Aryo Penangsang dan Kontroversi.

Makam Aria Penangsang di Kadilangu
Makam Aria Penangsang di Kadilangu

Dalam kunjungan ziarah ke makan Sunan Kalijaga di Kadilangu Demak, saya terkaget-kaget ketika di pojok kiri arah menuju makam Sunan Kalijaga, tertulis petunjuk arah ke Makam ‘Haryo Penangsang’. Dalam hati saya, apakah ini yang disebut juga dengan Aria Penangsang, tokoh kontroversi dalam sejarah tanah Jawa terutama pada masa kerajaan Demak. Saya lalu mengabadikan makam tersebut, sepanjang perjalanan menuju Yogyakarta saya coba nyari di google, apa benar makam Haryo Penangsang adalah makam sang Aria Penangsang yang tersohor dalam  cerita adu kesaktian dengan Hadiwijaya atau Joko Tingkir penguasa Pajang.

Pusara Aria Penangsang Di Kadilangu
Pusara Aria Penangsang Di Kadilangu

Yang namanya kontroversi memang semakin menjadi, dibeberapa situs seperti http://sejarahgunungbatu.blogspot.com/2012/04/makamkuburan-ratu-sahibul-ada.html, menyatakan bahwa makam Aria Penangsang ada di tiga tempat yaitu di sekitar Masjid Demak, di Kadilangu dan di Indra Laya Ogan Ilir.  Saya tidak ingin memperdebatkan dimana beliau di makamkan, biarlah hanya Allah yang tahu. Bagaimana pun pandangan kita tentang beliau, yang pasti beliau pasti orang yang saleh, karena salah satu murid kesayangan Sunan Kudus. Salah satu Wali Songo, penyebar agama Islam yang masyhur di kawasan Jawa Tengah.

Lalu siapa Aria Penangsang ? Menurut Wikipedia.org.id, Ario Penangsang atau Arya Jipang atau Ji Pang Kang adalah anak dari Pangeran Sekar atau Raden Kikin, cucu dari Raden Patah, raja pertama Demak. Nenek dari Aria Penangsang (istri Raden Patah) adalah anak seorang Bupai di Jipang (sekarang Cepu, Blora, Jawa Tengah). Sehingga ia mewarisi kedudukan kakeknya menjadi Bupati di Jipang Panolan sekitar abad ke-16. Nama Aria Penangsang sering disebut-sebut dalam beberapa sumber sejarah seperti Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda. Kedua sumber sejarah ini merupakan sastra sejarah berbentuk baboon, buku besar yang dibuat pada jaman kerajaan Mataram berisikan tembang Jawa, serta ditulis ulang pada periode bahasa Jawa Baru (abad ke-19). Babad ini menarik perhatian para sejarawan lokal maupun manca negara seperti H.J.de Graaf, Meinsma, T.H. Pigeaud, dan M.C. Ricklefs.

Kontroversi dimulai ketika terjadi suksesi kepemimpinan di kerajaan Demak, tahun 1521 Adipati Kudus (anak Raden Patah, orang Portugis menyebutnya Pati Unus atau Adipati Unus) pewaris tahta gugur dalam perang. Ternyata sepeninggal Pati Unus kerajaan Demak diperebutkan kedua adiknya yaitu Pangeran Sekar (Ayah Aria Penangsang) dan Sultan Trenggono. Politik kerajaan Demak pun semakin memanas, layaknya perebutan kekuasaan dibeberapa periode kekinian dalam sejarah Indonesia dihiasi dengan cucuran darah. Raden Mukmin atau Sunan Prawoto (anak Sultan Trenggono) membunuh pamannya sendiri Pangeran Sekar. Dalam beberapa literatur, tak disebutkan apakah ada konpirasi antara anak dan ayah, dalam usaha membunuh Pangeran Sekar, Wallahualam. Sepeninggal ayahnya, Aria Penangsang yang masil kecil menjadi Adipati di Jipang dibantu patih kadipaten.

