Kabar kelulusan peserta UN tahun 2010 di tempat saya mengajar tahun ini tidak 100%,.. sengaja saya tidakmenyebutkan berapa jumlah yang tidak lulus, menurut kabar yang saya terima siswa yang tidak lulus menembus dua digit. Silahkan tebak sendiri, Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar membagikan pengumuman kelulusan UN 2010 untuk tingkat MTs/SMP kepada seluruh Kepala Madrasah dan Sekolah pada hari ini tanggal 6 Mei 2010 jam 14.00 bertempat di Dinas Pendidikan Kab.Banjar Jalan Pendidikan Martapura. Setelah diserahkan kepada semua kepala MTs dan SMP pada hari ini besok pengumumannya serentak dibagikan, mungkin serentak di seluruh Indonesia.

Apapun hasil dan cerita seputar UN 2010, inilah kira-kira hasil maksimal seluruh dewan guru dan staf TU untuk mensukseskan UN tahun 2010. Hajatan nasional dalam bidang pendidikan ini, menuai kontraversi sebelumnya. Terlebih ketika Mahkamah Konstitusi mengabulkan permintaan beberapa orang tentang pembatalan pelaksanaan UN tahun 2010. Saya termasuk orang yang tidak menyetujui pelaksanaan UN. Bagi saya UN seharusnya menjadi hasil pemetaan pendidikan yang bisa dijadikan sebagai bahan kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan. Jika madrasah dan sekolah dipinggiran kota atau dipelosok bisa lulus 100% walau dengan sarana prasarana seadanya bahkan tanpa lab dan perpustakaan,dibandingkan dengan madrasah dan sekolah di dalam kota banyak yang tidak lulus,bisa jadi itu sesuatu yang “aneh”.

Mudahan ke depan kebijakan pemerintah bisa lebih baik. Namun, sebenarnya agak riskan juga jika sekolah yang menentukan kelulusan, yang tak akan terkontrol nanti adalah kualitasnya. salah satu yang bisa menurut saya menjadi solusi adalah pengawasan. Seingat saya, selama 12 tahun menjadi guru tak lebih dari 3 kali saya diperiksa oleh pengawas. Seharusnya perbanyak pengawasan, silahkan diperiksa perencanaannya, pelaksanaan pembelajarannya, evaluasinya, pengayaan dan perbaikannya. Tanpa pengawasan seolah pengajaran dan pendidikan tak terkontrol sama sekali. Jika pengawas sekolah tak mampu mengawasi para guru, kenapa tidak kepala sekolahnya yang jadi pengawas intern. Dari pengawasan itu nanti bisa di dapat data mana guru yang kompetensinya harus ditingkatkan dan mana yang harus diberi reward.
Demikian yang bisa saya sampaikan, selamat bagi yang telah lulus UN dan bagi yang belum berhasil masih ada kesempatan untuk ujian ulang

Berikut Berita dari daerah lain..

Dumai,Riau :

Astaga! Gagal UN, Siswa SMP Gantung Diri

DUMAI, KOMPAS.com — Diduga stres karena tidak lulus ujian nasional, Adek (14), siswa kelas III SMP di Dumai Barat, Kota Dumai, Provinsi Riau, nekat gantung diri.

Ibunya, Desi (43), mengatakan, anaknya terlihat lemas terbelit seutas tali yang tergantung di dekat pintu kamar pada Jumat (7/5/2010) sekitar pukul 09.00. Keluarga ini tinggal di Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Dumai Barat.

Saat ditemukan, Adek pucat dengan mata tertutup dan lidahnya menjulur. Desi yang melihat kondisi anaknya bergelantungan spontan berteriak dan menangis. Beberapa warga yang mendengar teriakan Desi kemudian berdatangan dan memotong seutas tali yang membelit leher anaknya.

