NRG

Identitas Guru Indonesia ? NIP ? NRG ? NUPTK ? Karpeg ? (Suka Pilih)

Berapa identitas yang dimiliki oleh orang Indonesia, wuih .. kalau di kompulin dalam satu dompet, ditanggung pasti tidak akan muat. Entah di negara-negara lain, apakah mereka juga punya identitas seabreg banyaknya. Begitu juga dengan guru Indonesia, identitasnya bermacam-macam. Mulai dari Nomor induk Pegawai, Nomor kartu Pegawai (karpeg), Nomor registrasi guru (NRG) dan Nomor Unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK). Belum lagi di tambah dengan Nomor KTP, SIM, NPWP dan data lain (silahkan kalau mau menambahkan).

Data sebanyak itu sebenarnya untuk membedakan apa ? datanya tetap orang dengan status pegawai yang bekerja di republik yang (katanya) besar ini. Ada yang bisa jawab nggak nih ? Untuk membedakan apa ? Terutama NRG dan NUPTK. Apakah untuk membedakan yang belum punya NRG/NUPTK mereka terdiri dari guru yang tidak profesional ? Lantas apa iya demikian.

Tulisan ini refleksi dari verifikasi dan validasi data NUPTK tahun 2013. Padahal rasanya sudah tak terhitung, mengirim data dengan data yang sama. Apa pula bedanya dengan DAPODIK (yang ini syukur bukan saya yang mengerjakan).

Oke lah, data itu memang ada gunanya. Sayangnya, tak pernah kita nih .. sepertinya tak perlu tahu manfaat dan mudharatnya. Semisal verval NUPTK tahun 2013 ini, orang-orang yang punya kerjaan ini, gak pernah operator sekolah di ajak barang sekali diajak sosialisasi, tupoksinya pun tak jelas. Main perintah tanggal ini harus selesai, ciri khas Indonesia sekali ..

Daripada tambah mumet, mending olah raga aja ah ..

(Lama gak buat postingan, nih..)

DSCF0053

Informasi NRG Untuk Guru Madrasah

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, merelease informasi tentang Nomor registrasi Guru (NRG) bagi guru lulus sertifikasi guru di Kementerian Agama. Informasinya di pasang di web punya Kementerian Agama, sepertinya sih sudah lama, namun bagi yang belum lihat bisa dibaca untuk sekedar pengetahun. Informasi dalam bentuk PDF ini, berisi tentang regulasi, peraturan seputar sertifikasi dan prosedur proses pembuatan NRG serta permasalahannya.

Untuuk lebih lengkapnya bisa di cekidot di SINI

Akhirnya SK Dirjen Pendis Plus NRG Untuk Guru Yang Disertifikasi Tahun 2010 Datang Juga

Kemarin (18/10) KPA membawa SK Dirjen Pendis No. DJ.I/DTII/1302/2011 tertanggal 26 September 2011 berisi tentang penetapan Guru Profesional Dalam Binaan Direktorat Pendidikan Madrasah. SK ‘sakti’  dan yang ditunggu ribuan guru madrasah se Indonesia ini memuat nama-nama guru yang disertifikasi tahun 2011 untuk mendapatkan Tunjangan Profesi Pendidik tahun 2011. SK ‘sakti’ ini berbeda dengan SK Dirjen Pendis beberapa tahun yang lalu, dimana dalam surat ini memuat juga nomor registrasi guru (NRG). Entah NRG itu masih sementara atau yang sudah dibuatkan oleh Kemdiknas. Namun yang jelas, pada keputusan nomor dua berisi pesan yang melegakan, bahwa ‘nama-nama sebagaimana tercantum pada lampiran I – XXIX Keputusan ini berhak menerima tunjangan profesi guru dari Kemeneterian Agama’.

Sayangnya saya hanya memiliki lampiran halaman 2 dan 12 dari SK Dirjen Tersebut. Jika ingin melihat silakan Download  DISINI . Selamat dan semoga bermanfaat serta mendapat berkah dari Allah SWT .

