Remunerasi Vs Tunjangan Fungsional

Bebas PungliAgak kaget ketika melihat tayangan di Metro TV  membahas “Gaji tinggi koq Korupsi”, tunjangan khusus yang disebut dengan remunerasi (saya sebelumnya menyebut renumerasi :) dalam postingan terdahulu -maaf atas kesalahan ini–) sudah  didapat oleh pegawai Departemen Keuangan. Ketika dihubungkan dengan  Reformasi birokrasi di Departemen Keuangan. Saya yang berhubungan setiap bulan dengan KPPN mengakui 2 jempol, ketika nggak ada lagi gratifikasi dalam pengajuan permintaan dana APBN melalui KPPN. Saya sangat mengapresiasi hal ini, dibanding dengan instansi lain, yang sedikit-sedikit masih meminta uang sogokan. Memang akhirnya dicoreng oleh seorang yang bernama Gayus Tambunan. Ibarat karena nila setitik rusak susu sebelanga. Ternyata masih ada direktorat di bawah Depkeu yang masih belum direformasi total, karena jika menurut Gayus benar bahwa banyak selain dia yang masih berprilaku korup dijajaran direktorat jendral pajak.

Jumlah remunerasi sangat mencengangkan saya, jumlah tertinggi berdasarkan pangkat mencapai belasan juta rupiah. Dibandingkan dengan tunjangan-tunjangan lain PNS, jumlah remunerasi sangat banyak -menurut versi saya,lho-. Hasil otak atik program Gaji untuk pegawai pusat -yang saya kerjakan setiap bulan- Tunjangan fungsional terbesar antara lain Tunjangan Guru Besar sebagai Rektor Rp 5.500.00,-, Tunjangan Hakim Utama Muda pada Pengadilan Tk.Banding Rp. 4.000.000,-, Tunjangan Hakim yang diangkat sebagai Ketua / Wakil Ketua PT / PT  TUN Gol IV e Rp. 5.000.000,-,  selebihnya kurang dari yang saya sebutkan tadi hingga yang terendah Rp. 60.000,-

Bagaimana dengan guru ? Tunjangan tertinggi dipegang oleh Guru yang diberi tugas tambahan sbg  Kepala Sekolah Menengah , SLB, MA, dan yang sederajat Gol IV sebesar Rp. 640.000,-. Namun jika seorang guru,mendapat tunjangan sertifikasi sebesar sebulan gaji pokok maka tambahan tunjangan terkecilnya adalah sebesar Rp. 1.743.700,- (berdasarkan tabel gaji yang baru 2010) untuk golongan III/a masa kerja 0 tahun. Sedang yang tertinggi tergantung kepaangkatannya, biasanya guru mentok di pangkat IV/a yang tertinggi adalah pangkat IV/a masa kerja 32 tahun sebesar Rp. 3.033.300,- Jika membandingkan dengan tunjangan PNS lain, maka guru yang dapat sertifikasi tunjangannya setara dengan tunjangan dokter utama (Rp. 1.400.000,-), tunjangan Apoteker (Rp. 1.400.000,-), Tunjangan Diplomat (Rp. 1.400.000,-)  dan lain-lain

Sayangnya saya belum dapat data tentang jumlah tunjangan remunerasi, namun jika yang saya lihat dan dengar di Metro TV dengan jumlah tertinggi sekitar Rp. 14 jutaan. Tentu masih tunjangan fungsional masih kalah dengan remunerasi,  apalagi jika tunjangannya dobel, artinya tunjangan fungsionalnya dapat trus remunerasinya juga dapat,wah banyak sekali itu uangnya.  Perlu diketahui jumlah di atas hanya tunjangannya belum termasuk gaji pokok, tunjangan isteri dan anak, tunjangan beras, tunjangan pajak, uang makan, dll. Namun setiap gaji PNS dipotong  lebih dari 10%  biasanya untuk dana kesehatan (askes), tabungan perumahan dan lain-lain.

Apakah dengan gaji tinggi serta tunjangan-tunjangan dengan jumlah selangit itu, berdampak terhadap kurangnya kegiatan korupsi, perlu dikaji lebih lanjut. Selagi manusia bersifat selalu tidak puas, ada cara, pengawasan kurang, ada kesempatan,  saya kira korupsi akan selalu ada. Namun pada akhir postingan ini, yang lebih penting kita selalu bersyukur (bagi PNS) dengan yang sudah kita dapat dan tentunya peningkatan kinerja sebagai abdi negoro.

Mudahan Bermanfaat.

About these ads

20 comments

  1. Kenaikan gaji PNS tahun 2010, walaupun 5 % merupakan bukti nyata komitmen pemerintah untuk memperbaiki kesejahteraan PNS, dan semuanya perlu kita syukuri dan tak lupa, kita tunggu sistem penggajian remunerasi dibawah naungan kementerian Pendidikan Nasional RI, yang selama ini baru 2 kementerian yang menikmati sistem gaji Remunerasi yakni kementerian keuangan dan TNI POLRI, mudah2an tahun 2010 sistem gaji Remunerasi dibawah naungan kementerian pendidikan nasional dapat terwujud, selamat bekerja Bapak Menteri Pendidikan nasional, Bapak Prof. Dr. Ir, Muh, Nuh, kami selalu menyertai bapak dan mendoakan bapak, amin.

