Sneidjer dan Villa

Akhirnya sampai pada pertandingan puncak Final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Di prediksi pertandingan akan berlangsung seru dan agak sulit diprediksi siapa yang akan meraih Piala Dunia yang pertama bagi kedua negara. Dalam delapan kali pertemuan, Belanda empat kali menang, sekali imbang dan tiga kali kalah. Namun mereka terakhir kali bertemu di tahun 2002 dalam sebuah gim persahabatan. Prestasi terbaik Belanda adalah menjadi finalis di tahun 1974 dan 1978 dan pernah menjuarai Piala Eropa 1988. Sementara Spanyol prestasi terbaiknya adalah masuk empat besar di tahun 1950. Di Piala Eropa, tim Matador sudah dua kali juara (1964 dan 2008).

Kedua tim memiliki materi yang seimbang di semua lini. Pemain tengah kedua tim memiliki segudang pemain dengan talenta tinggi, sedang pemain depan Spanyol diunggulkan lebih baik di banding Belanda. Hal ini terbukti, gol-gol Spanyol banyak berasal dari pemain depannya terutama David Villa, sedang Belanda gol-nya banyak tercipta dari pemain tengah Wesley Sneidjer. Sedang pertahanaan lagi-lagi saya memilih Spanyol, Trio Puyol, Ramos dan Pique masih lebih massiv dibanding Heiting, Van der Weil/Oijer dan Gio van Bronckhorst. Kemampuan Bek Barcelona dan Madrid ini ditambah dengan kemampuan over laping ke tiga pemain serta memanfaatkan sepak pojok.

Soal prediksi, saya akan tetap memilih Spanyol sebagai pemenang Piala Dunia kali ini, skor akan tipis tak lebih dari satu gol.. antara 1-0, 2-1, 3-2 untuk kemenangan Spayol.

Sekali lagi ini hanya prediksi, salah prediksi adalah wajar, sekedar hanya untuk meramaikan Piala Dunia tahun 2010

Berikut Kumpulan Berita Seputar Piala Dunia 201o, dari berbagai media luar dan dalam negeri.

Head to Head Belanda Vs Spanyol

Pertemuan Spanyol dan Belanda di pertandingan final Piala Dunia 2010 akan sangat menarik karena ini akan merupakan partai pertama mereka di sebuah kejuaraan besar.
Kedua tim sebelumnya baru bertemu delapan kali dan hampir semuanya dalam sebuah partai persahabatan.

Mereka belum pernah berhadapan langsung baik di Piala Eropa maupun Piala Dunia. Mereka hanya sempat bertemu di kualifikasi Piala Eropa 1984. Waktu itu kedua tim saling mengalahkan, namun akhirnya Spanyol yang lolos ke Euro 1984.

Dalam delapan kali pertemuan, Belanda empat kali menang, sekali imbang dan tiga kali kalah. Namun mereka terakhir kali bertemu di tahun 2002 dalam sebuah gim persahabatan.

Pertemuan keduanya selalu menghasilkan selisih gol yang tipis. Di partai final tentunya akan sangat menarik, karena keduanya belum pernah menjuarai Piala Dunia.

Prestasi terbaik Belanda adalah menjadi finalis di tahun 1974 dan 1978 dan pernah menjuarai Piala Eropa 1988. Sementara Spanyol prestasi terbaiknya adalah masuk empat besar di tahun 1950. Di Piala Eropa, tim Matador sudah dua kali juara (1964 dan 2008).

Lima partai terakhir Spanyol kontra Belanda:

27 Maret 2002: Belanda 1-0 Spanyol (Persahabatan)
15 November 2000: Spanyol 1-0 Belanda (Persahabatan)
21 Januari 1987: Spanyol 1-1 Belanda (Persahabatan)
16 November 1983: Belanda 2-1 Spanyol (Kualifikasi Piala Eropa)
16 Februari 1983: Spanyol 1-0 Belanda (Kualifikasi Piala Eropa)

Torres Gantikan Villa

Fernando Torres kemungkinan kembali duduk di bangku cadangan saat Spanyol berhadapan dengan Belanda di final Piala Dunia 2010 di Stadion Soccer City, Johannesburg, Senin (12/7). Apalagi, pelatih Vicente del Bosque merasa puas dengan penampilan Pedro yang melapis David Villa saat menghadapi Jerman di semi-final.

