Sebagai penikmat reformasi birokrasi di Kementrian Keuangan, saya berharap banyak pada Menteri Keuangan yang baru untuk melanjutkan reformasi birokrasi yang sudah di jalankan oleh Ibu Sri Mulyani. Apalagi kalau bisa meningkatkan lebih dari pada SMI. Beberapa postingan saya terdahulu, memang seolah-olah seperti “kemenkeu” mania saja 🙂 padahal Kemenkeu bukan kementrian tempat saya bernaung. Hal ini menurut saya sangat beralasan, saya yang bolak-balik minimal 5 kali dalam sebulan ke KPPN mulai dari Pengajuan Gaji Induk, Laporan Keuangan, Pengajuan Dana Rutin dan lain-lain mulai beberapa tahun  yang  lalu Kementrian ini lah yang menolak secara tegas segala bentuk pungutan dan sogokan.

Sayangnya reformasi birokrasi yang digadang-gadang oleh presiden sampai bupati/walikota hanya tong kosong belaka, tapi tidak di KEMENKEU. Mungkin anda pelaku gratifikasi akan mengatakan “kami tak pernah meminta” .. memang benar ! seharusnya anda akan bilang “kami akan menolaknya”. Walau semboyan “kami tak pernah meminta” bisa anda nyanyikan, tapi kalau toh tetap menerima ya tetap gratifikasi namanya bos. Apalagi kalau sempat meminta terang-terangan.

Bye The way.. terima kasih untuk ibu SMI sukses selalu untuk anda, terlepas apakah ibu salah atau tidak dengan masalah Bank Century, paling tidak ibu telah merubah prilaku yang sudah membudaya sogok sana dan sogok sini serta pungut sana-sini.  Jika anda tak ingin jadi pembanding yang lebih jelek, maka untuk Pak Agus Martowardoyo teruskanlah reformasi birokrasi di kemenkeu.

Berita terkait tentang Pak Agus jadi Kemenkeu :

Menkeu dan Wakil Menkeu Dilantik

JAKARTA–MI: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (20/5) sore, di Istana Negara Jakarta, melantik Agus Dermawan Wintarto Martowardojo sebagai Menkeu dan Anny Ratnawati sebagai Wakil Menkeu.

Agus ditunjuk Presiden menjadi Menkeu untuk menggantikan Sri Mulyani Indrawati yang akan menjabat sebagai “Managing Director” Bank Dunia. Pelantikan itu dihadiri oleh Wapres Boediono dan seluruh menteri Kabinet Indonesia Bersatu II serta sejumlah pimpinan lembaga negara.

Mantan Menkeu Sri Mulyani Indrawati yang mulai Juni mendatang akan menjabat sebagai managing director Bank Dunia di Washington DC Amerika Serikat juga hadir dalam acara itu.

Dalam kesempatan itu Presiden memberikan tujuh tugas yang harus dilakukan kepada Menkeu dan Wamenkeu serta mengucapkan terima kasih atas kerja yang telah dijalankan Sri Mulyani. Agus Martowardojo sebelumnya menjabat sebagai Dirut Bank Mandiri. Anny Ratnawati adalah Dirjen Anggaran di Kemenkeu.

Agus Martowardojo merupakan bankir senior yang telah berkiprah di sejumlah bank di Tanah Air. Anny adalah doktor bidang Ilmu Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB). (Ant/OL-04)

Sumber Berita : http://www.mediaindonesia.com/read/2010/05/20/144063/23/2/Menkeu-dan-Wakil-Baru-Dilantik

REFORMASI BIROKRASI JADI FOKUS UTAMA

JAKARTA–MI: Menteri Keuangan yang akan segera dilantik, Agus Dermawan Wintarto Martowardojo mengatakan akan fokus pada reformasi birokrasi di Kementerian Keuangan.

“Salah satu agenda utama adalah reformasi birokrasi,” kata Agus saat tiba di Istana Negara Jakarta, Kamis (20/5) sebelum dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Agus mengatakan, program yang sudah baik di Kemenkeu akan
tetap dilakukan sementara yang kurang baik akan diperbaiki. “Pajak dan Bea Cukai terus akan kita tangani,” katanya.

Agus tiba di Istana Negara bersama istri dan keluarganya, sementara Wakil Menkeu yang juga akan dilantik Anny Ratnawati tiba bersama suami dan keluarganya.

Agus Martowardojo sebelumnya menjabat sebagai Dirut Bank Mandiri
sementara Anny Ratnawati adalah Dirjen Anggaran di Kemenkeu. (Ant/wt/OL-02)

Sumber Berita : http://www.mediaindonesia.com/read/2010/05/05/144064/4/2/_Reformasi_Birokrasi_jadi_Fokus_Utama

Menteri baru Jangan Tambah Hutang

JAKARTA–MI: Menteri Keuangan yang baru Agus Martowardojo pengganti Sri Mulyani Indrawati diharapkan jangan menambah utang yang memberatkan APBN.

“Agus agar tidak mengadopsi kebijakan Menkeu sebelumnya yang menarik pinjaman dengan suku bunga tinggi. Hal itu pada gilirannya justru memberatkan APBN kita,” kata anggota Badan Anggaran DPR RI Bambang Soesatyo di Jakarta, Kamis (20/5).

Bambang mengatakan, setiap tahunnya, APBN harus mengalokasikan lebih dari Rp100 triliun untuk membayar pokok dan bunga utang luar negeri. “Lagi pula, penawaran bunga yang tinggi untuk SUN justru mempersulit perbankan kita menurunkan suku bunga. Karena perbankan dan pemerintah berebut cari dana di pasar uang dengan iming-iming bunga tinggi. Karena itu, saya minta dengan sangat agar Kementerian Keuangan yang dipimpin Agus tidak mengadopsi strategi Sri Mulyani,” tegasnya.

Kementerian Keuangan, ujar Bambang, juga harus memberi perhatian ekstra atas penerimaan negara dari sektor pajak. “Potensi penerimaan negara dari pajak relatif besar. Karena itu, kedua pejabat negara (Menkeu dan Wakil Menkeu Anny Ratnawati) harus bekerja keras mencegah kebocoran di sektor pajak, agar target penerimaan negara bisa tercapai,” ujarnya.

Menurut Bambang tidak kalah pentingnya juga membangun kembali kemitraan yang harmonis antara Menteri Keuangan dan DPR. “Agus sudah berpengalaman bermitra dengan DPR. Saya berharap pengalamannya itu bisa mengonsolidasi kerja sama dengan DPR. Ini penting agar kinerja sektor keuangan kita bisa lebih baik dari sebelumnya.” (Ken/OL-04)

Sumber Berita :http://www.mediaindonesia.com/read/2010/05/05/144001/4/2/Menkeu-Baru-Jangan-Tambah-Utang

Iklan