudian mengadakan penumpasan terhadap gerakan tersebut.

Keenam pejabat tinggi yang dibunuh tersebut adalah:

  • Letjen TNI Ahmad Yani (Menteri/Panglima Angkatan Darat/Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi)
  • Mayjen TNI Raden Suprapto (Deputi II Menteri/Panglima AD bidang Administrasi)
  • Mayjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono (Deputi III Menteri/Panglima AD bidang Perencanaan dan Pembinaan)
  • Mayjen TNI Siswondo Parman (Asisten I Menteri/Panglima AD bidang Intelijen)
  • Brigjen TNI Donald Isaac Panjaitan (Asisten IV Menteri/Panglima AD bidang Logistik)
  • Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo (Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal Angkatan Darat)

Jenderal TNI Abdul Harris Nasution yang menjadi sasaran utama, selamat dari upaya pembunuhan tersebut. Sebaliknya, putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudan beliau, Lettu CZI Pierre Andreas Tendean tewas dalam usaha pembunuhan tersebut.

Selain itu beberapa orang lainnya juga turut menjadi korban:

  • Bripka Karel Satsuit Tubun (Pengawal kediaman resmi Wakil Perdana Menteri II dr.J. Leimena)
  • Kolonel Katamso Darmokusumo (Komandan Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta)
  • Letkol Sugiyono Mangunwiyoto (Kepala Staf Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta)

Sesudah kejadian tersebut, 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September. Hari berikutnya, 1 Oktober, ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Pada masa pemerintahan Soeharto, biasanya sebuah film mengenai kejadian tersebut juga ditayangkan di seluruh stasiun televisi di Indonesia setiap tahun pada tanggal 30 September. Selain itu pada masa Soeharto biasanya dilakukan upacara bendera di Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya dan dilanjutkan dengan tabur bunga di makam para pahlawan revolusi di TMP Kalibata. Namun sejak era Reformasi bergulir, film itu sudah tidak ditayangkan lagi dan hanya tradisi tabur bunga yang dilanjutkan.

Sumber : http://id.wikipedia.org

Categories: IPS Terpadu, Pembelajaran IPS, Sejarah, Wisata | Tags: , , | Tinggalkan komentar

Bandung, Never End .. (Kisah Perjalanan 1)

Foto Pribadi (2012)

Bandung, masih menyediakan eksotiknya daerah dataran tinggi dengan jejeran pegunungan. Rasanya tak cukup dengan kata-kata untuk mengungkapkannya. Ranah sejarah dan budaya, turut menambah senangnya berkunjung di wilayah yang dulu salah satu basis perjuangan di masa kemerdekaan. Sayangnya, saya selalu tak cukup waktu, untuk menulusuri lekuk daerah yang di kenal juga dengan Pasundan. Selain hanya ikut rombongan, jadi tak leluasa mengikuti kata hati mencari pengalaman dengan melihat tapak jejak alam, sejarah dan budayanya. Entahlah, mungkin suatu saat, kita tuntaskan dahaga menikmati kemolekan Bandung dan Jawa Barat.

Majunya perkembangan kota, sebagai kota satelit dari Metropolitan Jakarta, wuih .. semakin menyegarkan mata, salah satunya adalah Trans Studio Bandung, wahana segala macam hiburan dengan basic acara TV yang dibuat indor, siap jadi ikon baru kota Bandung. Sayangnya, wahana ini peruntukannya untuk golongan menengah ke atas. Biaya masuk Rp. 200.000,- (saat liburan) bagi saya sempat mikir dulu untuk bayar tiket masuk.

Namun ada hal yang selalu jadi pertanyaan jika mencari dan berburu souvenir, yaitu mencari yang paling murah. Sepertinya tak pernah ketemu, dimana sebenarnya mencari tas, sepatu, baju yang murah meriah. Mungkin anda ada yang tahu ?? Hehehe

Tunggu ya, cerita selanjutnya

 

Categories: Wisata | Tags: , | Tinggalkan komentar

Liburan Telah Tiba ! Selamat Tahun Baru 2012

Liburan telah tiba !, dengan kebijakan sendiri secara kabupaten dan (entah) secara propinsi liburan dimulai sejak tanggal 1 Januari 2012.  Sedang turun ke sekolah kembali tanggal 9 Januari 2012. Tugas sebagai guru pada semester pertama tahun ajaran 2011-2012 telah selesai pada tanggal 31 Desember 2011. Sedang pekerjaan sampingan, sebagai pengelola keuangan ditutup dengan rekon SIMAK BMN ke KPKNL pada tanggal 4-5 Januari 2011. Dipertengahan Januari 2012, siap-siap untuk pengajuan uang muka kerja untuk uang persediaan.

