Hari kemarin saya berdiskusi dengan seorang Kepala SMP Negeri di Banjarmasin yang sekolahnya berstatus sebagai Sekolah Standar Nasional. Yang hangat didiskusikan adalah mengenai program remedial. Program ini adalah perbaikan peserta didik yang belum mencapai Kriteria ketuntasan minimal (KKM). Jika dalam kurikulum sebelumnya (KBK) disebut dengan ketuntasan belajar. Kerap kali pihak sekolah/madrasah salah mengartikan dengan program remedial ini. Sebab program ini sebenarnya memiliki rambu-rambu, Pertama Program ini harus dilaksanakan oleh guru minimal per Kompetensi Dasar setiap menemukan peserta didik yang belum mencapai kreteria ketuntasan minimal (KKM) per KD. Harap diingat KKM mata pelajaran merupakan kumpulan rata-rata KKM per KD. Jadi, remedial harus punya dasar,yaitu bahwa peserta didik belum mencapai KKM minimal per KD,bukan di Akhir semester.

Kedua, Remedial tidak sama dengan mengulang penilaian atau yg sering disebut her. Remedial tidak diartikan menjawab soal kembali yang sudah diberikan dalam penilaian. Namun,remedial harus merupakan bentuk pembelajaran kepada peserta didik, terutama pada bagian materi pembelajaran yang tidak dikuasai oleh siswa. Dasarnya adalah pertanyaan soal-soal penilaian yang tidak bisa di jawab oleh peserta didik. Ketiga, bahwa remedial harus dilaksanakan diluar jam belajar regular atau sepulang sekolah. Untuk yang ini, sekolah/madrasah harus peka untuk memberi insentif lain kepada guru, bisa diberikan honor/insentif dengan perhitungan per jam remedial atau per peserta didik yang di remedial. Tanpa insentif saya kira tak akan banyak guru yang melaksanakannya.

Keempat, Remedial juga bukan membahas soal-soal ujian nasional tahun lewat, juga bukan mengulang materi kelas yang telah lewat. Biasanya hal ini dilaksanakan menjelang Ujian Nasional. Sebutannya seharusnya bukan remedial tapi pelajaran tambahan. Walau saya agak bingung, setiap sekolah dimana saja, termasuk tempat saya mengajar, seolah waktu belajar selama 6 tahun di SD, 3 Tahun SMP/MTs/SMA/MA tidak cukup, belum lagi di tambah dengan tambahan pelajaran di bimbingan belajar. Padahal sebenarnya yang dikejar bukan menjejal sebanyak mungkin ilmu namun untuk mengejar target kelulusan. Bagus mana sebenarnya, antara orang yang berilmu tinggi dengan kemampuan menjawab soal.  Tak semua ilmu yang dijejalkan itu,akan menjadi soal dalamUjian Nasional nanti.

Kelima, pertanyan sangat mendasar yang segera di jawab oleh guru, Sudah kah anda melaksanakan program remedial ? Pertanyaan ini juga salah satu bentuk proses penyadaran bagi kita (guru),terutama bagi saya pribadi.. kalau saya sih.. angin-anginan,kalo kepengan baru buat remedial.. hehehehe.

Bagaimana menurut anda ?

(Di publish dengan menggunakan Microsof Office 2007)..sekaligus ngetes aja neh ..

Iklan