Hari ini iseng -bener sumpe lo sangat iseng- saya mengomentari status update sebuah account facebook, komentar saya memang agak sedik berisi kritikan, sedikit nakal, dan tidak sopan (itu sih menurut dia). Bagi saya yang begituan hal yang biasa, ternyata yang bersangkutan tidak terima ketika saya sebut dengan istilah “sampeyan”.  Yang saya “serang” sebenarnya adalah kebijakan dari institusi yang ada di di atasnya, namun sang admin membalasnya dengan sangat “defense” mempertahankan pendapatnya. Hingga yang ada saya dicaci maki, mulai disebut kuper, sok tahu, kurang wawasan, mempermalukan diri sendiri, dll. Yang ada malah saya disebut membuat komentar yang tidak sopan, padahal komentar saya hanya berisi pertanyaan, kalau orang bertanya ya.. harus dijawab dong, bukan dengan mencaci maki.

Saya ketika membaca balasan komentar itu,langsung aja tertawa terbahak-bahak hingga membangunkan Najwa yang sedang tidur. Padahal kalo dipikir-pikir saya tidak ada sama sekali kepentingan dengan institusi “sang admin”, karena dasarnya iseng dan sangat iseng hahahahahahaahah. Balasan komentar yang terakhir memang agak menyesakkan dada saya, tapi biarlah saya tidak ingin berpanjang masalah, langsung aja saya blokir nya FB .. kan selesai. Entah kemudian menimbulkan masalah saya sih tidak pernah takut, ketakutan saya hanya satu.. Ajab dan kemurkaan Allah.

Sebagai orang Islam, saya memohon maaf jika tidak berkenan. Ada hikmahnya yang mungkin kita bisa ambil, namun saya tak pernah surut untuk berkomentar yang mana menurut saya, ada ketidak beresan, ketidak adilan, kerancuan, atau apa saja. Sekali lagi ini karena kebiasaan di didik sejak kecil demokratis, berani mengutarakan sesuatu walaupun pahit, dan berbeda pendapat.

Wassalam

Iklan