Bagaimana dengan liburan nya ? Hehmm.. rencanya sih mau ke Bandung dan Jakarta. Insya Allah, berangkat tanggal 4 Januari 2011. Mengunjungi daerah lain merupakan pengalaman yang mengasyikan, refreshing secara fisik dan rohani. Walau saya tak tahu pasti tempat mana akan dikunjungi di Bandung dan Jakarta, terbayang suasana dingin dan pegunungan di daerah Jawa Barat menjadi sajian dalam liburan kali ini. Secara pengalaman, ini kali ketiga saya mengunjungi daerah Pasundan. Setiap kali melakukan perjalanan, saya berusaha untuk memberi dan mencari kesan, terlebih untuk menambah wawasan pengetahuan dan membawa oleh-oleh bagi peserta didik berupa cerita pengalaman plus Jepretan kamera, oleh-oleh ‘media pembelajaran’ berupa gambar.

Sedang Jakarta, biasanya dimulai dengan ziarah ke makam Habib Husein Al Idrus di Luar Batang (daerah Tanjung Priok). Kami warga Kalimantan Selatan (orang Banjar) biasanya jika berkunjung ke Ibukota selalu disempatkan berziarah ke tempat ini. Entah siapa yang mulai, namun menurut cerita, hal ini biasanya dilakukan oleh ulama kharismatik Kalimantan Selatan (Alm) KH. Zaini Ghani (Guru Sekumpul). Selanjutnya, biasaa lah .. shoping J, walau sebenarnya pengen sekali ke dua tempat di Jakarta, yaitu Musem Gajah dan Museum Fatahillah. Beberapa sumber sejarah otentik, yang menjadi bukti perkembangan sejarah Indonesia ada di sana, seperti prasasti, arca, dan patung-patung. Kalo di foto, asyik tuh dibawa ke dalam kelas. Mudah-mudahan bisa sempat berkunjung ke sana.

Oke, bagi yang sudah liburan, selamat bekerja kembali besok, Semoga di tahun yang baru ini, kita selalu mendapat rahmat dan hidayah dari Allah SWT. Aminn

Categories: Wisata | 2 Komentar

KKM dan Ujian Nasional 2012

Foto Pribadi

Akhir semester biasanya ditandai dengan proses penilaian untuk mengisi raport peserta didik. Semester pertama tahun ajaran 2011-2012 terasa agak beda dengan semester sebelumnya. Yang baru adalah peenetuan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang tahun ini kayaknya agak tinggi dibnding tahun-tahun sebelumnya. Entah kenapa, beberapa hari yang lalu di ibukota kabupaten semua kepala sekolah dan madrasah dikumpulkan untuk sosialisasi Ujian Nasional 2012. Menurut pesan yang dibawa oleh Kepala Madrasah, bahwa nilai raport per semester termasuk yang menentukan kelulusan. Saya tidak mendalami maksud dari nilai raport per semester menentukan kelulusan. Selain mata pelajaran yang saya ajarkan tidak termasuk yang di UN-kan dan juga saya bukan guru kelas IX yang bisaanya menilai UAS mata pelajaran IPS. Terlebih saya termasuk penentang UN dan praktek kotor nya.