Sultan Trenggono pun jadi raja Demak yang ketiga hingga gugur tahun 1546 di Panarukan. Sepeninggal Trenggono, Sunan Prawoto jadi raja Demakpada tahun 1546. Tahun 549 Arya Penangsang dengan dukungan gurunya, yaitu Sunan Kudus, membalas kematian Raden Kikin dengan mengirim utusan bernama Rangkud untuk membunuh Sunan Prawoto dengan Keris Kyai Setan Kober. Rangkud sendiri tewas pula, saling bunuh dengan korbannya itu. Keterlibatan Sunan Kudus, patut dipertanyakan maksud dan tujuannya, hal ini ditanyakan langsung oleh Ratu Kalinyamat, adik  Sunan Prawoto. Namun jawaban Sunan Kudus bahwa Sunan Prawoto mati karena karma membuat Ratu Kalinyamat kecewa.

Ratu Kalinyamat bersama suaminya pulang ke Jepara. Di tengah jalan mereka diserbu anak buah Arya Penangsang. Ratu Kalinyamat berhasil lolos, sedangkan suaminya, yang bernama Pangeran Hadari, terbunuh.Arya Penangsang kemudian mengirim empat orang utusan membunuh saingan beratnya, yaitu Hadiwijaya, menantu Trenggana yang menjadi bupati Pajang. Meskipun keempatnya dibekali keris pusaka Kyai Setan Kober, namun, mereka tetap dapat dikalahkan Hadiwijaya dan dipulangkan secara hormat.Hadiwijaya ganti mendatangi Arya Penangsang untuk mengembalikan keris Kyai Setan Kober. Keduanya lalu terlibat pertengkaran dan didamaikan Sunan Kudus. Hadiwijaya kemudian pamit pulang, sedangkan Sunan Kudus menyuruh Penangsang berpuasa 40 hari untuk menghilangkan Tuah Rajah Kalacakra yang sebenarnya akan digunakan untuk menjebak Hadiwijaya tetapi malah mengenai Arya Penangsang sendiri pada waktu bertengkar dengan Hadiwijaya karena emosi Aryo Penangsang sendiri yang labil.

Dalam perjalanan pulang ke Pajang, rombongan Hadiwijaya singgah ke Gunung Danaraja tempat Ratu Kalinyamat bertapa. Ratu Kalinyamat mendesak Hadiwijaya agar segera menumpas Arya Penangsang. Ia,, yang mengaku sebagai pewaris takhta Sunan Prawoto, berjanji akan menyerahkan Demak dan Jepara jika Hadiwijaya menang.Hadiwijaya segan memerangi Penangsang secara langsung karena merasa sebagai sama-sama murid Sunan Kudus dan sesama anggota keluarga Demak. Maka diumumkanlah sayembara, barangsiapa dapat membunuh bupati Jipang tersebut, akan memperoleh hadiah berupa tanah Pati dan Mataram.Kedua kakak angkat Hadiwijaya, yaitu Ki Ageng Pemanahan dan Ki Panjawi mendaftar sayembara. Hadiwijaya memberikan pasukan Pajang dan memberikan Tombak Kyai Plered untuk membantu karena anak angkatnya, yaitu Sutawijaya (putra kandung Ki Ageng Pemanahan ikut serta.

Ketika pasukan Pajang datang menyerang Jipang, Arya Penangsang sedang akan berbuka setelah keberhasilannya berpuasa 40 hari. Surat tantangan atas nama Hadiwijaya membuatnya tidak mampu menahan emosi. Apalagi surat tantangan itu dibawa oleh pekatik-nya (pemelihara kuda) yang sebelumnya sudah dipotong telinganya oleh Pemanahan dan Penjawi. Meskipun sudah disabarkan Arya Mataram, Penangsang tetap berangkat ke medan perang menaiki kuda jantan yang bernama Gagak Rimang.

Kuda Gagak Rimang dengan penuh nafsu mengejar Sutawijaya yang mengendarai kuda betina, melompati bengawan. Perang antara pasukan Pajang dan Jipang terjadi di dekat Bengawan Sore. Akibatnya perut Arya Penangsang robek terkena tombak Kyai Plered milik Sutawijaya. Meskipun demikian Penangsang tetap bertahan. Ususnya yang terburai dililitkannya pada gagang keris yang terselip di pinggang.Penangsang berhasil meringkus Sutawijaya. Saat mencabut keris Setan Kober untuk membunuh Sutawijaya, usus Arya Penangsang terpotong sehingga menyebabkan kematiannya.Dalam pertempuran itu Ki Matahun, patih Jipang, tewas pula, sedangkan Arya Mataram meloloskan diri. Sejak awal, Arya Mataram memang tidak pernah sependapat dengan kakaknya yang mudah marah itu.