Meski keduanya gagal mencetak gol dalam pertandingan yang dimenangkan Spanyol 1-0 ini, namun keduanya mampu bekerjasama dengan baik. Bahkan Pedro memiliki beberapa peluang yang seharusnya bisa memperbesar keunggulan Spanyol.

Torres sendiri baru diturunkan di babak kedua menggantikan Pedro. Namun striker Liverpool ini
berharap menjadi starter pada laga final.

Keinginan Torres mungkin kesampaian bila David Villa tidak fit sehingga terpaksa absen di laga
final. Striker yang baru bergabung dengan Barcelona ini mengalami cedera kaki saat menghadapi Jerman.

Dalam latihan tim, Villa memang tidak merasa sakit saat berjalan. Namun, ia menolak menjawab pertanyaan wartawan perihal kondisi kakinya. Bila kondisinya memburuk, Del Bosque terpaksa mengistirahatkannya.

Sebaliknya bila Villa fit, Del Bosque tidak akan mengubah formasi tim seperti saat menghadapi Jerman.

Del Bosque Dinilai Sukses Gantikan Aragones

Spanyol belum menjadi juara dunia. Pelatih Vicente del Bosque juga belum bisa menyamai sukses pendahulunya Luis Aragones yang membawa Spanyol menjadi juara Eropa 2008.

Meski demikian, Del Bosque tetap dipuji karena mencatat sejarah menyusul keberhasilan Spanyol mencapai final Piala Dunia untuk pertama kalinya. Spanyol tampil di final setelah menyingkirkan tim favorit Jerman 1-0 untuk menghadapi Belanda di Stadion Soccer City, Johannesburg, Senin (12/7) dinihari WIB.

Tak heran bila kapten Iker Casillas memuji Del Bosque yang dinilai mampu menyatukan semua pemain. Menurutnya sukses Spanyol mencapai final tidak terlepas dari kerja keras Del Bosque.

“Del Bosque melakukan pekerjaan yang luar biasa. Saya sudah pernah bekerja bersama dia sebelumnya. Dia tak pernah berubah. Dia tak pernah ingin difoto dan tak ingin pujian. Dia tak ingin menjadi bintang,” kata Casillas.

Ia juga memperlihatkan sebagai pelatih yang terbuka mendapat kritikan. Del Bosque tak keberatan saat dikritik Aragones setelah Spanyol menderita kalah 1-0 dari Swiss pada laga pertama di penyisihan grup.

“Dia pelatih yang kharismatik, inteligen dan rendah hati. Namun dia sukses mengantarkan kami sampai final,” tambahnya.

Orange Pastas Dihormati

Gelandang tim nasional Belanda, Rafael van der Vaart, mengatakan Belanda pantas memperoleh rasa hormat karena berhasil mencapai final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan ini. Belanda akan menghadapi Spanyol dalam usaha memperoleh gelar juara dunia pertama mereka.

Tim Oranye akan berusaha keras untuk menang di Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah sepak bola mereka ketika menghadapi Spanyol di pertandingan final yang akan dilakukan di Johannesburg, Minggu (11/7). Belanda pernah mencapai final pada 1974 dan 1978, tetapi kalah di kedua kesempatan itu.

Menatap pertandingan final itu, gelandang Belanda, Rafael van der Vaart, yang tampil tidak terlalu sering bersama Belanda di Afrika Selatan ini, mengatakan jika mereka semua pantas mendapat rasa hormat untuk usahanya membuat sejarah baru.