Bagaimana TPG/TPP bisa Sampai ke Guru Madrasah ?

Berikut adalah gambaran bagaimana pengelola keuangan satuan kerja Madrasah Negeri di lingkungan Kementerian Agama mengelola anggaran Belanja Tunjangan Profesi Guru/TPG (511152). Saya kira, pengelolaan yang dilakukan oleh Kantor Kementerian Agama Kab/Kota hampir sama, untuk guru madrasah yang mengajar swasta, pengawas dan guru agama di sekolah umum.

Pertama, proses penganggaran dimulai sekitar bulam Maret saat tahun berjalan untuk anggaran tahun depan. Misalnya, rencana anggaran tahun 2012 di buat pada bulan Maret 2011. Pada tahap ini, satuan kerja membuat Data Pendukung DIPA, yang berisi rencana anggaran secara global atau keseluruhan anggaran satuan kerja, termasuk di dalamnya anggaran Belanja Tunjangan Profesi Guru. Untuk mempermudah dan data yang akurat pihak Perencanaan Kementerian Agama telah membuat aplikasi perencanaan keuangan untuk setiap satuan kerja. Pastikan nama anda termuat dalam rencana anggaran ini, entah apakah data-data tersebut bisa diakses oleh guru terutama untuk penganggaran di Kemenag kab/kota. Pengelola keuangan akan membuat detil rencana pembayaran TPG, misalnya apakah guru ybs akan naik berkala atau naik pangkat pada tahun depan. Proses update rencana anggaran biasanya sekitar bulan Nopember, biasanya untuk memuat jika ada rencana kenaikan gaji, dan penambahan anggaran jika ada guru pindahan yang sudah berhak mendapat TPG. Namun dalam beberapa kasus, tetap saja ada kekurangan anggaran TPG, dengan beberapa sebab antara lain pengelola keuangan malas mengupdate atau hal-hal teknis lainnya. Padahal Nopember itu lah sebenarnya kesempatan terakhir untuk merevisi atau menambah rencana anggaran satker pada tahun depan.

Kedua, Akhir bulan Desember setiap tahun terbitlah DIPA yang memuat anggaran Belanja Tunjangan Profesi Guru. Jika akhirnya anggaran Tunjangan Profesi Guru itu kurang juga, maka sebenarnya anggaran masih bisa di revisi di pertengahan tahun. Jadi sebenarnya tidak ada alasan satker kekurangan anggaran untuk pembayaran TPP/TPG, karena maSih dimungkinkan adanya revisi. Ada dua sebab anggaran TPG itu tetap kurang, pertama, pengelola keuangan tidak mengupdate atau memintakan atau memberitahukan ada kekurangan anggaran TPG dan kedua, tidak ada revisi penambahan anggaran TPG dari pusat. Artinya permintaan atau pemberitahuan kekurangan anggaran TPG sudah disampaikan namun setelah revisi DIPA ternyata anggarannya tidak nambah.

Ketiga, setelah semua syarat-syArat untuk mendapat TPG terpenuhi, permintaan pembayaran seharusnya berasal dari Pejabat Pembuat Komitmen, mengajukan Surat Permintaan Pembayaran kepada KPA (kepala madrasah) jika sdh disetujui lalu berkoordinasi dengan PPABP (dulu pembuat daftar gaji) untuk membuat daftar pembayarannya dan akhirnya operator membuatkan SPM, diajukan ke KPPN. Dua hari kerja prosesnya di KPPN, baru TPG masuk ke rekening guru.

Yang menjadi pertanyaan guru madrasah hingga saat ini, terutama guru yang disertifikasi tahun 2010 adalah SK sakti yang menetapkan guru berhak menerima TPG dan NRG .. Semoga bermanfaat .