Begitulah penggalan cerita sang kontroversi Aria Penangsang, bagi sebagian orang beliau dianggap sebagai tokoh yang dikorbankan, tokoh yang dianggap antagonis cepat marah, ada juga yang beranggapan sebagai usaha supaya Jipang tidak berkuasa di Demak. Ada juga beranggapan bahwa Babad Tanah Jawi yang menceritakan Aria penangsang,  sengaja dibuat oleh yang berkuasa saat itu, keturunan Sutawijaya untuk memutar balikkan fakta yang sebenarnya. Bisa jadi, pameo bahwa sejarah dibuat oleh yang menang atau yang berkuasa itulah kenyataannya. Dalam sejarah yang memang begitu, lah .. yang paling saya ingat sejak dulu adalah bahwa tidak ada sejarah yang final (Sartono Kartodirdjo).

Wallahualam bi shawab.

Vredeburg, Benteng Perdamaian.

Benteng Vredeburg
Benteng Vredeburg, 31 Desember 2013

Yogyakarta, salah satu kota yang menjadi saksi hebatnya perjuangan bangsa ini melawan tirani bangsa asing. Bangunan-bangunan nan eksotik menjadi saksi, sumber sejarah, serta inspirasi tentang perasaan kebangsaan. Salah satu bangunan sejarah dan sekaligus jadi wisata menarik di Yogyakarta adalah Benteng Vredeburg. Benteng ini berdiri terkait erat dengan munculnya Kesultanan Yogyakarta, berdasarkan Perjanjian Giyanti, tanggal 13 Februari 1755 yang berhasil menyelesaikan perseteruan antara Susuhunan Pakubuwono III dengan Pangeran Mangkubumi (Sultan Hamengku Buwono I kelak) adalah merupakan hasil politik Belanda yang selalu ingin ikut campur urusan dalam negeri raja-raja Jawa waktu itu. Berdasarkan perjanjian ini, wilayah Mataram dibagi dua:  Sunan Pakubuwana III berkedudukan di Surakarta, sementara  Pangeran Mangkubumi  menjadi Sultan Hamengkubuwana I yang berkedudukan di Yogyakarta.

Benteng ini mulai dibangun tahun 1760 oleh Sultan Hamengkubowono I atas permintaan Belanda, dengan sangat sederhana berbentuk bujur sangkar. Di keempat sudutnya dibuat tempat penjagaan yang disebut seleka atau bastion. Pada tahun 1765 diusulkan kepada sultan agar benteng diperkuat menjadi bangunan yang lebih permanen agar lebih menjamin kemanan. Usul tersebut dikabulkan, selanjutnya pembangunan benteng dikerjakan di bawah pengawasan seorang Belanda ahli ilmu bangunan yang bernama Ir. Frans Haak.

Usul Gubernur W.H. Van Ossenberg agar bangunan benteng lebih disempurnakan, dilaksanakan tahun 1767. Periode ini merupakan periode penyempurnaan Benteng yang lebih terarah pada satu bentuk benteng pertahanan.Menurut rencana pembangunan tersebut akan diselesaikan tahun itu juga. Akan tetapi dalam kenyataannya proses pembangunan tersebut berjalan sangat lambat dan baru selesai tahun 1787. Hal ini terjadi karena pada masa tersebut Sultan yang bersedia mengadakan bahan dan tenaga dalam pembangunan benteng, sedang disibukkan dengan pembangunan Kraton Yogyakarta. Setelah selesai bangunan benteng yang telah disempurnakan tersebut diberi nama Rustenburg yang berarti ‘Benteng Peristirahatan’.

Pada tahun 1867 di Yogyakarta terjadi gempa bumi yang dahsyat sehingga banyak merobohkan beberapa bangunan besar seperti Gedung Residen (yang dibangun tahun 1824), Tugu Pal Putih, dan Benteng Rustenburg serta bangunan-bangunan yang lain. Bangunan-bangunan tersebut segera dibangun kembali. Benteng Rustenburg segera diadakan pembenahan di beberapa bagian bangunan yang rusak. Setelah selesai bangunan benteng yang semula bernama Rustenburg diganti menjadi Vredeburg yang berarti ‘Benteng Perdamaian’. Nama ini diambil sebagai manifestasi hubungan antara Kasultanan Yogyakarta dengan pihak Belanda yang tidak saling menyerang waktu itu.

