Sertifikasi Guru 2010,… Sekali Lagi !

Pada bulan Nopember 2009, saat saya mengikuti PLPG Sertifikasi Guru 2009, saya mendapat telpon dari Kepala Madrasah bahwa Anggaran untuk Tunjangan Sertifikasi Guru pada madrasah masuk dalam DIPA setiap satuan kerja di jajaran seluruh madrasah negeri di Indonesia. Betapa sumringah (bahasa Banjar -kahimungan-, bahasa Indonesia -senang-) saya, harapannya dengan Tunjangan sertifikasi masuk ke dalam anggaran madrasah masing-masing bisa memutus distribusi penyaluran tunjangannya, yang selama ini dikeluhkan semua guru baik di Departemen Agama dan Depdiknas

Namun apa lacur, ternyata keterlambatan bukan disebabkan oleh satuan kerja yang mengelola penyaluran tunjangannya, tetapi lebih banyak disebabkan menunggu pembuatan SK yang dibuat oleh setingkat Dirjen baik di Departemen Agama maupun di Depdiknas. Alur data yang digunakan untuk pembuatan SK dari Dirjen itu adalah mulai dari madrasah/sekolah, lalu Kandepag kab/kota meminta data nama guru dan nomor sertifikat, lalu dikumpulkan di kanwil, lalu di bawa ke Jakarta.

Setelah sampai ke Jakarta, data itu antri dengan ratusan ribu nama guru madrasah se-Indonesia, sebagai orang yang suka copy paste seperti saya sebanyak apapun data yang ada, dalam beberapa detik seharusnya sudah selesai pembuatan SK-nya, kan gampang aja tinggal tekan tombol ctrl + A, Ctrl + C dan Ctrl + V, selesai. Hahahahaha
Yang jadi pertanyaan apakah data itu harus di verifikasi lagi Jakarta, karena ada kejadian namanya tidak ada dalam SK karena kekurangan jam mengajar seperti yang dialami oleh Kakanda yang ngajar di SMP, jika harus memeriksa lagi data yang dikirim dari daerah, silakan aja hitung sendiri waktunya … nggak bisa beberapa detik dengan cara copy paste. Pasti berhari-hari mungkin berbulan-bulan.

Malam tadi teman-teman di daerah sms dan telpon, karena saya yang dianggap paling cepat tahu tentang update sertifikasi guru, bahwa sertifikat sudah selesai dibuat oleh universitas penyelenggara sertifikasi, dan kebetulan saya tidak tahu sama sekali tentang hal itu. Bagi saya, sertifikat itu yang penting hanya nomornya saja, yang digunakan sebagai syarat pembuatan SK dari Dirjen, selebihnya tak berguna, tak akan laku kalau di agun kan di Bank seperti SK pegawai.. hahahahaa

Terlebih dari itu semua, kinerja sebagai guru harus juga kita tingkatkan, supaya semua ada berkahnya dan tidak ada tudingan yang macam-macam terhadap guru, mudahan ada manfaatnya ..

Wassalam

About these ads

3 thoughts on “Sertifikasi Guru 2010,… Sekali Lagi !

    1. Ui..apa kabar.? Di Balangan kah wayah ini,cuma asa rarawai-an, banyak kakawanan nih yg bangaran Rahmadi jadi tapaksa maingatakan saikung-saikung,ayujalah sukses selalu aja,dan salam aja dengan kawan-kawan di Balangan..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s