One Stop Shoping (Kisah Perjalanan 3)

Berkunjung ke Jakarta tak lengkap jika diakhiri dengan shoping di pusat-pusat perbelanjaan yang sudah terkenal di antero nusantara bahkan di Asia tenggara. Yang terkenal dari sekian banyak pusat perbelanjaan adalah Tanah Abang dan Mangga Dua. Dua tempat ini menjual segala bentuk tekstil secara grosiran. Harap di ingat, di tempat ini bisaanya menjual barang  minimal antara 3 dan 6 buah, baik berdasarkan seri (nomor) maupun model/warna. Bisaanya juga dijual untuk eceran, hanya untuk sisa-sisa barang yang sudah terjual. Di kawasan Tanah Abang ada tiga blok, untuk barang yang dijual secara eceran ada di blok B, selain nya hanya untuk di jual secara gorsiran. Untuk mempermudah penjualan, bisaanya mereka memberi tanda untuk bisa di jual grosir atau eceran.

Jika anda riskan membawa uang tunai, bisa juga dengan menggunakan kartu debit BCA. Sayangnya, hanya jenis kartu debit ini yang bisa digunakan, dibeberapa tempat juga tersedia dari Mandiri. Sedang kartu kredit hampir pasti tidak bisa digunakan.

Jika anda membawa rombongan, sebaiknya jangan terpisah-pisah. Apalagi jika hanya ‘one stop shoping’ artinya hanya belanja dan terus melanjutkan perjalanan. Di Tanah Abang, tidak disediakan parkir untuk bus, jika harus parkir maka harus membayar dengan preman setempat (preman di Tanah Abang terkenal  punya persatuan yang kuat). Pengalaman rombongan kami, harus terpisah dan tersesat maka harus tanggung sendiri pulang ke penginapan naik taxi.

Sedang di Mangga Dua, yang agak longgar adalah di ITC Mangga Dua, selain tersedia parkir bus, juga yang dijual lebih banyak secara eceran, bahkan ada yang dijual secara obral. Tas wanita dan sepatu mendominasi penjualan obral.

Bagaimana dengan harga ? Jika anda untuk menjual lagi, tentu harga murah dan mungkin keuntungan yang berlipat ganda. Namun jika ingin menggunakan sendiri, sebenarnya harga hampir sama dengan harga di daerah. Bisa juga dengan rombongan membeli secara grosir terus dibagi-dibagi dengan teman satu rombongan. Untuk hal ini sebaiknya anda membeli gorsir berdasarkan warna, dengan jika berdasarkan series anda harus punya kelompok dengan ukuran 27, 28, 29, 20, 31 (untuk celana).

Ya .. Jakarta, menyediakan secara apik yang ingin berbelanja dan prilaku konsumtif.

Monumen Pancasila Sakti dan Pengkhiatan PKI (Kisah Perjalanan 2)

Ketika mengunjungi  Jakarta (6-8 Januari 2012), saya agak kaget ketika rombongan diajak untuk mengunjungi Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Pondok Gede. Sewaktu kecil saya sudah pernah diajak kesana, sekarang datang lagi tentu dengan tampilan yang berbeda, terutama dengan keberadaan Museum Pengkhianatan Komunis (PKI). Berkunjung ke tempat ini selalu saja, menggugah perasaan dengan tampilan gambar, patung maupun sisa-sisa kekerasan terhadap para jendral yang menjadi korban.

Apa sih Monumen Pancasila Sakti ? Sebuah monumen untuk memperingati peristiwa Gerakan 30 September atau yang sering disingkat G 30 S PKI, G-30S/PKI, Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh), Gestok (Gerakan Satu Oktober) adalah sebuah peristiwa yang terjadi selewat malam tanggal 30 September sampai di awal 1 Oktober 1965 di mana enam perwira tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usaha percobaan kudeta yang kemudian dituduhkan kepada anggota Partai Komunis Indonesia.

PKI merupakan partai komunis yang terbesar di seluruh dunia, di luar Tiongkok dan Uni Soviet. Anggotanya berjumlah sekitar 3,5 juta, ditambah 3 juta dari pergerakan pemudanya. PKI juga mengontrol pergerakan serikat buruh yang mempunyai 3,5 juta anggota dan pergerakan petani Barisan Tani Indonesia yang mempunyai 9 juta anggota. Termasuk pergerakan wanita (Gerwani), organisasi penulis dan artis dan pergerakan sarjananya, PKI mempunyai lebih dari 20 juta anggota dan pendukung.