Bentuk benteng tetap seperti awal mula dibangun, yaitu bujur sangkar. Pada keempat sudutnya dibangun ruang penjagaan yang disebut seleka atau bastion. Pintu gerbang benteng menghadap ke barat dengan dikelilingi oleh parit. Di dalamnya terdapat bangunan-bangunan rumah perwira, asrama prajurit, gudang logistik, gudang mesiu, rumah sakit prajurit dan rumah residen. Di Benteng Vredeburg ditempati sekitar 500 orang prajurit, termasuk petugas medis dan paramedis. Disamping itu pada masa pemerintahan Hindia Belanda digunakan sebagai tempat perlindungan para residen yang sedang bertugas di Yogyakarta. Hal itu sangat dimungkinkan karena kantor residen yang berada berseberangan dengan letak Benteng Vredeburg. Sejalan dengan perkembangan politik yang berjadi di Indonesia dari waktu ke waktu, maka terjadi pula perubahan atas status kepemilikan dan fungsi bangunan Benteng Vredeburg.

Status tanah benteng tetap milik kasultanan, tetapi secara de facto dipegang oleh pemerintah Belanda. Karena kuatnya pengaruh Belanda maka pihak kasultanan tidak dapat berbuat banyak dalam mengatasi masalah penguasaan atas benteng. Sampai akhirnya benteng dikuasai bala Tentara Jepang tahun 1942 setelah Belanda menyerah kepada Jepang dengan ditandai dengan Perjanjian Kalijati bulan Maret 1942 di Jawa Barat.

Sumber Tulisan : http://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Benteng_Vredeburg

The Lady, Aung San Suu Kyi Versi Hollywood (Belajar Meresensi)

Akhirnya saya berkempatan melihat sebuah film kolosal tentang seorang tokoh aktivis perempuan dari Myanmar Aung San Suu Kyi, yang berjuang untuk menegakkan demokrasi di negaranya. Film yang berjudul The Lady,  dibuat tahun 2011 ini, baru saya lihat malam kemaren (27/3) melalui channel HBO. Sambil menahan kantuk, saya melihat film ini .. sambil merencanakan untuk membuat resensi sederhana. Ya, bukan resensi lah namanya cuma oret-oret aja, hehehe. Terlebih negara asal Suu Kyi salah satu negara juga yang di bahas dalam pembelajaran IPS Terpadu kelas IX Semester 2 tingkat MTs/SLTP. Berikut resensi sederhananya .. :)

The Lady, merupakan penggambaran utuh tentang Aung San Suu Kyi. Aktivis perempuan Myanmar, anak seorang pahlawan kemerdekaan Myanmar dari penjajahan Inggris yang bernama Aung San. Di awal film, diceritakan bagaimana sang ayah, di eksekusi secara sadis oleh militer. Saya tidak begitu mengetahui pihak militer mana yang mengeksekusi Aung San, di beberapa kritikus film yang saya baca, yang membunuh Aung San adalah pihak sekutu (teman) Aung San sendiri, yang berbalik memusuhi Aung San.

Ada hal yang baru saya ketahui dari film ini tentang Suu Kyi, ternyata beliau sejak tahun 1960-an berada di luar negeri baik untuk sekolah, bekerja dan berkeluarga. Ketika tahun 1960, Suu Kyi mengikuti ibunya jadi duta besar Birma untuk India, dia lulus dari Lady Shri Ram College di New Delhi pada tahun 1964. Ia melanjutkan pendidikannya di St Hugh’s College, Oxford, memperoleh gelar B.A. dalam bidang Filosofi, Politik, dan Ekonomi pada tahun 1989. Setelah lulus, ia melanjutkan pendidikannya di New York, dan bekerja untuk pemerintah Persatuan Myanmar. Pada tahun 1972, Aung San Suu Kyi menikah dengan Dr. Michael Aris, seorang pelajar kebudayaan Tibet. Tahun berikutnya, ia melahirkan anak laki-laki pertamanya, Alexander, di London; dan pada tahun 1977 dia melahirkan anak kedua, Kim, yang belajar di George Washington University dari Januari 1991 sampai Februari 1991.