Ditulis dengan WordPress untuk Blackberry

Memburu SK Dirjen dan NRG Tunjangan Profesi Guru Madrasah

Dalaam beberapa hari ini, postingan saya tentang terbitnya SK Dirjen Pendis dan NRG bagi guru madrasah ramai dikunjungi. Postingan itu sebenarnya saya buat tahun lalu,untuk guru yang sudah disertifikasi tahun 2009. Sedang untuk guru yang disertifikasi tahun 2010, SK Dirjen Pendis dan NRG nya belum terbit. Teman-teman seperjuangan sekalian, memburu SK Dirjen dan NRG di internet saya kira tidak akan berhasil,karena memang tidak di share di dunia maya.

Seperti tahun lalu, SK Dirjen dan NRG dibagi melalui Kanwil dan KanKemenag Kab/Kota, jadi teman-teman guru madrasah sebaiknya mempunyai ‘mata-mata’ di kantor tersebut. Karena pengalaman tahun lalu, teman guru madrasah mendapat SK Dirjen dan NRG, justru dari kabupaten lain. Yang kebetulan isterinya bekerja di Mapenda Kemenag Kabupaten. Syukur-syukur, jika Mapenda Kanwil dan Kemenag Kab/Kota cepat membaginya ke satuan kerja.

Jadi, jika ingin memburu SK Dirjen Pendis Penetapan Guru Penerima TPG dan NRG nya, sekali lagi nggak bakalan ketemu di internet. Silahkan aja obrak-abrik di google atau situs resmi Kemenag pusat dan propinsi masing-masing. Namun saya berjanji jika memang ada akan saya share di sini. Di satuan kerja saya, ada 3 (tiga) orang guru yang juga menunggu SK Dirjen dan NRG tahun 2011, saya sudah janji jika sudah ada SK DIrjen dan NRG nya, besoknya langsung saya mintakan ke KPPN setempat.

Bersabar dan bersabar adalah intinya, namun sepertinya tidak secepat tahun lalu, entah apa alasannya.Apakah menunggu proses revisi DIPA 2011, atau memang pemberkasan yang belum selesai. Hanya Allah SWT yang tahu.

NRG dan TPG Untuk Guru Madrasah ~Sekali Lagi~

Untuk yang kesekian kali saya membahas Nomor Registrasi Guru (NRG) dan Tunjangan Profesi Guru (TPG) untuk guru madrasah. Setahu saya, entah -mungkin saya salah- tidak ada satupun guru madrasah yang punya NRG terbitan Kementerian Pendidikan Nasional. Guru yang berhubungan dengan Kementerian Agama dan punya  NRG, hanya guru agama di sekolah umum. Yang ada hanya NRG sementara buatan Kementerian Agama. Itu faktanya.

Menafsirkan peraturan entah yang mana itu, bahwa syarat pencairan TPG   harus memiliki NRG terbitan Kemdiknas, banyak teman-teman yang curhat ke blog ini. Ada KPPN yang mau mencairkan ada juga yang tidak mau mencairkan. Selain itu, ada pula kabar bahwa ada KPA (Kepala Madrasah) yang tidak berani mencairkan sebelum NRG dari Kemdiknas Terbit.

Bagaimana ini ? Bingungkan ? Saya juga bingung ! Sayangnya, NRG sementara itu hanya terbit sekali yaitu pada tahun lalu (2010), hingga saat ini belum pernah terbit lagi. NRG sementara itu memuat NRG sementara bagi guru yang sudah disertifikasi sejak tahun 2008 hingga 2010. Bagaimana keabsahan NRG sementara itu, saya pun tak tahu pasti keabsahan dan kekuatannya sebagai syarat pencairan TPG. Di beberapa KPPN mau saja hal tersebut sebagai syarat pencairan. Bahkan pencairan TPG ditahun 2009, tidak ada sama sekali NRG dijadikan persyaratan. Lah iya lah, NRG sementaranya baru terbit tahun 2010. Hehehehehe