Continue reading

Bandung, Never End .. (Kisah Perjalanan 1)

Foto Pribadi (2012)

Bandung, masih menyediakan eksotiknya daerah dataran tinggi dengan jejeran pegunungan. Rasanya tak cukup dengan kata-kata untuk mengungkapkannya. Ranah sejarah dan budaya, turut menambah senangnya berkunjung di wilayah yang dulu salah satu basis perjuangan di masa kemerdekaan. Sayangnya, saya selalu tak cukup waktu, untuk menulusuri lekuk daerah yang di kenal juga dengan Pasundan. Selain hanya ikut rombongan, jadi tak leluasa mengikuti kata hati mencari pengalaman dengan melihat tapak jejak alam, sejarah dan budayanya. Entahlah, mungkin suatu saat, kita tuntaskan dahaga menikmati kemolekan Bandung dan Jawa Barat.

Majunya perkembangan kota, sebagai kota satelit dari Metropolitan Jakarta, wuih .. semakin menyegarkan mata, salah satunya adalah Trans Studio Bandung, wahana segala macam hiburan dengan basic acara TV yang dibuat indor, siap jadi ikon baru kota Bandung. Sayangnya, wahana ini peruntukannya untuk golongan menengah ke atas. Biaya masuk Rp. 200.000,- (saat liburan) bagi saya sempat mikir dulu untuk bayar tiket masuk.

Namun ada hal yang selalu jadi pertanyaan jika mencari dan berburu souvenir, yaitu mencari yang paling murah. Sepertinya tak pernah ketemu, dimana sebenarnya mencari tas, sepatu, baju yang murah meriah. Mungkin anda ada yang tahu ?? Hehehe

Tunggu ya, cerita selanjutnya

 

Liburan Telah Tiba ! Selamat Tahun Baru 2012

Liburan telah tiba !, dengan kebijakan sendiri secara kabupaten dan (entah) secara propinsi liburan dimulai sejak tanggal 1 Januari 2012.  Sedang turun ke sekolah kembali tanggal 9 Januari 2012. Tugas sebagai guru pada semester pertama tahun ajaran 2011-2012 telah selesai pada tanggal 31 Desember 2011. Sedang pekerjaan sampingan, sebagai pengelola keuangan ditutup dengan rekon SIMAK BMN ke KPKNL pada tanggal 4-5 Januari 2011. Dipertengahan Januari 2012, siap-siap untuk pengajuan uang muka kerja untuk uang persediaan.

Bagaimana dengan liburan nya ? Hehmm.. rencanya sih mau ke Bandung dan Jakarta. Insya Allah, berangkat tanggal 4 Januari 2011. Mengunjungi daerah lain merupakan pengalaman yang mengasyikan, refreshing secara fisik dan rohani. Walau saya tak tahu pasti tempat mana akan dikunjungi di Bandung dan Jakarta, terbayang suasana dingin dan pegunungan di daerah Jawa Barat menjadi sajian dalam liburan kali ini. Secara pengalaman, ini kali ketiga saya mengunjungi daerah Pasundan. Setiap kali melakukan perjalanan, saya berusaha untuk memberi dan mencari kesan, terlebih untuk menambah wawasan pengetahuan dan membawa oleh-oleh bagi peserta didik berupa cerita pengalaman plus Jepretan kamera, oleh-oleh ‘media pembelajaran’ berupa gambar.

Sedang Jakarta, biasanya dimulai dengan ziarah ke makam Habib Husein Al Idrus di Luar Batang (daerah Tanjung Priok). Kami warga Kalimantan Selatan (orang Banjar) biasanya jika berkunjung ke Ibukota selalu disempatkan berziarah ke tempat ini. Entah siapa yang mulai, namun menurut cerita, hal ini biasanya dilakukan oleh ulama kharismatik Kalimantan Selatan (Alm) KH. Zaini Ghani (Guru Sekumpul). Selanjutnya, biasaa lah .. shoping J, walau sebenarnya pengen sekali ke dua tempat di Jakarta, yaitu Musem Gajah dan Museum Fatahillah. Beberapa sumber sejarah otentik, yang menjadi bukti perkembangan sejarah Indonesia ada di sana, seperti prasasti, arca, dan patung-patung. Kalo di foto, asyik tuh dibawa ke dalam kelas. Mudah-mudahan bisa sempat berkunjung ke sana.

Oke, bagi yang sudah liburan, selamat bekerja kembali besok, Semoga di tahun yang baru ini, kita selalu mendapat rahmat dan hidayah dari Allah SWT. Aminn

Kemana nih liburan ini ??

Sabtu (25/6) pembagian raport, sisanya libur hingga 10 Juli 2011. Kemana liburan anda ? Yang pada banyak tabungan bisa jalan-jalan ke tempat hiburan di seantero nusantara. Sepertinya saya akan menghabiskan waktu libur di rumah saja, berhubung tak banyak dananya plus pekerjaan menunggu di awal bulan Juli, rekonsiliasi SIMAK BMN dengan KPKNL setempat.