Pesan lainnya, bahwa peserta didik bisa lulus UN dengan nilai 4 (empat) jika nilai di raport minimal 7. Jika ada praktek kotor lagi dengan soal yang ‘bocor’, sebenarnya tak jadi masalah. Mau nilai raport berapa saja tentu akan lulus juga. Sepertinya untuk mengantisipasi nilai UN rendah, akibat bocoran soal tidak ada lagi, maka salah satu jalannya adalah dengan mendongkrak nilai rapaort. Caranya tidak lain dan tidak bukan adalah meningkatkan KKM. Sekolah/madrasah dengan input peserta didik yang rendah, sarana sekolah yang tidak memadai, daerah pinggiran/pedesaan/terpencil, guru-guru mata pelajaran yang dianggap sulit seperti Matematika, bahasa Inggris tentu akan teriak. Gakkkkkk Bisa, atau pakai kalimatnya Sule,.. oooooo tidak bisaa.. :)

Di sekolah/madrasah yang maju, tentu tak masalah tinggal genjot peserta didik untuk masuk kelas tambahan atau di ajak ke bimbingan belajar baik yang dikelola oleh gurunya sendiri atau masuk bimbingan belajar di luar sekolah. Yang  di pedesaan tinggal pasrah. Dalam sebuah rapat di madrasah, saya menantang guru matematika bisa nggak menjamin siswa paling tidak bisa menjawab soal  sebanyak 20 soal saja, dengan asumsi siswa dapat nilai 5. Dari tiga orang guru matematika, tidak ada yang berani satu pun. Maksud saya, jika siswa bisa menjawab separo soal UN dan dapat nilai 5, maka KKM tak harus 7, tapi karena tidak ada menjamin dan diperkirakan dengan hal itu banyak yang tidak lulus. Tak ada jalan lain selain meningkatkan KKM.

Usaha maksimal guru, saya kira jadi solusi. Guru harus bersusah payah menuntaskan ketuntasan belajar, genjot siswa bisa menguasai materi secara maksimal. Sebab pada nilai harian, tugas dan UTS lah nilai itu bisa di rubah-rubah dengan program remedial. Kalau sudah Ujian Semester nggak ada lagi dong remedial. Namun, ada juga guru yang cerita, “sudah saya remedial pak, saya beri materi tambahan, saya ulang sekali lagi, tetap pak, nggak nyambung, malah ada nilainya yang tambah jatuh”.. dengar cerita beginian saya malah tertawa. Habis ya, gimana lagi. Atau kalo ketemu yang beginian, di bina di sekolah favorit dan berlabel internasional, bisa ngurus nggak ya ..

Jika tak punya cara lagi, dan anda (guru) tak tega meninggal kelas peserta didik,.. solusi terakhir adalah system nilai konversi. Suatu system menaikkan nilai yang adil, karena semua siswa mendapat kenaikan nilai atau konversi. Untuk hal ini, bisa lihat postingan saya di sini

Semoga bermanfaat dan menurut anda ?

Categories: Pendidikan, Penilaian, Ujian Nasional | Tags: , | 5 Komentar

Gerhana

Sumber : http://id.wikipedia.org

Malam ini (Sabtu, 10/12) diperkirakan akan terjadi gerhana bulan total dan hampir terlihat jelas di seluruh wilayah nusantara, dengan syarat tidak terjadi hujan atau tertutup awan. Apa sih gerhana ? Gerhana salah satu gejala alam sebagai fenomena astronomi (ilmu tentang angkasa luar). Terjadi apabila sebuah benda angkasa luar bergerak ke dalam bayangan sebuah benda angkasa lain. Secara umum dikenal ada gerhana matahari dan gerhana bulan.

  1. Gerhana Matahari, jika posisi Bulan terletak di antara Bumi dan Matahari,
  2. Gerhana Bulan, saat sebagian atau keseluruhan penampang Bulan tertutup oleh bayangan Bumi
  3. Gerhana Planet dan benda angkasa lain, gerhana juga terjadi pada fenomena lain yang tidak berhubungan dengan Bumi atau Bulan, misalnya pada planet lain dan satelit yang dimiliki planet lain

Gerhana matahari terjadi ketika posisi bulan terletak di antara Bumi dan Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.

Gerhana matahari dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu:

  1. gerhana matahari total,
  2. gerhana matahari sebagian,
  3. gerhana matahari cincin.

Sebuah gerhana matahari dikatakan sebagai gerhana total apabila saat puncak gerhana, piringan Matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan Bulan. Saat itu, piringan Bulan sama besar atau lebih besar dari piringan Matahari. Ukuran piringan Matahari dan piringan Bulan sendiri berubah-ubah tergantung pada masing-masing jarak Bumi-Bulan dan Bumi-Matahari.

