Dengan penduduk yang beragama Islam terbesar di dunia, Bangsa Indonesia memiliki khasanah budaya tersendiri dalam Hari Raya Idul Fitri.  Salah satunya adalah mudik. Istilah mudik sering diartikan dengan kembali ke kampung halaman untuk merayakan hari raya Idul Fitri. Hal ini sebenarnya tidak terlepas dengan budaya kental beberapa suku Indonesia dengan istilah merantau. Jika di suku Minang dan Bugis dikenal dengan istilah perantau. Di suku Banjar juga dikenal istilah merantau dengan sebutan ‘madam’ (pergi).

Selain berlatar belakang budaya, istilah merantau sekarang lebih banyak diartikan dengan usaha  memperbaiki kehidupan ekonomi sang perantau. Biasanya yang menjadi tujuan utama para perantau adalah kota-kota besar, yang menjanjikan kehidupan ekonomi yang lebih baik. . Dalam istilah ilmu sosial sering disebut dengan urbanisasi.

Selain mudik, hari raya Idul Fitri identik dengan makanan khas yang disajikan saat hari raya. Di Kalimantan Selatan yang tidak selalu ketinggalan makanan seperti Soto Banjar, Lontong dan Ketupat. Ketiga makanan ini berbahan dasar utama berupa lontong. Soto Banjar berbeda dengan Soto yang biasanya ada di pulau Jawa, soto banjar disajikan dengan lontong sedangkan soto di pulau Jawa dengan Nasi. Jika dengan nasi, maka namanya bukan Soto Banjar lagi tapi jadi nasi sop. Sedang Lontong di Kalimantan Selatan disajikan dengan kuah santan dengan lauk ikan Haruan (Gabus) yang di masak merah (habang). Sedang Ketupat ( di Kalsel, yang paling terkenal adalah ketupat Kandangan), masakan dengan kuah santan kental disajikan dengan ikan gabus.

Selain mudik dan makanan khas-nya, lebaran atau hari raya Idul Fitri, identik dengan saling memaafkan. Saat lebaran inilah seolah menjadi moment yang paling tepat untuk membersihkan dosa kepada sesama manusia. Kesalahan yang disengaja atau disengaja kepada siapa saja, mulai dari keluarga, teman bahkan kepada orang yang tidak dikenal sekalipun.

Pada saat hari baik ini, saya sekeluarga mengucapkan :

“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 Hijriah, Mohon Maaf Lahir dan Batin”

Iklan