Suu Kyi dalam film The Lady, secara apik diperankan oleh Mantan Miss Malaysia dan aktris legendaris Hong Kong, Michelle Yeoh. Sedang Dr. Aris di perankan oleh David Thewlis. Kisah dramatis film ini dimulai ketika Suu Kyi harus balik ke Myanmar untuk menjenguk ibunya yang sedang sakit pada tahun 1988. Pemerintahan junta militer Myanmar sedang mendapat perlawanan dari hampir semua elemen masyarakat, mulai dari pelajar, sipil, hingga kaum biksu. Kekerasan pihak militer tampak jelas dalam film ketika membubarkan aksi demonstrasi. Situasi dan kondisi Myanmar demikian akhirnya menggugah Suu Kyi, ikut serta di dalam aksi perlawanan terhadap rezim militer.

Keikutsertaan Suu Kyi dalam perjuangan menegakkan demokrasi di Myanmar, ternyata harus mengorbankan kebahagian pribadi dan keluarganya. Walau beberapa saat suami dan anaknya pernah mendampinginya di Myanmar, namun junta militer menjadikan keluarga sebagai alat untuk melemahkan perjuangan Suu Kyi. Junta Militer menahan Suu Kyi dalam tahanan rumah selama hampir 21 tahun. Mereka melarang bertemu dengan keluarga, Suami dan Anak-anak Suu Kyi tidak mendapat Visa untuk ke Myanmar, sementara jika Suu Kyi keluar dari Myanmar, dipastikan tidak akan bisa balik lagi ke Myanmar.

Meskipun film ini jelas dimaksudkan sebagai sebuah film advokasi atas nama koalisi demokrasi Suu Kyi, namun The Lady mampu mengemasnya secara efektif dengan bumbu asmara yang cerdas, dengan menyorot kepada hubungan Aris dan Suu Kyi yang memang merupakan salah satu cerita besar dalam dunia cinta. Memang, itu juga merupakan anggapan salah satu kelemahan rezim militer Myanmar yang tidak berhasil berusaha mengeksploitasi kisah ini untuk meredam perlawanan Suu Kyi.

Kemenangan peraih Nobel Perdamaian, Aung San Suu Kyi dalam pemilu parlemen yang baru saja dilangsungkan di Myanmar, terlihat sepertinya merupakan sebuah terobosan bagi Myanmar yang telah sekian lama di bawah pemerintahan diktator junta militer, untuk hidup dengan bebas dan demokratis. Namun, penting untuk diingat bahwa janji-janji masa lalu mengenai liberalisasi kebanyakan hanya menguap begitu saja seiring waktu.

Suu Kyi telah menyaksikan berbagai permasalahan dari sudut pandang pribadi yang jelas, menjadi wajah internasional dari oposisi Myanmar, yang didukung pula dengan kepribadiannya yang luar biasa. Kisah perjuangan dari sang aktivis yang berani dan pengorbanannya yang memilukan didramatisasi dalam film The Lady, karya sutaradara Luc Besson.

Semoga Bermanfaat

Kurikulum 2013, Apa yang baru..

Tahun ajaran depan 2013-2014, siapa siap dengan kurikulum 2013 yang baru terutama untuk siswa kelas 7 ditingkat SLTP/MTs dan kelas 10 ditingkat sma/aliyah. Sebagai user, kadang pengetahuan tentang kurikulum agak redup-redup, sedap-sedap manis itu barang. Di ikutkan dalam sosialisasi ya syukur alhamdulillah, atau ketemu cetakannya juga alhamdulillah. Asal jangan nggak peduli sama sekali, dan terserah mau kurikulum apa yang penting ngajar selesai terus dapat gaji dan tunjangan profesi guru. Ketemu guru dengan kategori tersebut seharusnya yang aktif si pembuat kurikulum. Tapi, sosialisasi kental banget dengan proyek. Mensosialisasi kurikulum baru dengan 4 juta guru tentu perlu banyak dana. Tapi sudahlah.. Itu jadi urusan mereka.

Sepintas saya pernah membaca draf kurikulum 2013, yang baru dibanding dengan kurikulum ktsp adalah bertambahnya jam pelajaran untuk beberapa mata Pelajaran terutama mata pelajaran yang di ujian Nasional kan, walau beberapa sekolah sudah menaikkan sendiri jam pelajaran sejak beberapa tahun yang lalu. Yang baru lagi, penghapusan mata pelajaran Teknologi Informasi dan komunikasi. Ceritanya mata pelajaran ini akan di lebur kedalam semua mata pelajaran. Apa jadinya, bagi lembaga pendidikan tenaga kegunaan yang telah membuka jurusan Tik. Entah mungkin masih di tampung ditingkat pendidikan kejurunan. Bagaimana peleburan Tik dalam setiap pembelajaran, juga masih nggak jelas.