Gerhana sebagian terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan.

Gerhana cincin terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Gerhana jenis ini terjadi bila ukuran piringan Bulan lebih kecil dari piringan Matahari. Sehingga ketika piringan Bulan berada di depan piringan Matahari, tidak seluruh piringan Matahari akan tertutup oleh piringan Bulan. Bagian piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan, berada di sekeliling piringan Bulan dan terlihat seperti cincin yang bercahaya.

Gerhana matahari tidak dapat berlangsung melebihi 7 menit 40 detik. Ketika gerhana matahari, orang dilarang melihat ke arah Matahari dengan mata telanjang karena hal ini dapat merusakkan mata secara permanen dan mengakibatkan kebutaan

Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi.

Dengan penjelasan lain, gerhana bulan muncul bila bulan sedang beroposisi dengan matahari. Tetapi karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika, maka tidak setiap oposisi bulan dengan matahari akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan. Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan 2 buah titik potong yang disebut node, yaitu titik di mana bulan memotong bidang ekliptika. Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan beroposisi pada node tersebut. Bulan membutuhkan waktu 29,53 hari untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya. Maka seharusnya, jika terjadi gerhana bulan, akan diikuti dengan gerhana matahari karena kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara matahari dengan bumi.

Sebenarnya, pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, ataupun coklat.

Gerhana bulan dapat diamati dengan mata telanjang dan tidak berbahaya sama sekali.

Ketika gerhana bulan sedang berlangsung, umat Islam yang melihat atau mengetahui gerhana tersebut disunnahkan untuk melakukan salat gerhana bulan (salat khusuf).

Sumber Tulisan : http://id.wikipedia.org/gerhana

Categories: Geografi, IPS Terpadu, Media Pembelajaran, Pembelajaran IPS | 5 Komentar

SK Dirjen dan NRG .. Lagi :)

Wah.. saya tak mengira postingan tentang SK Dirjen dan NRG untuk Guru Madrasah mendapat banyak komentar. Namun, sekali lagi saya menegaskan, saya tidak menyediakan SK Dirjen dan NRG untuk seluruh Indonesia. Saya hanya memberi tahu, kalau di satuan kerja kami telah mendapat SK Dirjen dan NRG. Selanjutnya, ikhtiar anda semua untuk mendapatkannya. Ada beberapa komentar di blog ini, yang menyejukkan misalkan ada teman dari suatu daerah dengan pengalamannya menghubungi salah satu pejabat di kanwil setempat, walau katanya jika mau ngurus NRG pakai  ‘terima kasih duluan’ (saya pura-pura nggak ngerti .. ah) ditanggung 2-7 hari NRG keluar .

Ada juga teman dari Banten, dengan cara menghubungi beberapa pejabat di Mapenda akan dilayani. Mungkin komentar yang beginian sebenarnya kita perlukan, sehingga bisa jadi solusi bagi guru pencari SK Dirjen dan NRG. Mengutip komentar teman juga di blog ini, bahwa rezeki itu perlu ikhtiar alias di usahakan, kiranya ada benarnya. Walau demo juga salah satu jalan, bahkan di atur dalam UU, bisa jadi sok therapi bagi pengambil kebijakan. Namun kalo saya sih, terus terang ‘nggak berani lagi’ dan jaman saya teriak-teriak di jalan sudah lewat. Tugas utama kita (guru) adalah mencerdaskan anak bangsa, suatu tugas yang sangat mulia, walau tak dimuliakan secara hebat oleh penguasa.

