Wakil Menteri Pendidikan ketika berdebat dalam acara Atas Nama Rakyat di TV One pada hari Senin tanggal 11 Mei 2010, menyebutkan bahwa guru yang mengajar di daerah terpencil sudah mendapat gaji Rp. 5.000.000,- dengan asumsi gaji pokok bulanan ditambah dengan tunjangan daerah terpencil sebesar sebesar 1 kali gaji pokok. Benarkah hal demikian ? Berikut kita hitung rame-rame, jika punya daftar gaji terbaru tahun 2010 silakan diambil dulu untukbisa kita hitung.

Pertama, bahwa tunjangan daerah terpencil dan juga tunjangan profesi guru itu, tidak benar sebesar 1 kali gaji pokok, yang benar adalah 85% dari gaji pokok, karena 15% sebagai potongan pajak PPh Pasal 21 untuk diserahkan kepada negeri yang tercinta ini.

Kedua, jika penghitungan kotor gaji guru yang Rp.5.000.000,- itu berdasarkan gaji pokok Rp. 2.500.000,-di kali dua, dengan asumsi 1 kali gaji pokok bulanan dan 1 kali tunjangan terpencil/profesi guru, maka hanya di dapat guru dengan masa kerja :

  1. Gol 3A masa kerja 30 tahun
  2. Gol 3B masa kerja 28 tahun
  3. Gol 3C masa kerja 24 tahun
  4. Gol 3D masa kerja 20 tahun
  5. Gol 4A masa kerja 18 tahun

Pertanyaannya, apakah semua guru di Indonesia sesuai dengan golongan dan masa kerja di atas ? Tentu tidak, seharusnya Wakil Menteri Pendidikan itu ngomong kalau gaji guru itu antara 3 sampai 5 juta, bukan menyebut bahwa guru terpencil atau yang sudah disertifikasi itu gajinya sudah 5 juta. Saya saja berdasarkan perhitungan di atas perlu waktu 10 tahun lagi untuk nyampe gaji 5 juta. Aya-aya wae wakil menteri kita itu.

Perlu diingat bahwa perbaikan tunjangan penghasilan itu tidak serta merta di dapat oleh Guru yang berstatus PNS, sebab hanya Guru PNS/Non PNS dengan masakerja 5 tahun berhak di sertifikasi, apalagi selama jadi CPNS menurut beberapa informasi belum berhak menerima tunjangan apapun selain tunjangan umum. Jumlah yang belum disertifikasi masih lebih banyak dibanding dengan yang disertifikasi. Bahkan yang sudah disertifikasi pun masih banyakpula yang belum dapat tunjangannya.

Di daerah dengan PAD yang melimpah,bisa jadi gaji guru lebih dari cukup karena mendapat tunjangan daerah, terutama untuk guru SD, SMP dan SMA. Bagaimana dengan guru madrasah ? Karena dianggap sudah diurus oleh pusat (Jakarta), kami (guru mdrasah) tak dapat apa-apa, padahal yang kami didik bukan anak-anak pusat tapi anak daerah juga.

Postingan ini dipersembahkan pada semua guru yang sudah berdedikasi untukmencerdaskan anak bangsa, terutama guru yang berada di daerah terpencil di Indonesia. Kita tunggu mudahan kata-kata wakil menteri pendidikan itu, bisa terwujud terutama untuk guru di daerah yang terpencil. Kita hanya bisa menunggu, karena itulah yang bisa kita (guru) lakukan. Jika menurut Addhie Massardi, selemah-lemahnya iman perjuangan itu adalah dengan diskusi, lalu bagaimana imannya dengan orang yang hanya bisa menunggu ?

Bagaimana menurut Anda ?

Iklan