“Tim ini telah meraih kemenangan pada 25 pertandingannya dan patut dihormati. Kami jauh lebih kuat daripada saat di Jerman 2006,” ujar Van der Vaart pada situs resmi Real Madrid. “Kami mencoba untuk bermain baik, tetapi ini tidak selalu mungkin karena beberapa lawan-lawan tidak memungkinkan kami untuk menang. Kami bukan tim bertahan dan tidak pernah mengubah cara kami bermain. Kami telah bermain baik,” papar Van der Vaart.

Gelandang Real Madrid itu mengungkapkan tentang tim nasional pada tahun 70’an, di mana tim itu memotivasi mereka saat ini untuk menorehkan sejarah manis di Afrika Selatan. “Tim nasional Belanda pada 1974 dan 1978 adalah legenda yang banyak mempengaruhi kami, tetapi tim ini akan membuat sejarah tersendiri,” tutur Van der Vaart.

“Kami ingin memenangkan Piala Dunia. Kami yakin sejak satu hari itu dan tidak pernah berpikir sebaliknya. Hanya ada satu pertandingan tersisa. Kami tidak pernah meragukan diri kami sendiri ketika kami sampai di sini enam minggu lalu. Kami tahu kami memiliki kesempatan. Kami memiliki pemain-pemain yang bermain bagi tim terbaik di Eropa,” papar pemain yang memperkuat tim Oranye sejak 2001 silam.

Sneidjer Incar Gelar Keempat

Pemain kunci tim nasional Belanda, Wesley Sneijder, berharap mampu menambahkan gelar Piala Dunia untuk melengkapi gelar juaranya tahun ini setelah meraih treble winner bersama Inter.

Sneijder mengungkapkan gelar Piala Dunia yang akan diperebutkan Belanda pada saat bertanding menghadapi Spanyol, Minggu (11/7), bisa menjadi pelengkap tiga gelar juara yang telah ia raih tahun ini bersama I Nerazzurri.

Bicara dalam situs resmi Inter, maestro sepak bola asal Belanda itu mengungkapkan jika ia dapat merasakan dukungan dari fans I Nerazzurri walaupun ia bermain bukan untuk klub Italia itu, tetapi bagi negara tempat ia dilahirkan. Oleh karena itu, Sneijder pun berjanji tidak akan mengecewakan mereka yang telah dengan berusaha merebut trofi Piala Dunia besok Minggu.

“Pertama-tama, terima kasih. Terima kasih untuk rasa sayang yang saya terima dari fans Inter selama Piala Dunia,” ujar Sneijder. “Saya tahu meskipun saya jauh, Anda memberi saya dukungan dan simpati meskipun saya menggunakan kostum Oranye,” ungkap pemain bernomor punggung 10 itu mengenai dukungan fans Inter.

Sneijder menegaskan pertandingan final keempatnya di tahun ini sudah di depan mata. Johannesburg akan menjadi saksi mata perjuangannya meraih gelar juara tersebut. Ia akan meninggalkan segalanya saat menghadapi pemain La Furia Roja dan memberikan yang terbaik bagi timnya dan semua yang mendukung penampilannya.

“Final lain menunggu saya hari Minggu setelah pertandingan final yang saya lakkan di Roma, Siena, dan Madrid, di mana itu adalah momen yang tidak akan bisa saya lupakan bersama Nerazzurri,” tutur Sneijder. “Tetapi saya akan meninggalkan semua mimpi saya saat menghadapi Spanyol. Saya yakin fans Inter akan mendukung saya. Seperti biasa, saya akan memberikan kemampuan maksimal untuk tidak mengecewakan Anda, tegas Sneijder.

WORLD CUP FINAL: SPAIN TO WIN SAYS PSYCHIC OCTOPUS

SPAIN are the favourites to win the World Cup after they were chosen by a psychic octopus.

Paul has predicted six out of six results correctly in the tournament so far.

And yesterday millions worldwide watched live as the fortune-telling cephalopod picked food from a box with Spain’s flag on it.