    1. guru tidak sema mendapat hak meskipun kewajiban sudah dijalankan. lauk pauk gru diknas daerah tidak dapat dan yg lebih menjengkelkan pungli tetap ada baik utk mengambil sk berkala atau kenaikan pangkat bahkan saat mengumpulkan portofolio dg alasan tambahan transport yg nilainya 250rb

  2. mestinya renumerasi di lakukan secara serentak di semua departemen, konsep renumerasi sendiri salah satunya adalah untuk keadilan dan pemerataan,apakah adil bila depkeu saja yg naik gaji atau guru saja?apakah pemimpin negara ini tidak tau,buta hati sehingga hanya menghargai segelintir jasa pegawainya?sementara profesi yg lain tidak di hargai?bgmn dg dokter,paramedis,tentara,dan pns yg lainya?padahal 1 hari saja seluruh dokter dan paramedis mogok bisa bubar negara,aplg seluruh pns yg lain,semoga pak presiden bisa menyadari itu,oh ya gaji dokter itu cm separuh gaji guru yg sertifikasi,plus guru setahun bisa dapat libur 3 bulanan,mohon cek kembali datanya,penghasilan dokter,paramedis,bisa nambah krn praktek di luar jam kerja,sama dgn semua profesi lain kl kerja sambilan di luar jam kantor

    1. saya setuju dengan mas andre, paling ujungnya nanti jawaban sederhana dan klasik, yaitu kemampuan negara terbatas,… gaji pokok semua pegawai negeri itu sama mas, yang berbeda cuman tunjangannya.. tunjangan yang melekat dengan gaji pada guru tertinggi hanya kepala sekolah 640 rb.. sedang kalo guru saja hanya sekitar 380 ribu saja.. sedang tunjangan sertifikasi harus dengan syarat minimal perlu waktu 7 tahun sejak jadi CPNS baru dapat tunjangan profesi guru..
      Memang susah mas, mencari titik keadilan penggajian PNS di negeri ini..
      trims sudah berkunjung,dan memberi saran.. maaf jika ada kekurangannya

    2. guru indonesia bagian mana yg libur 3 bulan (apa gak kena sanksi? lihat pp.30) Bohong kalau gaji guru diperhatikan, tiap bulan selalu ada potongan tak berkwitansi, tunjangan profesi cair sekendak pemerintah,bisa 3 bulan, 6 bulan atau setahun sekali baru dibayar itupun masih ada potongan dana partisipasi ke dinas pendidikan dan tak berkwitansi!
      Sertifikasi guru TIDAK SAMA dengan remunerasi !!! guru harus bikin portofolio bila tak lolos harus PLPG sekitar 2 minggu, masa kerja minimal hrs 10 tahun sedang DEPKEU mana ada portofolio,PLPG dan Masakerja 10 tahun. TIDAK ADIL KAN????? mana jumlah rupiah berbeda jauh.
      tahun 2010 tunjangan belum juga cair, entah kapan cairnya.
      JADI KALAU ADA YANG IRI KE GURU MEREKA BUTA TERHADAP LINGKUNGAN PENDIDIKAN DAN TAHUNYA HANYA MENCELA. TOLONG CAMKAN BAIK BAIK

      1. Mas Ganefo, benar juga.. sekarang guru lagi di gugat, beban kerja dianggap tak sebanding dengan tunjangan yg didapat,beberapa hari lewat .. di mailing list Ahli Keuangan Indonesia, profesi guru dianggap taklayak dapat tunjangan profesi guru sebanyak itu (1 x gaji pokok).. saya pengen mengulasnya ntar setelah gegap gempita world cup, nanti kita bahas bersama-sama,buat nambah wawasan .. trimakasih mas ganefo atas komennya.. sukses selalu untuk anda

  3. kpada mas yang paling atas jangan ngurusin masalah remunerasi coba liat satker yang tiap ari saya priksa SPMnya rata2 ada honor dari berbagai macam program kegiatan, dan kalo diakumulasi malah lebih besar dari remun yang saya terima…

    1. Siapa yg anda maksud dengan yang paling atas ? Masalah renum itu sendiri mencuat setelah kasus Gayus mencuat di media. Saya dan mungkin banyak org tidak tahu bahwa pegawai depkeu sudah dapar renum sejak 2007. Saya kira apa yang kita dapat sudah sesuai dengan proporsi yang seharusnya kita dapat. Kalo guru di satker kementrian agama honor hanya untuk kegiatan ulangan umum 2 kali dalam setahun (vakasi), honor panitia kegiatan, dan lain-lain. Kalo dikumpulkan nggak nyampe satu juta juga mas per satu pegawai. By the way trims udah ngasih komen …

  4. saya setuju kalau remunerasi diberikan berdasarkan kesulitan kerja, beban kerja, resiko kerja (dalam hal ini nyawa sang pns) dan lokasi kerja ( karna beda wilayah kerja beda biaya hidup ) saya mendukung bu menkeu semoga lebih bijak menimbang.