Masih banyak koq, kisah pilu guru dengan ribetnya pengurusan mendapatkan tunjangan profesi, lebih dari sekedar tak punya SK Dirjen dan NRG. salah seorang guru madrasah, tiga tahun menjelang pensiun tak dipanggil-panggil untuk sertifikasi akhirnya beliaupun tak sepeserpun mendapat tunjangan profesi. Atau ada lagi cerita unik, kemarin Kamis (8/12) saya bertemu dengan seorang guru, beliau S2, pernah ekstensi ke luar negeri, guru teladan, nyambi jadi dosen di universitas swasta, guru instruktur, penulis buku dan penikmat blog ini juga, namun ketika saya tanya ‘Apakah bapak punya NRG ?’ Saya terkaget-kaget ternyata beliau belum punya NRG. Beliau malah menanggapinya dengan tertawa saja ketika saya tanya, “masa guru se profesional anda tak punya NRG ?” lalu “apa alasan terbit dan tidaknya nya NRG ?” Kami pun sepakat dengan jawaban “sama-sama tidak tahu” .. Hahahahaha

Categories: Sertifikasi Guru, Tunjangan Profesi Guru | 4 Komentar

Mencari Bahan Ajar di E-dukasi.net

Sumber : http://edukasi.net (2011)

Walau sudah lama mendengar dan pernah pula berkunjung ke website ini, saya tidak menduga, ternyata banyak hal-hal yang mendukung pembelajaran di kelas. Adalah situs e-dukasi.net, sebuah web site yang banyak menyediakan untuk bahan ajar bagi guru.  Terutama kalau di kelas suka menggunakan laptop dan Proyektor. Website menyediakan beberapa flaash player dengan animasi sederhana, bagus sekali untuk memperjelas materi yang diajarkan oleh guru. Jika tak handal menggunakan alat teknologi informasi dan komunikasi, bisa juga dalam bentuk cetakan dan tinggal di print. Kalau di sekolah/madrasah ada fasilitas online, wo alahhhh enaknya jadi guru. Namun yang tak bisa online di kelas, aplikasi yang dibuat bisa juga digunakan secara offline.

Syarat-syarat downloadnya, gampang. pertama mendaftar dulu habis itu langsung bisa di unduh, tinggal bawa ke dalam kelas. Yang punya Ipad dan jenis tablet pc lainnya, wah.. malah tambah uenak tenan ngajarnya. yang belum bisa ngenet atau menggunakan komputer, monggo mas belajar. Guru melek komputer dan teknologi informasi entar harus jadi kebutuhan.

Jika ingin melihat-lihat monggo silakan di klik http://e-dukasi.net

Categories: Pembelajaran IPS, Pendidikan | 2 Komentar

Suap, Korup dan Homo Economicus

Beberapa hari dibeberapa media online di realese berita hasil survey oleh KPK tentang kementerian dan lembaga yang terindikasi masih adanya suap dan perilaku korup (secara detil jenis survey–maaf saya tidak tahu). Alhasil, Kementerian Agama termasuk K/L (Kementerian/Lembaga) yang masih tinggi perilaku suap dan korupsinya. Bahkan di pintu depan KPPN Banjarmasin terpampang berita K/L yang dianggap masih tinggi suap dan korupsinya. Namun, judul berita yang dikutip dari detiknews.com itu sangat menyesakkan, yaitu Admnistrasi Nikah di KUA masih dianggap sebagai ladang suap. Walau maksud KPPN Banjarmasin, sebenarnya ingin menyampaikan berita bahwa KPPN  sebagai lembaga  di nomor paling atas yang bersih atau rendah perilaku suap dan korupsinya.Pagi ini (Minggu, 4/12), ada lagi berita dari Bapak Surya Dharma Ali, bahwa beliau pasrah dengan predikat Kementerian Agama yang masih tinggi perilaku suap dan korupsinya.

Mari yuk, kita bahas rame-rame. Indonesia sebagai negara ke-4 terkorup di dunia, itu berita yang saya lihat di running text TV Swasta nasional.Apakah sumbangan kementerian Agama saja sehingga Indonesia sebagai negara ke-4 negara terkorup di dunia ? Tentu tidak ! dapat nomor 4 itu hasil nilai kolektif artinya tidak Kementerian Agama saja. Hampir di semua lini bos .. kayaknya.  Lalu, Apakah di semua kantor K/L bersih semua ? Siapa yang mau menjamin ? Siapa yang mau ngacung kantor K/L yang paling bersih dan tidak ada seorang oknum pun yang berprilaku suap dan korup ? Atau pegawainya rajin semua ? Loket yang seharusnya buka jam 13.30 lalu jam 14.30 baru buka, dibanding dengan suap di kantor urusan Agama yang cuma ratusan ribu (setahu saya –mungkin saya salah– nggak mungkin sampai jutaan utk suap administrasi nikah). lalu jika dibandingkan dengan Gayus yang ngemplang pajak milyaran rupiah. Puluhan anggota DPR, Gubernur, Bupati, walikota  tersangkut dengan memaling milyaran.  Malah jarang terdengar orang Kemenag yang masuk Tipikor/KPK. Dimasa lalu, semua pada korup koq. Di KPPN aja dulu (sampai 2005) satu SPM harus nyogok Rp. 50.000,-