Jangan-jangan penghapusan mata pelajaran Tik karena tidak sanggup menyediakan sarana prasarana mata pelajaran ini yang identik dengan pembelajaran komputer. Sarana infrastruktur aja tidak bisa diratakan, padahal sudah berpuluh-puluh tahun APBN. Bagaimana dengan penyediaan satu komputer satu siswa? Memang ruwet ya…Yang baru lagi, sepertinya guru tak akan repot bikin administrasi pelajaran berbentuk silabus lagi, karena kalau benar-benar bikin silabus sih agak repot, yang jadi masalah kalau guru gak mau repot, copy pasti silabus entah dari negeri entah berantah sana. Hehehhe

Yang baru lagi, selain penghapusan mata pelajaraan TIK, juga muatan lokal dan pengembangan diri. Untuk tingkat satuan SLTP/MTs keduanya masuk dalam mata pelajaran Seni Budaya, pendidikan Jasmani dan rohani serta mata pelajaran baru Prakarya. Wah, ini yang benar-benar baru, yaitu Prakarya. Entah guru jurusan apa yang akan mengajar mata pelajaran ini. Jangan-jangan nasibnya akan seperti TIK di kurikulum perubahan yang akan datang. Dihapuskan tanpa ampun, hehehe lagi. Ya begini ini, kalo yang nulis postingan ini gak ngerti kurikulum.

Terkhusus untuk mata pelajaran yang saya ajar, saya kutip langsung dari draf kurikulum 2013 berbunyi demikian : “IPA dan IPS dikembangkan sebagai mata pelajaran integrative science dan integrative social studies, bukan sebagai pendidikan disiplin ilmu. Keduanya sebagai pendidikan berorientasi aplikatif, pengembangan kemampuan berpikir,kemampuan belajar, rasa ingin tahu, dan pembangunan sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan alam dan sosial”.

Dibeberapa literatur tentang kurikulum, integrative science dan integrative social studies merupakan mata pelajaran baru yang ditujukan untuk persiapan sebelum masuk ke  suatu disiplin ilmu tertentu 1). Integrative social studies, merupakan mata pelajaran yang memberikan pengenalan pengetahuan berbagai macam disiplin ilmu sosial, baik tentang tubuh ilmu pengetahuan itu sendiri, teori, praktik dan metode yang akan membawa kepada pemahaman terhadap manusia. Diharapkan siswa dapat membedakan yang mana asumsi, pendapat pribadi dan kesimpulan. Berdasarkan pemikiran yang kritis dan analitis 2).

Googling dengan keyword integrative social studies, sepertinya kurikulum 2013 untuk mata pelajaran IPS, ‘mengadop’ kurikulum negara-negara barat terutama Amerika Serikat. Tujuan utama dari setiap pembelajaran tentu baik, tinggal pengaplikasian dalam setiap pembelajaran di kelas dan lingkungan.

So, untuk semua guru .. selamat menjalankan tugas dan sukses selalu.

1) What Is Integrated Science ?, http://www.princeton.edu/integratedscience/

2) Integrative Studies in Social Science, http://www.cis-ss.msu.edu/iss/index.php

Siti Fatimah binti Maimun, … (Kisah Perjalanan)