Beruntung, saat diturunkan, Adek masih bisa bernapas sehingga dapat selamat dari percobaan bunuh diri. Demi memastikan kondisi anaknya, Desi dibantu warga lainnya kemudian berinisiatif membawa Adek ke Rumah Sakit Kota Dumai.

“Saya enggak tahu dia bisa berbuat seperti itu. Memang sebelumnya saya sempat nasihati karena dia tidak lulus ujian. Sejak itu dia terus sering murung dan berdiam diri di kamarnya,” ungkap Desi

Anak TidakLulus UN, Ayah pecahkan kaca Sekolah

SOLO–MI: Tuyono, warga Randubang, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Jumat (7/5), marah dan memecahkan kaca ruang kelas Sekolah Menengah Pertama (SMP) Pancasila 1, karena kecewa putrinya tidak luluis ujian nasional.

Peristiwa terjadi sesaat setelah pengumuman hasil ujian nasional (UN) yang dibagikan sekolah melalui aplop tertutup itu dibuka oleh para orang tua.

Amuk sesaat Tuyono membuat putrinya, Sri Andriyanti, yang tidak lulus UN makin malu dan shock di ruang panitia UN. Gadis itu bahkan tidak berani pulang.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, sebelum memukul kaca kelas, Tuyono menerima aplop pengumuman hasil UN. Tetapi, seketika wajahnya berubah setelah membuka amplop dan ternyata putrinya dinyatakan tidak lulus.

Saat berjalan keluar sekolah, Tuyono tiba-tiba menghampiri jendela kaca ruangan panitia UN, dan tangan langsung menghantam kaca hingga hancur berkeping-keping. Bunyi pecahan kaca membuat orang yang berada di dalam ruang itu panik dan menjerit-jerit. Ternyata salah seorang yang menjerit karena shock itu adalah Sri.

Sementara itu Tuyono terus melenggang keluar halaman sekolah dengan tangan luka akibat tergores pecahan kaca. Ia berusaha menghentikan pendarahan di tanganya dengan melepas baju dan menggunakannya sebagai pembalut.

Sementara, Sri yang ketakutan melihat kemarahan ayahnya yang merusak sekolah, berusaha ditenangkan sejumlah guru dan temannya. Siswi yang tidak beruntung dalam UN 2010 ini mengaku takut pulang, sehingga kemudian diantar oleh guru dan polisi yang sengaja dipanggil untuk menenangkannya selama perjalanan hingga tiba di rumah.

Selain Sri, sebenarnya ada 36 siswa lain yang juga mengalami nasib sama, tidak lulus UN. Di SMP Pancasila I Wonogiri ada 46 peserta UN, sedangkan yang lulus hanya sembilan orang. Mereka yang tidak lulus bisa mengikuti ujian ulang pada 17- 20 Mei mendatang. (WJ/OL-01)

Sumber Berita : http://www.mediaindonesia.com

Hasil UN Jeblok Bupati Sragen dan Walikota Pekalongan Terpukul

SEMARANG–MI: Anggaran besar di bidang pendidikan belum menjamin keberhasilan peningkatan mutu sekolah. Buktinya, hasil ujian nasional (UN) jeblok. Ini menjadi pukulan bagi para kepala daerah.

Keterangan yang dihimpun Media Indonesia, Sabtu (8/5), akibat hasil ujian nasional (UN) tingkat SLTA dan yang baru saja diumumkan tingkat SMP jeblok, para kepala daerah mengaku terpukul. Padahal anggaran pendidikan telah meningat hingga di atas 20 persen. Artinya, anggaran besar belum menjamin keberhasilan bidang pendididkan.

“Saya syok setelah mengetahui hasil pengumuman UN tingkat SMP ini. Dari 14.200 peserta UN di daerah saya, 500 siswa tak lulus,” kata Bupati Sragen Untung Wiyono.