Ya, sudahlah .. Manusia sebagai homo economicus, punya perasaan yang selalu tidak puas, dan itu sangat manusiawi serta sudah melekat pada setiap manusia. Saya sering menanyakan dengan murid saya, “siapa yang mau uang Rp. 1.000,-” serentak semua menjawab “saya, pak”, terus saya nanya lagi “siapa yang mau uang Rp. 5.000,-” lalu serentak semua menjawab “saya, pak “. Nah, itu ketahuan homo economicusnya, yang seribu aja belum bersyukur mau ngambil yang lima ribu lagi. Hihihi, contoh simple menjelaskan homo economicus. Sama  aja kan dengan pejabat dengan gaji dan tunjangan selangit, masih saja memaling duit rakyat.

Namun yang harus diingat,  masih banyak koq, yang pada jujur walau tak ada sempurna, sebab manusia tempatnya nafsu, salah dan khilaf. Semoga bermanfaat.

Categories: Perbendaharaan | 1 Komentar

Selamat Datang Tahun Anggaran Baru

Tahun Anggaran baru 2012, sudah di depan mata. Bahkan Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) 2012 sudah dicetak dan ditelaah oleh satker, tinggal menunggu pengesahan dari Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi setempat. Ada yang anggarannya bertambah ada pula anggarannya berkurang, ada mata anggaran baru ada juga mata anggaran yang tidak muncul lagi.

Namun yang baru dan yang pertama kali dialami satker adalah adanya anggaran yang kena bintang alias blokir. Anggaran yang kena bintang diberi tanda ‘bahwa masih menunggu persetujuan DPR’. Nah lho, DPR ngambek kayaknya. Padahal ada anggaran di madrasah yang sangat vital namun kena blokir yaitu dana BOS. Pasca tidak boleh memungut uang dari murid lagi, dana BOS merupakan dana yang sangat diperlukan untuk kelanjutan jalannya madrasah. Entah, sampai kapan dana ini baru bisa digunakan hingga blokirnya dihapus. entah kenapa juga sampai harus menunggu persetujuan DPR, sementara kegiatan madrasah terus berjalan. Sejak tanggal 2 Januari 2012, satker madrasah sudah harus menyelenggarakan pendidikan di madrasah dengan dana anggaran yang baru.

Ada juga yang digadang-gadang, sebagai anggaran baru yang termuat dalam satuan biaya umum yaitu honor pengelola SIMAK BMN, ternyata tak masuk dalam anggaran satker. Padahal nih, yang ditunggu-tunggu. Sementara untuk honor pengelola pun tidak juga bertambah. Masih sebesar Rp. 200.000,- perbulan. Wah, jadi nggak asyik mengelola hanpir 8 Aplikasi keuangan cuman di honor Rp. 200.000,- per bulan.  Menanyakan honor sebesar itu jadi takut, entar kalo dibalas ‘untung aja ada honornya, kalo nggak lalu mau apa’. nah, jawaban yang beginian jadi takut. Padahal lebih asyik jika ada tunjangan struktural tertentu dengan jabatan tertentu khusus mengelola keuangan, dengan  tunjangan pengelola keuangan satker. Kan, katanya mau mempunyai laporan keuangan yang asyik, wajar tanpa pengecualiaan. Kalo pengelola keuangan penghonorannya dikecualikan maka tentunya akan dikecualikan juga dong laporan keuangannya. bener nggak sih logikanya .. Udah ah, .. kita punya moto kan ‘Ikhlas Beramal’.. hahahaha

