Tak terasa blog ini berumur dua bulan, walau sudah pernah ngeblog sejak tahun 2008, tapi jarang sekali membuat postingan -maklum dulu harus bolak-balik warnet-  dulu blognya http://www.yunizarspd.wordpress.com namun sudah saya hapus.  Sekarang hasrta ngeblog muncul lagi, setelah bisa online di rumah, hingga setiap ada ide tinggal ketik di Microsoft Word 2007 dan klik publish, langsung terbit postingan terbaru. Sedang internet sudah saya kenal sejak tahun 1999, ketika itu -masih bujangan- tujuannya hanya chatting di MIrc, bahkan sampai begadang semalam suntuk ketika bulan puasa hanya untuk chatting.

Ketika membaca postingan teman guru madrasah Zainal Muttaqien, yang membuat rujukan beberapa blog guru yang patut dikunjungi, termasuk blog ini direkomendasikan oleh beliau – saya sangat meng-apresiasinya-, terutama tentang updating hal-hal yang berhubungan dengan perbendaharaan. Hal ini  sebenarnya otomatis saja, karena selain jadi guru saya juga pengelola keuangan madrasah, pembuat daftar gaji, pelaporannya juga. Otomatis saya lebih tahu lebih awal tentang gaji dan tunjangan termasuk sertifikasi guru.

Namun semua informasi tentang gaji, tunjangan dan sertifikasi guru, sebenarnya saya cari sendiri informasinya baik di internet maupun melalui instansi yang berwenang. Bahkan saya pernah di caci maki oleh oknum Dirjen PMPTK melalui account facebook, sebagai orang yang sok tahu lah, dan kata-kata tidak senonoh lainnya.Karena memang pada waktu itu, saya bertanya sambil sedikit mengkritik. Tapi sepertinya yang bersangkutan sangat defensif mempertahankan pendapatnya. Ketika itu saya mempertanyakan tentang Permendiknas nomornya entah berapa, yang menyatakan bahwa SK Penetepan Guru yang mendapat sertifikasi harus dikeluarkan oleh Dirjen PMPTK dan inilah salah satu biangnya keterlambatan penyaluran sertifikasi itu. tahu sendiri kan bagaimana pengelolaan adminstrasi dan birokrasi di negeri ini. Tapi sudah lah, walaupun dicaci maki saya justru dapat informasi berharga, bahwa SK penetapan itu tidaklagi dibuat setahun sekali, tapi bisa dipakai setahun selanjutnya.

Cacian terakhir, beliau menyebut bahwa saya hanya seorang guru yang kecewa karena tunjangan sertifikasi belum masuk ke rekening saya dan saya katanya akan diam seribu bahasa setelah mendapat duitnya. Nah, hal ini yang sangat menyesakkan dada saya. Tentu saja saya peduli dengan hak saya dan para guru, kan ini amanat undang-undang. Siapa sih di negeri ini yang peduli dengan kesejahteraan guru ? Saya lebih respect dengan Iwan Fals dari pada anda-anda semua yang mengaku sebagai pengambil kebijakan pendidikan itu, kan Iwan Fals bukan guru, apalagi anak guru.. berani dengan lantang meneriakkan bagaimana negeri ini memperlakukan guru -pernah dengar lagu Oemar Bakrie kan ?- Ketika lagu Oemar Bakrie di rilis tahun 1985, berarti perlu waktu 20 tahun untuk merubahnya, di jaman sekarang masih banyak Oemar-Oemar itu, guru jadi pemulung (di Metro TV), guru jadi tukang beca, guru jadi tukang ojek. Lalu, Apakah saya tidak boleh peduli dengan kesejahteraan guru, apalagi saya ada di dalam nya.  Sehingga dalam hati saya, saya bertekat blog ini saya dedikasikan isinya tentang informasi terkini  gaji, tunjangan dan sertifikasi guru khususnya di kementrian Agama sedang di tempat lain itu adalah urusan mereka.

Demikian sekedar refleksi tentang blog yang baru berumur dua bulan ini, perlu diingat guru adalah pekerja mulia yang sangat sabar, tidak pernah menuntut lebih, sekalian sebagai pemain sandiwara paling hebat, ketika sampai di sekolah harus siap menjadi seorang yang digugu dan ditiru, tetapi dari rumah kepala pusing tujuh keliling membayar tagihan hutang, biaya sekolah anak dan lain-lain. Dosen saya pernah berucap di kelas “Jika seorang perempuan suka beli parfum dan lipstik mahal, maka jangan kawin dengan guru.  Pasti nggak akan kebeli”.

Hahahahahahahahahha 🙂

Iklan