Meskipun persentase kelulusan paling berhasil di Jateng, demikian Untung, namun dibanding tahun lalu, ini adalah hasil paling jeblok. Soalnya, tahun lalu hanya delapan siswa tak lulus UN. Padahal, dari segi anggaran pendidikan lebih besar di atas 20 persen.

Tanpa menyebutkan nilainya, Untung Wiyono mengatakan anggaran yang besar tersebut banyak digunakan untuk peningkatan fasilitas sekolah dan program pendidikan. Karenanya, di Sragen saat ini tak ada anak usia sekolah yang tak terjaring. Semua diberikan pendidikan secara gratis.

Wali Kota Pekalongan Basyir Achmad mengatakan meskipun angka kelulusan cukup tinggi hingga di atas 95 persen dari 12.000 peserta, namun banyaknya siswa tak lulus ujian cukup menjadi pukulan bagi para kepala daerah. Apalagi, Pemkot Pekalongan menganggarkan hingga 36 persen atau di atas Rp85 miliar untuk pendidikan.

“Kami telah berjuang habis-habisan, bahkan memberi anggaran besar. Tapi hasilnya masih buruk, sehingga kita malu pada rakyat,” kata Basyir.

Besarnya anggaran yang diturunkan, demikian Basyir, pada tahun lalu banyak digunakan untuk biaya pegawai, meningkatkan fasilitas sekolah, dan mengentaskan wajib belajar. Maklum, Pekalongan telah memberikan sekolah gratis hingga bangku SLTA.

Ditanya tentang UN ke depan, baik Untung Wiyono maupun Basyir Achmad mengatakan bahwa tetap baik dilanjutkan untuk menguji kemampuan hasil lulusan. Namun, pelaksanaannya tidak lagi sentralisasi, tetapi lebih pada rayonisasi, seperti tingkat provinsi atau kabupaten/kota. (AS/OL-04)

Karanganyar:

Siswi SMP 1 Karanganyar Peringkat Satu Beritanya klik disini

Nasional :

9,73% siswa SMP harus mengulang dari Mendiknas Beritanya klik disini

Nasional :

561 sekolah 100 persen tidaklulus beritanya klik disini

Bandung :

BANDUNG–Tingkat kelulusan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada ujian nasional (UN) tahun 2010 di Kota Bandung menurun hingga 0,85 persen. Tahun sebelumnya, tingkat kelulusan siswa SMP mencapai 99 persen, namun pada tahun ini hanya mencapai 98,15 persen.

Menurut Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (PSMP) Dinas Pendidikan Kota Bandung, Dede Amar, turunnya tingkat kelulusan tahun ini tidak hanya dialami di Kota Bandung tetapi juga secara nasional. Ada beberapa faktor yang menurutnya memengaruhi penurunan tingkat kelulusan tahun ini. Salah satunya adalah siswa tidak merasa percaya diri dengan kemampuannya.

”Siswa lebih percaya kunci jawaban yang beredar dibandingkan kemampuan mereka,” ujar Dede kepada Republika, Kamis (6/5).

Padahal, kata Dede, pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Bandung sebelumnya telah memeringati para siswa yang memeroleh kunci jawaban bahwa kunci jawaban itu palsu. Untuk jumlah pasti siswa yang gagal, Dede menolak untuk menyebutkannya. Ia hanya memberikan kepastian mengenai turunnya tingkat kelulusan SMP pada tahun ini. Yang jelas, jumlah siswa yang mengikuti UN sebanyak 34.882 orang.