wpid-DSCF1962.jpg

image

Alhamdulilah, musim liburan kali ini, saya berkesempatan berkunjung lagi ke tempat-tempat yang sekiranya memberi pengalaman dan pengetahuan, syukur-syukur bisa jadi oleh-oleh di dalam kelas. Bersama keluarga, saya berkunjung ke makam seorang perempuan, yang dibatu nisannya tertulis nama Fatimah binti Maimun, dengan kaligrafi Arab bergaya Kufi. Selain memuat nama sang putri, juga memuat tanggal wafatnya almarhumah, tgl  7 Rajab 475 Hijriah atau  2 Desember 1082 Masehi.  Makam berbentuk kubus dengan bentuk menyerupai rupa bentuk candi-candi yang tersebar di pulau Jawa. Terletak di desa Leran, Kecamatan Manyar, kota Gresik.
Berdasarkan, angka tahun yang tertulis pada batu nisan, maka ini merupakan salah satu sumber sejarah Islam tertua di nusantara. Berdasarkan sumber tertulis tertua yang menjadi bandingan, terdapat dalam sejarah Banten yang ditulis tahun 1662, disebutkan bawa seorang putri bernawa Putri Suwari yang di tunangkan dengan raja terakhir Majapahit. Jika benar adanya, maka putri Suwari memiliki peranan penting dalam perkembangan ajaran agama Islam. Paling tidak, abad ke 11 di pulau Jawa, khususnya Jawa Timur berkembang komunitas muslim. Berbagai macam legenda (folklore) berkembang tentang Fatimah, ada yang menyebut dari Kamboja (Champa), hal ini bisa jadi. Karena kaligrafi tulisan batu nisan dengan gaya kufi ditemukan juga di daerah Phanrang, Champa selatan. Ada juga yang menyebut dari Kedah, Malaysia dan masih merupakan dari keponakan Maulana Malik Ibrahim.
Nama putri Suwari juga disebut-sebut dalam jurnal perjalanan Moquete, yang pernah berkunjung ke Leran. Moquette menyebut bahwa putri Suwari punya hubungan dengan Maulana Malik Ibrahim (salah satu wali Songo), namun agak susah diterima kedua tokoh ini hidup sejaman, karena perbedaan penanggalan wafat keduanya berbeda 400 tahun.
Di dalam cungkup makam, makam Siti Fatimah binti Maimun berjejer dengan para putri lain yang diyakini sebagai dayang-dayang sang putri. Terdiri dari putri Keling, putri Kamboja dan putri Kucing.

image

image

Siapapun sang putri, merupakan bukti panjangnya proses penyebaran dan pengembangan ajaran agama Islam. Bermula dengan sistem pelayaran perdagangan hingga melalui perkawinan, jadi saluran proses Islamisasi. Hingga menjadi acuan akidah dan akhlak 90% persen lebih pendudukn Indonesia. Terlepas dari apapun setiap berkunjung ke makam siapapun, yang penting kita selalu ingat akan mati, sehingga kita akan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita disertai do’a dan ucapan terima kasih kepada mereka yang telah memperjuangkan Islam, yang menjadi pegangan kita hingga hari akhir.
Surabaya, 2 Januari 2012

Kalimantan Selatan, Krisis Listrik di Lumbung Energi

Ada sarkasme berumur puluhan tahun di Kalimantan Selatan tentang listrik, byar pet atau lampu mati tiba-tiba adalah biasa, yang tidak biasa adalah lampu menyala terus sepanjang tahun. Ironisnya, Kalimantan Selatan adalah lumbung energi, paling tidak menurut Indonesia Mineral and Coal Statistics, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Tahun 2005, produksi batubara di Kalimantan Selatan, yang tercatat secara resmi pada tahun 2003 adalah 46.116.289,80 ton dan meningkat pada tahun 2004, yaitu sebesar 54.540.977,16 ton. Ini logika ngaak nyambung pertama, kita (Kalsel) penyumbang utama energi nasional (terutama Jawa dan Bali) untuk mereka bersenang-senang di malam hari dalam keadaan terang, sedang disini bergelap-gelapan ditambah dengan gerahnya cuaca karena ciri khas alam dataran rendah dengan tingginya kelembapan.

Emangnya Kalsel tidak punya pembangkit listrik ? Punya dong, setidaknya Kalimanatan Selatan punya satu PLTA, satu PLTG, dan satu PLTU. Namun, jumlahnya tak mampu mensuplai kebutuhan listrik di Kalimantan Selatan. Al hasil jika salah satu pembangkit listrik bermasalah (istilah PLN gangguan) maka gelaplah dunia. Anehnya (mungkin tidak aneh bagi PLN) kerusakan/gangguan seperti berkala alias dalam periode tertentu. Entah pembangkit lain di nusantara punya masalah yang sama dengan pembangkit yang ada di Kalsel, tapi kita jarang-jarang koq dengar berita, misalnya ada menyala bergilir di Jakarta atau kota-kota besar lainnya di Jawa.

