Sebagai guru sudah tak terhitung saya mengikuti pendidikan dan pelatihan atau dimasa lalu sering disebut dengan penataran. Tak terhitung juga yang sejenis dengan Diklat, seperti sosialisasi, dan lain-lain. Dan saat menulis postingan ini saya sedang mengikuti Diklat Mata Pelajaran di Balai Diklat Keagamaan Banjarbaru Kalimantan Selatan. Banyak pengalaman yang saya dapat di setiap kesempatan mengikuti Diklat, mulai dari ketemu teman lama hingga dapat teman baru.

Selain ketemu dengan teman lama dan dapat teman baru. Para pemberi materi juga bentuknya bermacam-macam, ada yg hanya bisa membacakan materi yang ada hand out atau yg ada di layar LCD, ada yg ceramah sepanjang pelajaran, tetapi ada juga yg menguasai materi secara penuh. Atau ada juga yg nggak nyambung sama sekali, substansi antara judul materi pelajaran diklat dengan materi pelajaran tidak nyambung, yang disampaikan justru pengalaman masing-masing pemberi materi. Atau ketika membahsa tentang model-model pembelajaran justru penyampaiannya dimulai dengan ceramah hingga akhir pembelajaran.Namun sejelek-jeleknya pemberi materi tetap saja memberi manfaat, terutama tentang hal-hal yang baru tentang kebijakan pemerintah di bidang pendidikan. Saya sangat mengpresiasi hal demikian, hingga nantinya bisa disebarkan kepada guru-guru yang lain.

Dari sekian kali mengikuti Diklat yang berkesan adalah kebersamaan dengan peserta diklat yang lain, itu biasanya yang akan selalu teringat. Dari sekian Diklat yang sangat berkesan bagi saya adalah ketika mengikuti pelatihan Standarisasi Test yang dilaksanakan di Cisarua Bogor tahun 1999. Sungguh ini yang sangat berkesan,selain pelatihan tingkat nasional, pelatihan ini cukup bergengsi karena dilatih langsung oleh pengelola “dapur’ pembuatan soal Ujian Nasional (dulu namanya Ebtanas). Berkesannya adalah ilmu dan pengetahuan yang didapat sangat berguna bagi saya seorang guru. Namun sayangnya, lulusan “Cisarua” (sebutan guru yg lulus pelatihan ini) tidak diakomodasi oleh pihak terkait. Seharusnya jika mau Dinas pendidikan dan kantor Kemenag Propinsi atau kabupaten mengumpulkan guru-guru alumni “Cisarua” untuk membuat bank soal, yang bisa digunakan untuk Ulangan semester bersama. Karena soal yang bermutu perlu proses panjang hingga menjadi soal yang baik, susah kalo ngomong yg ideal di negeri ini.

Demikian,semoga bermanfaat.. maaf bagi beberapa komentar dalam postingan blog ini tak terjawab,karena saya lagi ikut program pemerintah πŸ™‚ meningkatkan kualitas dan mutu guru.. ntar kita bahas topik lain, yg tujuannya adalah meningkatkan dunia pendidikan di Indonesia. Mudah-mudahan langkah kecil ini, bisa memberi kontribusi kemajuan pendidikan Indonesia..

Wassalam,

21 Juli 2010, Balai Diklat Keagamaan Banjarbaru Kalimantan Selatan..

Iklan