Categories: Aplikasi Keuangan, Perbendaharaan | Tinggalkan komentar

BlackBerry Sebagai Modem

Setelah lama menggunakan modem wireless CDMA dan tampaknya sudah uzur, terakhir tidak bisa diajak ngapa-ngapain. Ada rencana mau mencari jenis modem wireless lainnya, namun dapat sms dari provider bahwa paket unlimited BlackBerry sang provider, juga menyediakan unlimited modem selama 30 hari dengan kuota 300 mb sampai kecepatan tinggi (tingginya saya lupa) jika habis jatuh hingga 62 Kbps. Walau agak gambling, dengan mengorbankan paket unlimited bulanan yang sisa 2 minggu untuk berlangganan paket baru. Kesimpulannya lumayan lah, untuk sekedar bikin postingan blog dan buka social networking.

Paket sudah termasuk untuk unlimited full Blackberry, streaming dan modem. Walau agak was-was dikit, namun setelah browsing beberapa saat trus ngecek pulsa ternyata emang tidak memotong pulsa. Patut dicoba nih, dalam beberapa waktu dan kita ajak ntar malam browsing apa bisa konstan dan kuat, untuk sekedar browsing.

Syarat untuk menjadikan BB sebagai modem, harus menginstal dulu Aplikasi Desktop Softwarenya blackBerry, tinggal colokkan BB ke Laptop/PC dengan kabel datanya lalu gunakan apn internet/telkomsel di setting mobile internet. Tinggal klik mobile internet, konek deh jadinya .. Oh, ya .. untuk biaya bulan pertama Rp. 108.000,- seterusnya Rp. 132.000,-

Selamat Mencoba ya, nih postingan menggunakan fasiltas BB sebagai modem.. Semoga bermanfaat.

Categories: BlackBerry | Tags: , | 5 Komentar

Mengundurkan Diri

Mengundurkan diri merupakan simpulan yang tepat untuk menggambarkan kejadian beberapa hari ini di madrasah. Pemikiran untuk kembali ke “khittah” sebagai seorang guru, sebenarnya sudah ada sejak lama. Walau sebenarnya saya sudah agak enjoy dengan pekerjaan tambahan ini selain mengajar.

Beberapa tahun lalu, saya agak tersiksa harus meninggalkan madrasah untuk ngantri di KPPN. Dalam hati, daripada saya harus ngantri di KPPN gini mending saya ngajar di madrasah. Keinginan saya mengundurkan diri sebagai pengelola keuangan dan barang milik negara kembali mengemuka di penghujung anggaran tahun 2011.

Masalahnya tidak sepele, adanya ketidakpercayaan dari sebagian kalangan warga madrasah terhadap pengelola keuangan. Yang diributkan masalah belanja modal yang dilaksanakan di madrasah. Entah, –tahu atau tidak—bahwa setiap penyelenggaraan kegiatan belanja modal, pembiayaannya melingkupi kegiatan mulai perencanaan, pengawasan dan pekerjaan fisik. Dan semua diserahkan kepada konsultan perencanaan, pengawasan dan kontarktor pelaksana pekerjaan. Semua pekerjaan diserahkan kepada perusahaan, tidak dikerjakan oleh guru, kepala madrasah, apalagi operator seperti saya.

Saya dituding, ‘kekenyangan’ makan keuntungan dari proyek belanja modal ini, bahkan diperkirakan saya memperoleh laba hampir separo dari pagu. Luar biasa asal ngomongnya dan sangat khianat bagi saya. Tidak semua pagu DIPA belanja modal itu untuk pekerjaan fisik. Paga DIPA itu juga memuat untuk pembayaran konsultan perencanaan, pengawasan, pengelolaan administrasi, pajak sebesar 12,5% dan keuntungan bagi perusahaan. Mana ada perusahaan yang tidak mau untung dalam pekerjaan. Hitung aja, misalnya konsultan perencanaan dapat 5%, konsultan pengawas 3%, pengelolaan administrasi 1,5%, pajak 12,5%, keuntungan perusahaan minimal 15%. Berarti ada sekitar 37% dari pagu yg tidak digunakan untuk pekerjaan fisik.