Two-year-old Paul, who was born in the UK, made his mind in three minutes.

Tanja Munzig from Sea Life in Oberhausen, Germany, where Paul now lives, said: “That was fast. It looks like a clear-cut victory for Spain.”

Paul had previously picked Germany to beat Uruguay in the third-place play-off tonight.

Bookies said Paul’s prediction had sent punters into a frenzy.

Paddy Power’s Darren Haines said: “Holland had been the more popular bet among the casual punters but after Paul’s prediction we’ve taken more bets on the Spanish.” Meanwhile, more than 15million Brits are expected to tune in to tomorrow night’s final in Johannesburg.

Pubs are expected to be packed out as the country basks in a heatwave.

Englishman Howard Webb, 38, will referee the match, the first time a Brit has been in charge of a World Cup Final since 1974.

WORLD CUP FINAL: ARJEN ROBBEN REVEALS ‘WIN UGLY’ GAMEPLAN

ARJEN ROBBEN yesterday insisted he did not care if the Dutch have to win ugly to bag the World Cup.

Holland invented ‘Total Football’ – but the beautiful game was not enough to stop them losing in the finals of 1974 and 1978.

But under boss Bert van Marwijk the ­Oranje have added steel to their style, with midfield hardman Mark van Bommel making his presence known at every opportunity.

And Bayern Munich winger Robben said: “I prefer a very ugly game that we win to a beautiful game that we lose.

“We are currently still producing the best football, but we can now also rely on good, solid organisation. That is so important ­because it means scoring just one goal can be enough for a victory.

“When you’ve reached a World Cup Final, it does not matter what style of football you have played to get there.

“Our intention is to play good football, but the most important thing is the result.

“We’ve had enough of hearing, ‘It’s all very nice, but what did it get you?’. This time, so far, it is bringing us something.”

Robben also revealed he’s not fully fit, ­adding: “I’m not at my peak, but I can play. My hamstring still causes me pain, but it’s getting better. It is not ideal, but I will do my best.”

World Cup Final Betting: Four head-to-heads that will decide the match

Will Joan Capdevilla be able to keep Arjen Robben in check? Will Stekelenburg be able to do what only Switzerland and Germany managed and stop David Villa from scoring? Richard Aikman looks at four battles within the battle…

“As the playmaker, and virtually the only creative player in the side bar Robben, Sneijder is the focal point, inspiring the Oranje in the same way he inspired Inter Milan to the treble last season. His outstanding vision and eye for goal have made been the determining factor in this Dutch success story.”

Despite their great footballing pedigree, the Netherlands and Spain have yet to meet in major competition, and on the nine times they have gone toe to toe, there is nothing to choose between them, with their head-to-heads reporting four wins apiece and a draw. The European Champions are the favourites at 2.18 to win in 90 minutes, but they have already been beaten this tournament, by Switzerland, while the Oranje have now gone 25 matches unbowed. They’re 3.85 to win in regular time. Spain are 1.61 to win the World Cup with the Netherlands 2.62.

To get an idea of where this match will be won and lost here are the key battles that will go a long way to deciding the World Cup final.

Stekelenburg v Villa

Maarten Stekelenburg has done plenty to answer those who feared Edwin van der Sar’s gloves would be too large to fill by making 16 saves so far this tournament. He is not guarded by the best defence in the world and performed fine displays against Slovakia and Brazil even though he should have done better with Diego Forlan’s equaliser for Uruguay. But, assuming the hip injury he picked up in that semi-final doesn’t keep him out of the match of his life, the Ajax man will struggle to keep a clean sheet (3.55) here.
Apart from the threat posed by a lethal midfield, David Villa’s five goals this tournament reflect his current status as the best striker in the world. Had he not missed a penalty against Chile, the Spaniard would have bagged a hat-trick against Chile, and be even shorter than 2.72 to win the Golden Shoe. Barcelona’s new signing will also not need to look twice at the video of Robinho’s goal against Holland, where the Brazilian cut in from the left, raced onto a throughball and beat Stekelenburg with ease. Villa delights in cutting in from the left and is priced at 5.3 to repeat what as he has done three times in the last four matches, and score first.

