Bapak dan ibu guru yang terhormat (maaf, guru berdasarkan postingan sebelumnya disebutkan sebagai pribadi dan profesi yg terhormat -bukan anggota DPR saja yg terhormat-) 🙂 tentu pernah melaksanakan penilaian hasil belajar. Dalam KTSP  ada berbagai macam teknik penilaian, antara lain tes, observasi, penugasan, inventori, portofolio, jurnal, penilaian diri, penilaian antarteman dan lain-lain. Jadi, penilaian itu sebenarnya bukan melulu siswa menjawab soal saja, tapi banyak jenis bentuk lain dari penilaian hasil belajar peserta didik. Kombinasi penggunaan berbagai teknik penilaian di atas akan memberikan informasi yang lebih akurat tentang kemajuan belajar peserta didik.

Salah satu teknik penilaian yang sering (bahkan selalu ini saja) adalah dalam bentuk tes. Tes adalah pemberian sejumlah pertanyaan yang jawabannya dapat benar atau salah. Tes dapat berupa tes tertulis, tes lisan, dan tes praktik atau tes kinerja. Tes tertulis adalah tes yang menuntut peserta tes memberi jawaban secara tertulis berupa pilihan dan/atau isian. Tes yang jawabannya berupa pilihan meliputi pilihan ganda, benar-salah, dan menjodohkan. Sedangkan tes yang jawabannya berupa isian dapat berbentuk isian singkat dan/atau uraian. Tes lisan adalah tes yang dilaksanakan melalui komunikasi langsung (tatap muka) antara peserta didik dengan pendidik. Pertanyaan dan jawaban diberikan secara lisan. Tes praktik (kinerja) adalah tes yang meminta peserta didik melakukan perbuatan/mendemonstasikan/ menampilkan keterampilan.

Dalam rancangan penilaian, tes dilakukan secara berkesinambungan melalui berbagai macam ulangan dan ujian. Ulangan meliputi ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas. Sedangkan ujian terdiri atas ujian nasional dan ujian  sekolah. Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk melakukan perbaikan pembelajaran, memantau kemajuan dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik. Ujian adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari suatu satuan pendidikan.

Bapak dan ibu guru terhormat, sudah tahu dan mengerti kan tentang teorinya ?  yang saya kutip langsung dari Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Setelah melaksakana ulangan atau ujian pernah tidak menemukan nilai peserta didik kita sangat rendah atau dibawah nilai Kriteria Ketuntasan Minimal. Jika dalam bentuk ulangan harian dan ulangan tengah semester kita bisa melaksakan program perbaikan yg disebut dengan remedial, tapi jika ulangan semester atau ujian sekolah kapan lagi melaksanakan program perbaikannya. Salah satu cara mengatasinya bisa dengan sistem konversi nilai.

Berikut caranya :

Misalkan ada 50 soal pilihan ganda, kita koreksi dulu hasil ulangan siswa hingga mendapatkan skor. Skor yang di dapat adalah jumlah soal yang dijawab benar oleh siswa  dari 50 soal yang diberikan. Lalu kita mendapatkan skor tertinggi dan skor terendah, misalnya

Skor tertinggi = 30

Skor terendah = 10

lalu bapak dan ibu guru yang terhormat kita menentukan berapa nilai tertinggi dan terendah yang bapak dan ibu inginkan,misalnya

Skor tertinggi = 30  dapat nilai 8

Skor terendah = 10 dapat nilai 6

Rumus yang kita pakai adalah  Y = ax + b

Terlebih dahulu kita menentukan nilai a, dengan cara :

Niali Tertinggi 8 = 30a + b        (30 adalah skor tertinggi)

Nilai Terendah 6 = 10a +  b  – (10 adalah skor terendah)

2 = 20a

a = 2/20

a = 1/10 atau 0,1

sekarang kita menetukan b, dengan cara :

8 = 1/10 x 30 + b                       ( 1/10 atau 0,1 adalah a sedang 30 adalah skor tertinggi)

8 = 3 + b

b = 8 – 3

b = 5

Sekarang kita tinggal memasukkan kedalam rumus Y= ax + b

sekarang kita buktikan untuk menentukan nilai konversi

Y = 0,1 x 30 + 5

Y = 3 + 5

Y= 8

Artinya siswa dengan skor 30 mendapat nilai konversi 8, bagaimana dengan yang terendah berikut perhitungannya

Y= 0,1 x 10 + 5

Y = 1 + 5

Y= 6.

Bagaimana dengan yang lain,misalkan skornya 20,denganrumus Y = ax + b

Y = 0,1 x 20 + 5

Y = 2 + 5

Y = 7

Demikian yang bisa saya sampaikan mudahan bermanfaat, jika masih kesulitan saya kasih file simulasi dengan Excell, bisa klik disini

Iklan