Bantuan Operasional Sekolah (BOS) adalah program pemerintah untuk meringankan beban masyarakat untuk pembiayaan kegiatan lembaga pendidikan di tingkat SD/MI dan SMP/MTs. Beberapa orang mengartikan ini dengan istilah sekolah gratis, padahal sebenarnya bukan program sekolah gratis namun sekedar hanya meringankan beban masyarakat dalam pembiayaan pendidikan anak-anak di tingkat sekolah dasar.

Berbeda dengan tahun lalu, pengelolaan dana BOS pada madrasah negeri di Kementrian Agama, dananya masuk langsung kedalam DIPA masing-masing madrasah negeri. Masalah pun timbul, di dalam DIPA tahun 2010, Dana BOS masuk dalam mata anggaran 521219 yang berisi hanya belanja barang operasional, aneh juga masa dana sebesar itu hanya digunakan untuk membeli barang-barang yang habis pakai. Sehingga sampai sekarang banyak madrasah yang belum meminta dana BOS ke KPPN terdekat.

Dengan mata anggaran yang ada sekarang praktis dana BOS tidak bisa lagi digunakan untuk membeli barang modal seperti sepeda untuk anak didik yang tidak mampu, komputer, meubeler, buku paket (mata anggaran untuk ini adalah 532111). Selain itu juga dana BOS tidak bisa lagi untuk membayar honor guru tidak tetap, honor-honor kegiatan madrasah seperti ulangan dan ujian. Saya agak bingung, orang seperti saya yang tidak ahli sama sekali tentang anggaran,bisa aja mengerti tentang kerancuan ini, apalagi yang ahli koq bisanya membuat anggaran yang tidak jelas seperti itu.

Akhirnya, diambil solusi, dan ini solusi yang paling bisa, yaitu revisi anggaran dalam DIPA. Tidak ada jalan lain selain revisi. Yang repot nanti adalah pelaporannya. kalau yang ngerti masalah pelaporan keuangan jadi bingung, masa dengan uang persedian masuk dalam katagori barang modal. nanti yang disalahkan satuan kerja pula.

Hingga update yang terakhir, dari Dirjen Anggara untuk pembelian barang modal dengan dana BOS menunggu petunjuk dari Menteri Keuangan, artinya dana BOS akan mengendap lebih lama lagi dalam kas negara. Sedang untuk Belanja Bahan dan Honor silahkan revisi ke Kanwil Ditjen Anggaran ditingkat propinsi, dengan memecah mata anggaran 521219 (belanja barang operasional lainnya) dengan
belanja bahan (521211) dan honor yg terkait dengan satker (521213). Masukkan dalam Uang Persediaan (UP), jika dana BOS belum dihitung dalam uang persediaan, silakan masukan tambahan uang persediaan dulu, dengan meminta izin dulu melalui surat kepada Kanwil Ditjen Anggaran propinsi atau KPPN setempat.

Mudahan Bermanfaat.

Iklan