Sneijder v Xavi

Though ostensibly a midfielder, Wesley Sneijder has scored as many goals as Villa, which makes him a tempting bet in the Top Goalscorer market at 4.2. As the playmaker, and virtually the only creative player in the side bar Robben, Sneijder is the focal point, inspiring the Oranje in the same way he inspired Inter Milan to the treble last season. His outstanding vision and eye for goal have made been the determining factor in this Dutch success story.

A huge influence on t his extraordinary Spain side, Xavi, alongside Andreas Iniesta, has forged probably the best midfield partnership in world football. Xavi does not score many, but he sets the tempo of la Furia Roja’s extraordinary ‘ticcy-taccy’ passing style. He has completed 464 passes this campaign, compared to Sneijder’s 230 and is the heartbeat of the side. Conversely, he is probably not as important to Spain as Sneijder is to Holland, because the European Champions have so many midfield artists. Cesc Fabregas, for one, can’t even get a start.

Robben v Joan Capdevila

Arjen Robben was eased into this tournament due to injury but has grown in influence on Holland’s campaign. His pace petrifies defenders and he regularly showed how deadly he can be when cutting in from the right in the Champions League last season. The Bayern winger, who has scored twice in South Africa and is 4.2 to add a third, is also an expert at drawing fouls – and in Felipe Melo’s case, red cards – and winning set-pieces from which Sneijder and Robin van Persie can threaten.

If Howard Webb takes a dim view of his diving, Robben may well pick up a card, which he is 5.1 to do. Either way, Joan Capdevila will have his work cut out to contain the fleet-footed winger and will most likely be told to resist making those forward runs down the flank. The left-back has only made five fouls this tournament but how else do you stop Robben? Capdevila is 4.2 to get his name in the book.

Van Bommel v Alonso

When it comes to the dark arts there can be no finer exponent than Mark van Bommel, who is a superb shield for an otherwise ordinary defence, but seemingly immune to sanction for his relentless fouling. He was booked in the last match, but his card was long overdue. He appears to get the referees onside by talking to them throughout matches, but whether Webb falls for his smoothtalk remains to be seen. Van Bommel is 2.4 to pick up a yellow. Webb is 3.9 to brandish a red.

Alonso is no saint either. He has only committed three fouls less than Van Bommel in the tournament, but has more license to invest his energies at the other end of the field as Sergio Busquets is happy to dig in with the dirty work. Indeed, with Germany marking Villa out of the game in the semi-final, Alonso was Spain’s principal goal threat, firing three shots in on goal from the edge of the area. The Real Madrid midfieder has a fantastic shot and at 8.4 is a superb bet to score at any time.

Recommended bets:

Alonso to score @ 8.4; Robben 5.1 to receive booking; Joan Wesley Sneijder to win Golden Boot 4.2

World Cup Results: Spain aim for World and European double

The Euro 2008 champions overcome Germany to reach second successive final

“Spain will go into Sunday’s final as the 1.62 favourites to win the World Cup with opponents Holland available to back at 2.6 “

The World Cup cartel will have to make room for a new member after Spain joined Holland in the final – ensuring a first time winner will lift the trophy on Sunday night.

The Euro 2008 champions squeaked past Germany in tonight’s semi-final by the same scoreline that has got them past both Portugal and Paraguay in the knockout stages – 1-0.

But unlike in previous rounds, David Villa wasn’t the hero as veteran defender Carlos Puyol took the goalscoring limelight, heading home a corner in the 73rd minute. The Barcelona man was backed at 130.0 to open the scoring.

Spain will go into Sunday’s final as the 1.62 favourites to win the World Cup with opponents Holland available to back at 2.6

Iklan