Beberapa hari yang lalu, ada sebuah komentar diblog ini,entah dari siapa yang berisi sumpah serapah yang bersangkutan karena tunjangan profesi nya belum dibayarkan. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban diblog ini dengan terpaksa komentarnya saya hapus (hehehe.. memakai istilah orde baru nih ). Untuk siapapun anda, saya bisa mengerti kegalauan anda menunggu proses pencairannya. Setahu saya seluruh guru di Indonesia menunggu Tunjangan Profesi guru (TPG) minimal memerlukan waktu 18 bulan, sejak nama anda ditetapkan sebagai peserta sertifikasi guru.

Lebih dari itu, keterlambatan lebih disebabkan menunggu persyaratan-persyaratan lain, seperti SK penetepan penerima, ketersediaan anggaran, Nomor registrasi guru, dan tetek bengek persyaratan lain. Belum lagi jika ada kesalahan, seperti nama anda tidak ada dalam SK Penetapan, salah tulis,salah ketik dan sebagainya. Harap di maklumi karena daftar nama guru yang dibuatkan SK-nya banyak sehingga wajar saja ada kesalahan. Saya pribadi saja pernah di caci maki seorang oknum Diknas, ketika saya mempertanyakan tentang percepatan proses-nya.

Saya yakin semua guru pasti menunggu dengan penuh kesabaran, karena itulah yang hanya bisa dilakukan. Ketidakpercayaan dan kondisi riil guru serta alasan klasik ‘keterbatasan dana’, membuat program peningkatan kesejahteraan guru tidak bisa langsung otomatis dinikmati guru. Alhasil, guru merupakan profesi yang paling sabar, ditempa untuk sabar menghadapi murid, bersabar dengan kebijakan yang tidak sepenuh hati memperhatikan guru, bersabar terhadap oknum pegawai bukan guru ‘se atap’ yang mencemburui guru, sampai bersabar kepada pejabat pengelola keuangan yang belum mencairkan TPG dengan alasan yang tidak jelas.

Berikut alur proses pencairan TPG yang saya ketahui dan yang saya laksanakan sebagai pembuat daftar gaji :

  1. Melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) satuan kerja menganalisa anggaran yang tersedia untukTunjangan Profesi Guru.
  2. Menyuruh Pembuat Daftar Gaji untuk membuat daftar penerima Tunjangan Profesi Guru,yang di tanda tangani oleh Kuasa Pengguna Anggaran,Bendahara Pengeluaran dan Pembuat Daftar Gaji.
  3. Menyiapkan lampiran-lampiran sebagai bahan pengajuan pembayaran ke KPPN, antara lain : Surat Pernyataan Menduduki Jabatan, Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas, Copy sertifikat, Copy SK Terakhir, Copy SK Berkala Terakhir, Copy SK Penetapan penerima TPG, Copy penetapan NRG, Surat Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM), copy rekening, Slip Pajak dan Daftar Penerima. Sedang Surat Keterangan Beban Kerja di simpan oleh satker, karena KPPN tidakmensyaratkan sebagai lampiran pengajuan pencairan.
  4. Ada hal yang terbaru, sebagai dasar pemberian Tunjangan Profesi Guru bisa berdasarkan SK dari Kepala Satker/Kepala Madrasah, yang menjelaskan bahwa guru yang menerima TPG sudah memiliki SK Penetapan penerima dari Kementerian Agama (entah untuk Diknas..?)
  5. Lalu dibuatkan Surat Permintaan Pembayaran (SPM),semua lampiran dibuat rangkap tiga, ditanda tangani oleh Kuasa Pengguna Anggaran, bawa ke KPPN,maka dalam 3 hari TPG sdh masuk ke rekening.

Yang jadi kendala waktu adalah menyiapkan lampiran-lampiran pada nomor 3, jika yang harus dibayarkan sebanyak ratusan orang guru,tak terbayang bagaimana repotnya dan berapa waktu yang diperlukan. Belum lagi sang operator, tidak terlalu lincah menggunakan komputer. Padahal sebenarnya dengan menggunakan program mail merge di Microsoft Word, pekerjaan pasti tidak memerlukan waktu yang lama karena semua jadi otomatis. Seorang guru pernah mengeluh kepada saya,bahwa proses pencairannya terasa sangat lama. Padahal ada salah satu cara supaya pengen cepat, selain seluruh persyaratan pencairan sudah terpenuhi, satker kalau bisa memasukkan unsur guru dalam pengelolaan administrasi pencairan TPG, cari guru yang punya kemampuan komputer yang mumpuni, sehingga bisa mempercepat pembuatan lampiran-lampiran sebagai syarat pencairan.

Karena jika bukan guru yang membuat lampiran itu,mereka tak ada kepentingan sama sekali, belum lagi jika ada guru yang pelit sekedar memberi uang lelah/tip (Hehehehe… padahal yg ini nggakboleh). Atau ada pula yang langsung nembak, berapa mau kasih kepada yang membuatkan lampiran-lampiran supaya pengen cepat (yang ini malah sangat tidakboleh..heheheh).

Bagaimana dengan yang non PNS serta PNS yang mengajar di sekolah swasta ? Wah.. saya tidak tahu sama sekali, kayaknya anda (guru) perlu ekstra kesabaran… Innallaha ma ashabirin,..

Recent Posts :

Iklan