Pendataan Tenaga Honorer Yang Bekerja di Lingkungan Instansi Pemerintah Tahun 2010

Di bulan Juli 2010 ini para tenaga honorer disibukkan melengkapi syarat-syarat yang berhubungan dengan pendataan kembali tenaga honorer yang berkerja  pada Instansi Pemerintah. Termasuk di dalamnya para guru honorer, yang mengajar di sekolah/madrasah negeri. Entah bagaimana nasibnya yang mengajar di sekolah swasta, sebab judul dari Surat Edaran Menpan No.  05 TAHUN 2010 tanggal 28 Juni 2010 hanya tertulis pendataan tenaga honorer yang bekerja di Lingkungan Instansi Pemerintah.

Saya dulu termasuk penikmat duit honoran selama 5 tahun. Kebijakan pemerintah yang satu ini termasuk yang menggembirakan bagi para pekerja di instansi pemerintah yang bukan pns (non pns). Di masa lalu, para guru muda yang baru lulus dari lembaga pendidikan keguruan dan ilmu pendidikan agak enggan mengajar di sekolah negeri, karena biasanya honornya lebih rendah daripada mengajar di sekolah swasta. Termasuk saya, ketika jadi guru di sekolah negeri yang termasuk favorit di Kalimantan Selatan, justru dibayar lebih rendah daripada sekolah swasta.

Namun sekarang menjadi tenaga honorer baik di sekolah/madrasah maupun instansi pemerintah lain menuai hasil, mereka diperhatikan oleh pemerintah. Menurut SE Menpan No.05 tahun 2010, Pemerintah telah melakukan pemrosesan tenaga honorer sejumlah 920.702. Menurut laporan dari berbagai daerah dan pengaduan tenaga honorer yang disampaikan kepada Badan Kepegawaian Negara dan Kementerian PAN &RB serta kepada Anggota DPR-RI khususnya Komisi II, Komisi VIII dan Komisi X, masih terdapat tenaga honorer yang memenuhi syarat Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2005 jo Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2007.

Lebih lanjut menurut SE Menpan No.05 tahun 2010, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum diadakan pendataan antara lain berumur minimal 19 tahun dan maksimal 46 tahun, mulai jadi tenaga honorer minimal sejak tanggal 1 Desember 2005. Sedang Tenaga honorer sendiri ada dua kategori; Katagori pertama adalah tenaga honorer yang diayai oleh APBN dan APBD dan Katagori Kedua adalah tenaga honorer yang tidak dibiayai oleh APBN dan APBD. Semua kategori harus bekerja di instansi pemerintah.

Jika melihat dua kategori diatas, guru honorer dari sekolah swasta termasuk yang agak sulit jika dipaksakan ikut dalam pendataan. Karena guru honor di sekolah swasta juga dibayar dengan dana APBN misalnya dengan dana BOS (BOS kan dana APBN), namun mereka tidak bekerja di instansi pemerintah. Mungkin,jika anda termasuk dalam golongan demikian bisa ditanyakan kepada pihak yang berwenang.

Satu hal lagi yang agak rentan dengan pendataan kembali tenaga honorer tahun 2010 ini, adalah penipuan data  bagi tenaga honorer yang belum cukup umur alias jadi honor setelah tahun 2005.  Atau bekerjanya tidak terus menerus atau terputus. Saran saya, berhati-hatilah jika ingin melakukan pemalsuan. Biasanya yang kerap terjadi adalah pemalsuan SK pejabat berwenang yang menerangkan bahwa yang bersangkutan bekerja sebagai tenaga honorer.

Selamat berjuang teman-teman. Semoga sukses..

Wassalam

About these ads

10 thoughts on “Pendataan Tenaga Honorer Yang Bekerja di Lingkungan Instansi Pemerintah Tahun 2010

  1. Ping-balik: Tweets that mention Pendataan Tenaga Honorer Yang Bekerja di Lingkungan Instansi Pemerintah Tahun 2010 « Yunizar Noor Milanta Blog's -- Topsy.com

