Dua malam belakangan  ini bangun pagi-pagi sebelum sholat subuh nonton bola perempat final Piala Champion antara MU vs Bayern Muenchen dan Arsenal vs Barcelona. paginya saya harus buru-buru ikut jadi pengawas Ujian Nasional tingkat SMP/MTs. Walau nggak ada hubungan antara Perempat final Piala Champions dengan Ujian Nasional, namun kalo di paksakan ada saja hubungannya, 🙂 yaitu menguji mental keduanya, yaitu mental pemain di lapangan bola dan mental pengelola pendidikan di negeri ini.

Mental pemain bayern Muenchen sangat diuji ketika Menit ke-2 Wayne Rooney mencetak gol buat Manchester United, adalah Frank Ribery pemain timnas Perancis ini yang membuktikan kekuatan mental pemain Muenchen untuk bisa mencetak gol.  Sehingga kedudukan akhir menjadi 1-1.

Demikian juga dengan Arsenal, kehilangan pemain inti yang sedang cedra, mengakibatkan tim ini tidak diunggulkan walau menjadi tuan rumah. Babak pertama,  Klub raksasa Spanyol Barcelona memang menjadi mimpi buruk buat Arsenal,  tertinggal lebih dulu 2-0, akhirnya Arsenal memaksakan hasil seri 2-2, setelah di 20 menit terakhir dapat mencetak 2 gol.

Lalu apa hubungannya dengan Ujian Nasional, Mental bertanding sebagai tim juara yang saya lihat di subuh hari tak berlajutnya pada pagi harinya, isu bocoran soal UN melalui sms merebak hampir di semua sekolah. Di tengah jalan saya mengisi bensin motor butut saya, seketika saya melihat sekelompok anak berbaju smp sambil memegang HP dan secarik kertas serta pulpen.  Saya pura-pura berhenti, ternyata salah seorang meng- ejakan kunci jawaban kepada teman-temannya.

Jika memang itu adalah bocoran kunci jawaban soal UN, siapa pembocornya ? apa motifnya ? dan apa kepentingannya ? mungkin hanya Allah SWT yang tahu, Mentalitas itu adalah soal cara berfikir, tabiat ataupun watak. Ketiganya akan memegang peranan penting dalam membuat cita-cita perubahan dalam program kedepan sekaligus cara tepatnya atau strateginya.  Jika mental curang, (dengan apapun alasannya) dan  tidak jujur sebagai cara berfikir dan tabiat apa jadinya negeri ini.

Lingkaran setan UN ini akan berlanjut, berarti data hasil UN, –sekali lagi– jika memang soal UN itu bocor, maka data itu adalah sangat bohong dan sangat tidak valid. Saya tidak ber-pretensi kepada siapapun pembocor UN dan apa kepentingannya.  Saya hanya meraba :

1. Apakah kepentingan yang bersifat teritorial atau kewilayahan, kepentingan nama baik sebuah kota, kabupaten atau propinsi ?

2. Apakah kepentingan bisnis semata ?

3. Apakah kepentingan lembaga pendidikannya ?

4.Apakah kepentingan-kepentingan lainnya ?

HANYA ALLAH SWT YANG TAHU

Iklan