Disebutkan Dede, pada UN tahun ini, jumlah siswa yang mengikuti ujian susulan sebanyak 631 siswa tersebar di berbagai sekolah di Jawa Barat. Untuk pengumuman kelulusan UN siswa SMP sedianya akan dilakukan pada Jumat (7/5). Bagi siswa yang gagal UN dipersilakan mengikuti ujian ulangan pada 17 – 19 Mei mendatang.,Beritanya klik disini

Jawa Tengah, Semarang :

Siswa SMP di jawa tengah anjlok di Bahasa Inggris,Beritanya Klik disini

Jawa timur, Surabaya :

lebih dari 35 ribu siswa di jawa Timur mengulang, Beritanya klik disini

Yogyakarta :

10.800 siswa SMP di Yogyakarta tidakLulus, Beritanya klik disini

Kalimantan Tengah :

Lulusan UN SMP Kalteng Cukup Bagus,Beritanya Klik Disini

Sulawesi Selatan, Makasar :

MAKASSAR–MI: Hasil kelulusan ujian nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sederajat di Sulawesi Selatan (Sulsel) tahun ini mengalami peningkatan sebesar 96% dibanding dengan tahun sebelumnya yang hanya 94%.

Dari sebanyak 133.204 siswa SMP dan sederajat yang berasal dari 106.012 siswa SMP negeri dan swasta, 27.152 Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan 40 Sekolah Luar Biasa (SLB), sekitar 6.155 diantaranya dinyatakan tidak lulus UN SMP. Sayangnya, Ketua Panita UN Sulsel Abdullah Parewe yang duhubungi Media Indonesia, Kamis (6/5) malam enggan mengkonfirmasi sekolah mana saja yang tingkat kelulusannya paling tinggi.

“Kita lihat saja Jumat (7/5), kalau disampaikan sekarang sudah tidak seru lagi dan akan banyak siswa yang kecewa,” ungkapnya.

Namun dengan adanya kebijakan UN ulangan pada  17-20 Mei mendatang, Abdullah yakin, tingkat kelulusan akan jauh lebih tinggi setelahnya. “Jadi jika tidak lulus, tidak perlu khawatir dan tidak perlu mengambil jalan pintas, karena ada UN Ulang,” tuturnya.

Sementara itu, untuk tingkat Sulawesi Selatan, Kota Makassar berada di urutan pertama dengan tingkat kelulusan UN SMP tertinggi dengan jumlah siswa lulus sebanyak 20.945 orang, terdiri atas 19.187 siswa SMP Negeri dan swasta, MTs 1.718 siswa, dan SLB semua lulus berjumlah 40 siswa.

Sumber Berita : http://www.mediaindonesia.com/read/2010/05/07/141162/128/101/Tingkat-Kelulusan-UN-SMP-di-Sulsel-Capai-96-Persen

Sulawesi Utara, Manado:

SMP Katolik Don Bosco berhasil mempertahankan prestasi yang digapai tahun lalu dalam Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTS) se Sulut tahun 2010. Beritanya klik disini

Sumatera Barat, Padang :

“Peserta yang gagal akan mengkuti UN ulangan pada 7-20 Mei 2010. Kelulusan peserta UN SMP/MTs/SMP Terbuka di Sumbar tercatat 84,94 persen dari total peserta 80.978, Beritanya klik disini

Sumatera Selatan,Palembang :

1.676 siswa SMP negeri maupun swasta di Sumatera Selatan (Sumsel) tidak lulus Ujian Nasional (UN) 2010, sehingga mereka terpaksa melaksanakan ujian susulan. Beritanya klik disini

Purbalingga dan Cilacap :

Tingkat kelulusan ujian nasional siswa SMP dan sederajat di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah (Jateng), mengalami penurunan hingga 11,4 persen dibanding tahun sebelumnya. Beritanya Klik Disini

Sumatera Utara,Medan :

6.858 siswa  SMP Sumut tidaklulus UN tahun 2010, Beritanya klik disini

Social Bookmarking
Yunizar in My SpaceYunizar in TwitterYunizar in LinkedinYunizar in VoxYunizar in multiplyYunizar in Hi5Yunizar in FBYunizar in JaikuYunizar in TumblrYunizar in TwitterYunizar in LinkedinYunizar in LinkedinYunizar in LinkedinYunizar in LinkedinYunizar in TwitterYunizar in TwitterYunizar in Twitter

Ke Beranda

Iklan