  5. remunerasi dapat juga trjadi money corruption ditingkat pejabat daerah dan kota, menekan kebijakan terhadap staff yang kinerjanya tidak mencapai keinginan para pejabat.seringkali ada pemotongan tunjangan yang dilakukan oleh pejabat setempat, yang kadang merugikan para staff untuk keprofesiannya yang tidak dihargai oleh pejabat itu sendiri,hanya diperas tenaga saja.saya ingin bertanya ke forum ini, apakah tunjangan itu dihitung dari Apel pagi saja atau apel sore?kebanyakan seperti itu,.. kalo apel pagi sudah termasuk kode etik yang dapat menunjang untuk “tunjangan profesi” bukan kinerjanya seorang PNS.itu bagaimana?tolong dibahas…

  6. ya mudah-mudahan itu bisa dilaksanakan. dari pada di kurupsi pejabat kan lebih baik untuk gaji guru biar siswa2nya jadi pada pintar yaa tho…! kalau kesejahteraannnya terjamin maka guru jga lebih konsentrasi ngajar g nyambi sana-sini. trimaksih pak mentri pendidikan Dr. Ir Muh Nu.

  7. Remunerasi bagi TNI kayaknya memang sudah mendesak. Banyak anggota keluarga TNI yang ingin sekolah lebih tinggi tapi terbentur biaya. Akhirnya mentok di SMA sederajat. Maka tidak heran banyak anak anak TNI yang jadi pemuda dengan kwalitas tenaga kerja yang rendah. Kasihan TNI.

  8. Seperti yang sudah disebutkan oleh rekan² diatas,,hal tersebut memang tumpang tindih nya..
    1. Mental Birokrat dan Pemegang kekuasaan di tiap² instansi baik itu di pusat terlebih sampai di tingkat yang tersempit cakupan kekuasaan nya spt kelurahan itu lah yang harus dibenahi dan harus ada pengawasan baik dari segala hal kinerja maupun penggunaan dana APBN/APBD setempat. (Seperti Slogan Pajak,,Lunasi Pajaknya, Awasi Penggunaannya) saya sendiri masih bingung penggunaanya itu untuk apa?? ketika ditanya ,,mereka hanya menjawab dengan jawaban klasik yaitu untuk membangun bangsa dan infrastruktur negara khususnya daerah,,namun menurut saya,, harus lah pula diawasi beberapa point penting,yaitu : Deklarator Transparansi soal pemasukan dan pengeluarannya (kalau bisa diumumkan di media berita elektronik maupun cetak khususnya),,

    2. Mental tersebut bisa dipupuk dari mereka memulai pendidikannya khususnya di perguruan tinggi,sebagai Akademisi output calon² penerus bangsa ini. Mereka haruslah diajarkan pula bagaimana jalan yang benar mengenai jurusan yang mereka ambil.(Misal : di Fakultas Hukum diadakan pembelajaran tentang bagaimana hukum yang benar untuk diterapkan dimasyarakat,,jadi dalam pelajaran mahasiswa tidaklah hanya diajarkan tentang teori dan tekhnis² nya,,melainkan pun dalam praktek dalam masyarakat yang baik dan benar,,sehingga kami mahasiswa tidak kelimpungan memilah memilih yang mana benar atau tidak “dalam suatu keadaan” ketika kami diterima bekerja khususnya di lingkungan PNS ataupun BUMN ataupun swasta sekalipun..

    Pembinaan ini lah yang saya sesalkan (maaf,bila saya salah mohon koreksi) belum ada saya dengar di Perguruan² tinggi..

    1. Saya setuju,tuh calon pemimpin harus di cecoki kuat-kuat dalam dunia pendidikan anti korupsi, lalu ketika jadi pemimpin atau jd pegawai digaji tinggi.. tapi saya tetap tak yakin selain sudah membudaya dan selalu saja ada cara serta kurang pengawasan.. makasih sdh kasih komentar di blog ini

  9. yang paling kasihan sekarang adalah pegawai pemerintah ditingkat kabupaten dan kotamadya banyak aturan pemerintah dan dana yang sudah digariskan untuk dilaksanakan dalam pembinaan karir (senioritas biarpun bodoh)dan kesejahteraan pegawai tidak dilaksanakan banyak pejabat daerah asal bisa memberi upeti pada atasan maka dia juga bebas menjabat dan mengambil dana bahkan termasuk untuk kesejahteraan pns staffnya gimana itu?

  10. 11 thn lalu gaji cm 650rb n hrs membeli peralatan mengajar seharga total berkisar 15jt jd hrs utang koperasi stlh 2 gaji 1.2jt wajib nerusin S-2 n hrs utang koperasi lulus kuliah nikah utang lg dan ttp utang lg buat beli rumah skr sdh dpt gaji sertivikasi tp tinggalan utang jg sdh GUEDE BANGET kpn dpt remun syukur2 bs nutup UTANG

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s