Semua pekerjaan yang dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana kan mengacu pada RAB yang dibuat oleh konsultan perencanaan. Sanksi yang diterima perusahaan jika tidak sesuai dengan RAB tentu akan dipertanggungjawabkan oleh perusahaan. Lalu apa ruginya bagi guru, ?? Rugi nggak dapat persenan dari kontraktor ?

Dan, harap diingat bahwa uang semua pekerjaan belanja modal tidak masuk ke rekening bendahara pengeluaran apalagi ke rekening saya, semua masuk ke rekening perusahaan. Hingga dimana nya saya ‘kekenyangan’ makan duit proyek.

Berdasarkan kenyataan di atas, saya siap untuk menyerahkan mandat sebagai pengelolaan keuangan. Pengelolaan keuangan secara bertahap akan saya serahkan kepada pengelola yang baru. Karena tentunya tidak mudah menyerahkan sekitar 7 sampai 8 Aplikasi kepada pengelola baru, yang tidak tahu apa-apa tentang aplikasi keuangan.

Benar-benar saya jadi lelah pikiran jadinya .. hehehe

Ditulis dengan WordPress untuk Blackberry

Categories: Uncategorized | 5 Komentar

DIPA REVISI TA 2011 Akhirnya Terbit Juga

Yang ditunggu-tunggu sejak Agustus 2011 lalu akhirnya datang juga. Revisi DIPA 2011 berisi penghematan anggaran, penambahan anggaran TPG/TPP serta Belanja Modal dengan APBNP (dulu ABT). Berdasarkan pengarahan pihak Perencanaan sepertinya penghematan banyak dialihkan untuk membayar hutang TPG/TPP kepada guru yang dibayar oleh Kemenag terutama guru PAI di sekolah umum. Lebih lanjut menurut bagian Perencanaan Kanwil, ada sekitar 70 milyar lebih TPG/TPP yang tidak sempat terbayarkan, itu hanya untuk propinsi Kalimantan Selatan, entah propinsi lain.

Sempat juga jadi pertanyaan beliau, kenapa sempat kurang sebesar itu ? Sebenarnya bukan melulu salah di perencanaan, tapi birokrasi yang ribet seputar pembayaran juga berperan hingga Kemenag terutang 70 milyar.
Ilustrasinya begini, dianggarkan dalam setahun pembayaran TPG misalnya Rp 100 juta. Karena syarat2 belum lengkap utk pencairan, maka tidak bisa di bayarkan. Maka uangnya akan kembali ke kas negara. Tahun depan tidak mutlak duit yg Rp 100 jt itu masuk ke anggaran baru. Semua berdasarkan perencanaan baru lagi, untung kalo dihitung yang belum dibayarkan juga, tapi kalo penghitungannya hanya berdasar pada pembayaran tahun ini saja, sdh pasti lewat. Belum lagi jika penghitungannya tidak berdasar pada rencana kenaikan gaji pokok, naik pangkat dan berkala. Sudah pasti anggarannya kurang troossss.

Jika mau, pas.. pas.. pas.. Buat perencanaan sedetil mungkin, .. Banyak satker yang berani begadang koq bikin perencanaan. Apalagi jika pengelolanya guru juga, pasti datanya akan lebih akurat.

Kadang yang beginian bikin nggak enak dengan teman-teman guru PAI di sekolah umum, karena di beberapa kesempatan mereka sudah pada mau demo. Namun, perlu diingat juga dengan kewajiban para guru. Kalo kita (guru) menuntut hak, maka yang bukan guru akan menuntut kewajiban. Biasa lah, mulai dari beban kerja hingga profesionalisme. So, ayo kita buktikan hutangan dari World Bank (katanya sih) untuk membayar TPP/TPG, sungguh berguna untuk kemajuan pendidikan anak bangsa.

Wassalam

Ditulis dengan WordPress untuk Blackberry

Categories: Pendidikan, Perbendaharaan, Sertifikasi Guru, Tunjangan Profesi Guru | 2 Komentar

Blog pada WordPress.com. Theme: Adventure Journal by Contexture International. Fonts on this blog.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 462 pengikut lainnya.