  2. Nasib ku juga sama kayanya. saya mengajar di Madrasah Ibtidaiyah Swasta menjadi tenaga honor selama 19 Tahun yang pernah berturut-turut menjadi guru kontrak pada tahun 2004 s/d 2008 terputus alesannya sudah ada dana honornya pakai dana tunjangan fungsional.SK Guru Kontraknya ada SK tunjangan Fungsionalnya ada. karena tidak di intansi Pemerintah katanya tidak boleh ikut serta. padahal di kabupaten Bogor Madrasah Ibtidaiyah Negrinya cuman ada 2 (MIN).untuk Mencerdaskan Bangsa baik Pelajaran Umum dan Agama maka tumbuh Madrasah Ibtidaiyah Swasta.kalau Sekolah Dasar Negri semua hampir Gurunya PNS. Sekarang ini Sekolah Dasar Negri banyak guru honor dadakan. saya mohon kepada Bapak Mempan agar mengluarkan kembali surat tambahan bagi guru yang mengajarnya di swasta juga bisa asal pernah menggunakan APBN.Saya pernah juga diberikesempatan kuliah D2 samapi S1 dengan menggunakan Anggaran APBN.Saya mengharap sekali.Setiap semester ditugaskan juga membuat Naskah ULUM untuk Kabupaten Bogor.

  3. Nasib ku juga sama kayanya. saya mengajar di Madrasah Ibtidaiyah Swasta menjadi tenaga honor selama 19 Tahun yang pernah berturut-turut menjadi guru kontrak pada tahun 2004 s/d 2008 terputus alesannya sudah ada dana honornya pakai dana tunjangan fungsional.SK Guru Kontraknya ada SK tunjangan Fungsionalnya ada. karena tidak di intansi Pemerintah katanya tidak boleh ikut serta. padahal di kabupaten Bogor Madrasah Ibtidaiyah Negrinya cuman ada 2 (MIN).untuk Mencerdaskan Bangsa baik Pelajaran Umum dan Agama maka tumbuh Madrasah Ibtidaiyah Swasta.kalau Sekolah Dasar Negri semua hampir Gurunya PNS. Sekarang ini Sekolah Dasar Negri banyak guru honor dadakan. saya mohon kepada Bapak Mempan agar mengluarkan kembali surat tambahan bagi guru yang mengajarnya di swasta juga bisa asal pernah menggunakan APBN.Saya pernah juga diberikesempatan kuliah D2 sampai S1 dengan menggunakan Anggaran APBN.Saya mengharap sekali.Setiap semester ditugaskan juga membuat Naskah ULUM untuk Kabupaten Bogor.

    • Nasib Kang Abdurohman saya kira juga sama dengan ribuan nasib guru honor seluruh Indonesia yang mengajar di sekolah/madrasah swasta, namun kang bisa di coba dengan menggunakan SK dari MIN binaan (MIN yang membina MI Swasta) atau dari Kantor Kemenag Kab/Kota. Ini hanya usul dari saya, semoga bermanfaat

  4. Mudah-mudahan pemerintah secara bertahab akan memperhatikan nasib guru di madrasah swasta,bila tidak ya kita perlu rame-rame mengingatkan.Atau mungkin sengaja kita dimasukkan ke dalam kategoro BAYANGAN.

  5. Semua halaman memuat tentang guru, padahal di sekolah ada tenaga tata usaha. Keberadaan tata usaha tidak dapat dipungkiri, mreka selalu memberikan pelayanan prima tapi tidak pernah ada yang memperhatikan nasibnya.
    Bagaimana dengan nasib tata usaha honorer?

  6. pendataan ulang tenaga honorer ini membuat banyak penipuan baru, seperti pemalsuan data-data, pemalsuan tahun mulai honor sampai pemalsuan tanda tangan pejabat pemerintah yang menandatangani SK honornya……………..mau jadi apa negara ini kalau PNS nya nanti hasil dari penipuan semua……….. tolong ditinjau ulang lagi……………..

  7. tenaga sukarela ditempat saya bekerja sibuk melengkapi berkas honorer, katanya ada pendataan ulang dan mau diangkat menjadi PNS, dan mulailah sibuk memalsukan segalanya………. saya bingung liatnya, kok yang seperti ini dibiarkan saja, pendataan ini membuat atau membuka peluang orang-orang yang wataknya sudah memang penipu semakin menjadi-jadi penipunya, inilah bibit-bibit koruptor masa akan datang, karena diawali dari penipuan maka akan seterusnya menjadi penipu……………….. semuanya dipalsukan……….. tolong tim pendataan harus selalu selektif memilihnya………TKS. semoga penipu itu cukup sampai disini…………………..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s