Rencanakan betul-betul liburan anda, mencari tiket pada saat sekarang tentunya tidaklah ekonomis karena tiket angkutan udara sudah melonjak naik. Baiknya, rencanakan liburan anda jauh hari sebelumnya. Bulan Juni-Juli sebenarnya saat tepat untuk berlibur selain bulan Desember. Di kota-kota besar, ramai pusat hiburan memanfaatkan momentum saat liburan sekolah. Sedang di bulan Desember,puncak liburannya adalah saat perayaan tahun baru Masehi.

Okey .. selamat berlibur,..

Jalan-Jalan Ke Kapuas.. :)

Hari Minggu yang lalu, kami sekeluarga berkunjung ke Kapuas. Sebuah kabupaten di propinsi Kalimantan Tengah, sekitar 30 Km dari kota Banjarmasin. Perjalanan kami kali ini ditemani oleh gerimis hujan sepanjang jalan. Tipologi tanah rawa nan lembek membuat jalan antara Banjarmasin – Kapuas, seolah ‘tak pernah rata’, penuh lubang, bak superball di arena lintas balap grass track /motor cross. Sayang tak ada teknologi tepat guna atau mungkin tidak diterapkan, yang bisa membuat jalan berkontur tanah rawa mulus nan rata.

Berkunjung ke tempat saudara di desa Mambulau, Kapuas biasanya pembicaraan tak lepas  dari masalah perkayuan. Ketatnya pengawasan pemerintah terhadap penebangan hutan, pengolahan serta penjualannya, selalu jadi topik hangat pembicaraan. Mata pencaharian sebagai pengumpul dan penjual kayu olahan, sebenarnya sudah lama bahkan turun temurun  menjadi budaya lokal masyarakat di sekitar aliran sungai-sungai besar di Kalimantan. Transformasi budaya mata pencaharian setempat/lokal, sepertinya harus menjadi perhatian pemerintah setempat.

Memang hutan pulau Kalimantan,yang konon menjadi paru-paru dunia ini mulai menipis dari segi kuantitas. Pengawasan pihak berwenang, patut diacungi jempol. Petugas tak mau diajak kompromi, jadi cerita hangat. Walau demikian, dengan beberapa triks tertentu, beberapa masih bisa lolos dari pengawasan ketat. Di satu sisi pelestarian hutan Kalimantan memang perlu dijaga, namun diperhatikan juga perubahannya di masyarakat. Hutan Kalimantan lah selama ini menjadi sumber mata pencaharian. Tentang solusinya, pemerintah setempat lah yang harus menjawabnya.

 

Jalan-Jalan : Wisata Religius ‘Wali Songo’ (5)

Wali Songo atau Wali Sanga dikenal sebagai penyebar agama Islam di pulau Jawa, terutama tiga daerah penting di pesisir Utara Pulau Jawa. Surabaya-Gresik-Lamongan-Tuban di Jawa Timur, Demak-Muria-Kudus di Jawa Tengah dan Cirebon Jawa Barat. Diperkirakan para wali songo merupakan intelektual Islam pada masanya di pulau Jawa. Pengaruh mereka terasakan dalam beragam bentuk manifestasi peradaban baru masyarakat Jawa, mulai dari kesehatan, bercocok-tanam, perniagaan, kebudayaan, kesenian, kemasyarakatan, hingga ke pemerintahan.

Era Walisongo adalah era berakhirnya dominasi Hindu-Budha dalam budaya Nusantara untuk digantikan dengan kebudayaan Islam. Mereka adalah simbol penyebaran Islam di Indonesia, khususnya di Jawa. Tentu banyak tokoh lain yang juga berperan. Namun peranan mereka yang sangat besar dalam mendirikan Kerajaan Islam di Jawa, juga pengaruhnya terhadap kebudayaan masyarakat secara luas serta dakwah secara langsung, membuat para Walisongo ini lebih banyak disebut dibanding yang lain.

Continue reading

Jalan-jalan Ke Bali : Tanah Lot (4)

Tempat wisata terakhir yang kami kunjungi di Bali adalah Tanah Lot. Sebuah obyek wisata yang terletak di Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, sekitar 13 km barat Tabanan. Di sini ada dua pura yang terletak di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan. Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut.

Menurut legenda, pura ini dibangun oleh seorang brahmana yang mengembara dari Jawa, yang bernama Danghyang Nirartha . Ia juga mengubah selendangnya menjadi ular penjaga pura. Ular ini masih ada sampai sekarang dan secara ilmiah ular ini termasuk jenis ular laut yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih seperti ikan, warna hitam berbelang kuning dan mempunyai racun 3 kali lebih kuat dari ular cobra.