Kalimantan Selatan, setelah puluhan tahun mengalami krisis listrik berharap banyak pada PLTU Asam-asam unit III dan IV dengan kekuatan 2 x 65 MW, seperti yng dijanjikan oleh Gubernur Kalimantan Selatan H. Rudy Arifin (kebetulan nih, langsung kepada saya di Twitter) akan masuk ke sistem listrik pada akhir bulan Nopember 2012. Kita tunggu deh pokoknya realisasinya.

Gejala-gejala ketidak puasan rakyat Kalsel pun menyeruak, mulai dengan memblokade sungai Barito (beberapa bulan yang lalu), hingga demo di depan istana negara beberapa hari yang lalu. Dalam teori gerakan massa menurut Eric Hoffer, sekumpulan perasaan kecewa biasanya akan menggumpal menjadi gerakan yang muncul karena adanya kerelaan partisipannya untuk berkorban sampai mati yang dilakukan dengan kompak, dan didorong oleh fanatisme, antusiasme dan harapan yang berapi-api. Tujuannya hanya satu: perubahan. Menurut Hoffer, dorongan semacam ini hanya akan ada di kalangan orang-orang yang terpinggirkan dan merasa frustrasi dengan keadaan di sekitarnya.

Jika muncul gerakan masiv dan anarkis (kalsel telah membuktikannya tahun 1998, ingat peristiwa berdarah ‘Banjarmasin Kelabu’), maka yang rugi adalah kita semua. Karena disini (Kalsel), telah membuktikan kita ‘tak sanggup’ menyimpan kekecewaan dan frustasi begitu luas, akhirnya keluar semuanya dalam bentuk anarkis.

bagaimana menurut anda ?

Membangun Sosial Media Sebagai Pusat Pembelajaran

Screen Shot, FB Sebagai Pembelajaran
Screen Shot, FB Sebagai Pembelajaran

Sosial media jadi sarana baru untuk berkomunikasi sesama manusia, gejala ini sudah mendunia sejak beberapa tahun yang lalu. Sosial media digunakan secara online dengan para penggunannya, secara mudah terhubung antara satu dengan lainnya, saling berbagi dan berpartisipasi. Sosial Media terbagi dalam berbagai bentuk media seperti blog, jejaring sosial, forum dan dunia maya lainnya. Jejaring sosial termasuk yang paling sering digunakan oleh seluruh masyarakat di dunia.

Dunia pendidikan seharusnya juga tak ketinggalan untuk memanfaatkan social media. Keterbatasan layanan internet jadi kendala besar, walau masih ditunggu, pemerintah semoga bisa menyediakan layanan internet yang memadai bagi dunia pendidikan. Selain itu, kita (dunia pendidikan) masih berusaha keras untuk meminimalkan dampak negatif  dari dunia IT dan khususnya Sosial Media. Pornografi merupakan salah satu dampak negatif yang harus dilawan secara hebat, seperti perlawanan kita terhadap narkotika.

Adalah Facebook, salah satu social media yang paling besar digunakan diantara sosial media lainnya, walau  bukan yang pertama. Diciptakan oleh Mark Zuckerberg bersama teman-temannya pada tahun 2004, merupakan jejaring sosial media terbesar di dunia. Kekuatan sosial media Facebook, terletak pada kemampuan menyampaikan pesan kepada orang banyak dan dalam waktu yang cepat dibanding media sosial lainnya.

Menerapkan FB sebagai salah satu pusat pembelajaran bisa dengan berbagai cara, mulai dengan mengupdate status, group dan halaman (Fan Page). Tentunya dengan membuat postingan yang berhubungan dengan materi pelajaran. Bisa merupakan materi yang diberikan di sekolah/madrasah, bisa juga berupa pendalaman materi. Untuk bisa semua siswa bisa mengakses postingan, bisa diberikan jadwal tetap setiap pembuatan postingan atau tulisan. Sebisa mungkin di buat jadwal tertentu, supaya tidak mengganggu aktivitas lainnya.

Untuk menambah semangat mereka, ajak diantara beberapa siswa sebagai pengelola atau gate keeper yang bertugas mengajak teman-teman yang lain atau menghapus komentar yang tidak senonoh. Selain itu ajak beberapa siswa untuk membuat tulisan atau pertanyaan seputar pelajaran, untuk menambah wawasan mereka.

Untuk yang mau melihat Social Media sebagai pusat pembelajaran yang saya buat bisa meng klik nya DISINI.

Semoga Bermanfaat