Lalu, bagaimana dengan Kuasa Pengguna Anggaran (Kepala Madrasah) yang tidak mau mencairkan TPG karena NRG dari Kemdinas belum terbit ? Itu adalah hak KPA untuk mencairkan atau tidak Tunjangan Profesi, (becanda nih .. dikerjain aja KPA-nya atau buat mosi tidak percaya atau dilengserkan, hahahahaha). Jika pencairan sejak tahun 2009 dianggap illegal karena NRG (sementara dan tetap) nya belum terbit, seharusnya para guru mengembalikan TPG nya ke kas negara, wah.. milyaran tuh uangnya .. :). Lalu, buat apa Tunjangan Profesi Guru dimasukkan ke dalam anggaran DIPA setiap tahun jika persyaratannya belum lengkap. Berapa milyar Kementerian Agama kehilangan daya serap anggarannya, jika tiap tahun TPG dianggarkan lalu TPG nya tidak bisa dicairkan.

Jika  KPA/Kepala Madrasahnya tetap keukeuh tidak mau mencairkan juga, buat surat pernyataan, jika dianggap illegal maka siap untuk mengembalikan nya kekas negara. Kalau hal demikian benar-benar terjadi (amit-amit cabang bayi) entar saya temani ke Bank/kantor pos terdekat mengembalikan ke kas negara, hehehe.. karena saya juga mau setor .. hahahah

Saran saya, konsultasikan hal ini dengan pihak yang berwenang dan perlu kesabaran. Insya Allah,jika memang sudah rezeki pasti tidak akan kemana. Apalagi dalam beberapa kesempatan petinggi Kementerian Agama sudah menjanjikan bahwa semua TPG yang belum dibayarkan, akan dibayarkan kemudian. Upss, lupa.. kita (bangsa) kadang punya penyakit lupa, bahkan menurut para ahli kritik penyakit lupanya sangat akut :)

Semoga Bermanfaat ..

Akhir Anggaran 2010 Sudah Dekat, Bagaimana dgn TPG Anda ?

Akhir anggaran 2010 sudah tinggal menghitung hari, pengajuan permintaan langsung (LS) ke KPPN setempat paling lambat tanggal 20  Desember 2010. Artinya bagi anda yang Tunjangan Profesi Guru-nya  belum dibayarkan hingga bulan Desember, maka  sebelum tanggal tersebut permintaannya harus diajukan ke KPPN setempat. Terkhusus untuk guru madrasah dan guru agama di sekolah umum, yang anggaran pembayaran TPG-nya ada di  Kementerian Agama.

Bagaimana yang tidak dibayarkan ? Praktis harapan anda terakhir tanggal 20 Desember itu, jika sekitar 2 atau 3 hari setelah tanggal 20 Desember tidak masuk ke rekening otomatis berarti anda tidak akan menerima TPG lagi, tinggal nunggu tahun depan.

Apakah tahun depan akan menerima rapelnya ? Untuk pertanyaan ini saya tidak tahu pasti, ada beberapa kemungkinan. Kemungkinan terburuk anda tidak akan mendapat rapel TPG tahun ini yang tidak dibayar, karena anggaran TPG tahun depan atau tahun 2011 tidak menghitung atau menganggarkan TPG yang belum dibayar tahun 2010. Kecuali ada revisi anggaran, jika revisi anggaran atau penambahan anggaran TPG disediakan untuk membayar TPG yang tidak dibayarkan di tahun 2010,maka TPG anda akan dirapel tahun depan.

Menurut beberapa komentar teman-teman diblog ini, ternyata masih banyak teman-teman yang belum dibayar TPG-nya.Bahkan teman saya satu madrasah, sampai postingan ini dibuat SK Dirjen Pendis dan NRG-nya tidak ada. Entah bagaimana nasibnya. Saya kasian juga melihatnya.

Akhirnya,  saya kembali mengingatkan diri saya sendiri dan juga teman-teman guru se-Indonesia, mari kita  tingkatkan profesionalisme kita, sebagai tanda bukti uang rakyat yang sebulan gaji pokok (potong pajak 15%)  itu tidak sia-sia kita terima. Setuju.. bos.. ? harus setuju..