Continue reading

Jalan-jalan ke Bali : Pantai Nusa Dua – Pantai Kuta (3)

Ketika sampai di Pantai Sanur saat pagi hari, teman-teman pada berkelakar, ‘mana nih bule koq pada sepi’. Maklum saja,  saya dan teman-teman sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu hanya mendengar berita bahwa di Bali banyak dikunjungi wisatawan mancanegara (wisman). Memang ketika di Sanur saat pagi hari tak banyak wisman yang pelesiran di pantai, hanya ada satu dua yang melakukan jogging di sekitar pantai.

Pantai Kuta


Continue reading

Jalan-jalan ke Bali : Everyday is Sunday in Bali (2)

Masjid Al Ihsan Sanur Bali, sumber http://selatanonline.com

Jam 04.00 wita sampai juga akhirnya di Sanur, Bali.  Kenapa jadi Sanur  tujuan pertama di Bali ? Karena menurut kabar  pantai ini memiliki pemandangan sunrise (matahari terbit) yang mempesona, selain itu juga  terdapat sebuah masjid yang bisa digunakan untuk sekedar cuci muka, mandi, istirahat dan sholat.  Nama Masjidnya adalah Masjid Al Ihsan yang terletak di perumahan Taman Griya Jimbaran. Dan inilah satu-satunya masjid yang saya temukan dalam perjalanan ke Bali (mungkin ada ditempat lain). Maklumlah, Islam di tempat ini menjadi minoritas, dibanding mayoritas masyarakat Bali yang beragama Hindu. Masjid dengan bentuk seperti panggung tanpa dinding dan terasa sejuk dikelilingi oleh pepohonan yang rindang

Continue reading

Jalan-jalan ke Bali : Surabaya – Bali (1)

Salah satu tempat di Indonesia yang ingin saya kunjungi adalah Bali. Sebuah propinsi di Indonesia dengan pariwisata yang terkenal ke mancanegara  dengan keunikan berbagai hasil seni-budaya dan alam, bahkan sebagian orang di mancanegara lebih mengenal Bali dari pada Indonesia.  Nama Bali sendiri diambil dari nama pulau terbesar di propinsi tersebut yaitu Pulau Bali, disamping pulau-pulau kecil lainnya, berada dalam gugusan kepulauan Sunda Kecil. Agama Hindu menjadi agama mayoritas di pulau ini, diperkirakan mendapat pengaruh kuat dari kebudayaan India. Nama Balidwipa (pulau Bali) mulai ditemukan di berbagai prasasti, diantaranya Prasasti Blanjong yang dikeluarkan oleh Sri Kesari Warmadewa pada 913 M dan menyebutkan kata Walidwipa. Seiring dengan perkembangan Islam di Nusantara hingga kemunduran kerajaan Majapahit, banyak bangsawan, pendeta, artis dan masyarakat Hindu lainnya yang ketika itu menyingkir dari Pulau Jawa ke Bali.

Continue reading

Tangkuban Perahu.. Salah satu tempat terindah

Sejak lama saya mengidamkan bisa melihat dari dekat Gunung Tangkuban Perahu, akhirnya kesampaian juga pada awal tahun 2010. Menakjubkan memang melihat penampakan alam yang satu ini, membuat terasa diri ini kecil di hadapan yang Maha Kuasa. Berikut tentang Gunung Tangkuban Perahu yang saya kutip langsung dari wikipedia.org

Continue reading

Wisata Religius Pulau Jawa

Entah kenapa orang Banjar (sebutan khas orang yang tinggal di propinsi Kalimantan Selatan) suka berziarah ke makam para wali dan ulama di pulau Jawa. Memang secara historis penyebaran Islam pertama di Kalimantan Selatan berasal dari pulau Jawa tepatnya ketika berkembangnya kerajaan Islam pertama di pulau Jawa yaitu Demak. Terlepas dari itu pengaruh kuat dari ulama dari Kalimantan Selatan yang juga sering berkunjung ke makam para wali, bahkan ada ulama dari Kalimantan Selatan yang menetap hingga akhir hayatnya di daerah Bangil, setiap tahunnya ramai dikunjungi peziarah dari Kalimantan Selatan.

Sudah tiga kali saya jadi kepala rombongan wisata ke pulau Jawa. Persiapan yang matang harus mulai disiapkan, pertama, persiapkan dulu biaya dengan menghitung biaya pesawat/kapal laut, biaya bis perhari, biaya masuk tol/parkir/masuk wisata, dan penginapan. Silahkan koordinasi dengan pihak maskapai penerbangan, travel agen di pulau Jawa untuk bis dan penginapan. Saran saya agar bisa menekan harga jangan menggunakan travel di daerah asal,jika anda punya uang berlebih yah enakan pakai travel. Kedua, setelah dapat biaya yang pasti segeralah mem-booking tiket,menghubungi travel bis di pulau Jawa dan penginapannya.