Seratus dua  tahun yang lalu, organisasi Budi Utomo, memang diingat sebagai bentuk perjuangan baru anak bangsa melawan kolonialisme asing. Gerakan Budi Utomo bukan sebentuk vandalisme atau anarkhi. Mereka melakukannya dengan wajah yang lebih santun, melalui pendidikan dan politik, yang diarahkan untuk mengupas kemunafikan asing atas anak bangsa. Ada gagasan besar dalam tumbuhnya organisasi-organisasi pada awal abad ke-20 itu, bahwa kolonialisme menumbuhkan keyakinan kita sebagai nation (bangsa).Walau secara historis sebenarnya daerah-daerah lah yang melakukan perlawanan, tapi sejak Budi Utomo, perlawanan tidak lagi diartikan  sebagai perjuangan primordial lokal, tapi menegakkan nasionality – gairah atas kebangsaan yang satu.

Tugas kita sekarang adalah memaknai arti dari kebangkitan nasional itu sendiri. Tapi, tidak banyak dari bangsa ini yang kemudian memberikan sebuah apresiasi kritis terhadap yang bernama sejarah gegap gempita yang dicatatkan pada tanggal 20 Mei 1908. Kebangkitan nasional hendaknya dijadikan momentum yang tepat untuk mengevaluasi diri, sejauh mana bangsa ini telah melangkah, sejauh mana hasil yang telah didapat, apa-apa yang harus dibenahi guna mewujudkan cita-cita kemerdekaan yaitu menjadi Indonesia yang maju,sejahtera,adil dan makmur.Kita semua merasakan bahwa bangsa ini belum sepenuhnya bangkit secara besar, seperti pada masa lalu. Sebut saja keberanian kita untuk menjadi bangsa yang merdeka, keluar dari bangsa yang ditindas dengan diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia. Masih banyak permasalahan-permasalahan bangsa yang harus ditangani dengan serius, masih banyak hal-hal yang harus diperbaiki.

Seabad kebangkitan nasional kehidupan rakyat Indonesia masih terpuruk, kemiskinan dan kelaparan yang terus meningkat, negeri besar dan sekaya ini masih ada bayi yang badannya kurus dan perutnya besar, banyaknya rakyat yang tidak mendapatkan pendidikan; korupsi masih merajalela; kerusakan moral makin tidak terbendung; perusak alam masih merajalela, tingkat kejahatan yang semakin meningkat. Padahal, Indonesia adalah bangsa besar yang dulu dijuluki sebagai “Macan Asia”, tetapi tampaknya “macan” itu sekarang kehilangan taringnya sehingga menjadi terpuruk dan lemah, terseok-seok menghadapi perubahan zaman. Dengan realitas tersebut benarkah bangsa ini telah benar-benar bangkit ? Jangan tutup mata anda, lihat sekeliling kita, renungkan dalam hati, mulai bangkitlah dengan membangkitkan diri sendiri, membangkitkan keluarga, lingkungan dan siapa tahu anda mungkin saya yang akan membangkitkan bangsa yang besar ini.

Iklan