Di tahun 2010 ini, para “penunggu” sertifikasi di kalangan guru madrasah, sedikit agak tidak terlalu khawatir tentang kejelasan dapat atau tidaknya, cepat atau lambatnya, tunjangan sertifikasi masuk ke dalam rekening masing-masing. Berdasarkan penulusuran dari berbagai informasi, para penunggu sertifikasi khususnya guru madrasah harus menunggu 2 sampai 3 proses lagi, baik yang disertifikasi tahun 2009 atau sebelumnya.
Proses pertama, adakah nama anda wahai para guru madrasah termasuk dalam Daftar Penerima Sertifikasi tahun 2010, yang dibuat oleh satker, dan diserahkan kepada Kanwil tingkat propinsi, silakan tanya pada pengelola TU di madrasah masing-masing. Semua guru baik yang sudah disertifikasi atau yang dalam proses harus dimuat dalam daftar tersebut, jika nama anda tidak ada dalam daftar itu, harus segera menghubungi Kanwil propinsi yang bersangkutan. Sebagai contoh, silakan download disini Daftar Penerima Sertifikasi tahun 2010 pada madrasah kami.
Proses Kedua, khusus untuk guru yg disertifikasi tahun 2009, anda yg belum mengantongi sertifikat (termasuk saya 🙂 🙂 ) jangan berharap cepat untuk segera mendapatkan tunjangannya, jadi kata kuncinya “bersabar” dan “selama bersabar itu kita akan menjadi kekasih Allah SWT”.
Proses Ketiga, semua data guru yang memiliki sertifikat akan dikirim ke Jakarta cq Dirjen Pendidikan Islam, untuk dibuatkan SK Penetapan Penerima Tunjangan Sertifikasi tahun 2010. Perlu diingat bahwa SK inilah yang paling penting, dan hal inilah yang bikin lambat proses pencairan sertifikasi, belum lagi jika data yang dikirim dari daerah itu bermasalah seperti kurang beban kerja dan kurang jam mengajar,maka otomatis nama anda tidak ada dalam SK ini. Tahun lalu SK ini terbit sekitar bulan April dan Mei, sedang yang bermasalah SK nya terbit sekitar bulan Oktober dan Nopember.
Anehnya SK Dirjen Pendis ini dibuat setahun sekali, tidak sekaligus selamanya. Padahal supaya tidak bikin rumit, sertifikat saja sebenarnya sudah merupakan bukti otentik bahwa guru yg bersangkutan berhak mendapat tunjangan tersebut. Namun itulah Indonesia, dan jangan takut jadi Indonesia.
Namun dari semua yang saya paparkan di atas, ada lagi yang lebih penting, yaitu pentingnya kita sebagai guru untuk meningkatkan kinerja, berbagai profesi lain mulai “mencemburui” kita sgb guru. Beberapa oknum guru masih banyak kinerjanya rendah, datang lambat pulang cepat dsb. Dibeberapa kesempatan saya pernah di damprat bahwa program sertifikasi adalah pemborosan, ukurannya tak jelas, nggak bisa ngajar dapat gaji 2 kali lipat, bisanya mencatat di papan tulis saja, pokoknya macam-macam lah.
Oleh sebab itu program pemerintah ini seharusnya kita sikapi dgn peningkatan kinerja kita sebagai guru, terima kasih sudah membaca tulisan ini, mohon ditanggapi.
Wassalam…

Iklan