Wali Songo atau Wali Sanga dikenal sebagai penyebar agama Islam di pulau Jawa, terutama tiga daerah penting di pesisir Utara Pulau Jawa. Surabaya-Gresik-Lamongan-Tuban di Jawa Timur, Demak-Muria-Kudus di Jawa Tengah dan Cirebon Jawa Barat. Diperkirakan para wali songo merupakan intelektual Islam pada masanya di pulau Jawa. Pengaruh mereka terasakan dalam beragam bentuk manifestasi peradaban baru masyarakat Jawa, mulai dari kesehatan, bercocok-tanam, perniagaan, kebudayaan, kesenian, kemasyarakatan, hingga ke pemerintahan.

Era Walisongo adalah era berakhirnya dominasi Hindu-Budha dalam budaya Nusantara untuk digantikan dengan kebudayaan Islam. Mereka adalah simbol penyebaran Islam di Indonesia, khususnya di Jawa. Tentu banyak tokoh lain yang juga berperan. Namun peranan mereka yang sangat besar dalam mendirikan Kerajaan Islam di Jawa, juga pengaruhnya terhadap kebudayaan masyarakat secara luas serta dakwah secara langsung, membuat para Walisongo ini lebih banyak disebut dibanding yang lain.

Berasal dari mana para wali, para ahli sejarah Islam mengemukakan beberapa pendapat. Sebagian besar menyebut ada yang berasal keturunan Samarkand (Asia Tengah), Champa, dan Hadramaut. Kesamaan dalam pengamalan madzhab Syafi’i bercorak tasawuf dan mengutamakan Ahlul Bait; seperti mengadakan Maulid, membaca Diba & Barzanji, beragam Shalawat Nabi, doa Nur Nubuwwah dan banyak amalan lainnya hanya terdapat di Hadramaut, Mesir, Gujarat, Malabar, Srilangka, Sulu & Mindanao, Malaysia dan Indonesia, jadi penguat teori yang menyatakan para wali berasal dari Hadramaut. Sedang masyarakat Islam sendiri lebih suka menyebut para wali sebagai keturunan Arab-Indonesia.

 

Cungkup Rendah Kubur Sonan Bonang Tuban

Yang unik dalam setiap kunjungan ke kubur para wali songo adalah bentuk kubur dan berbagai macam bentuk. Ada yang sederhana tanpa ‘cungkup’ seperti Sunan Ampel dan Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim). Selebihnya menggunakan bangunan yang mencerminkan sinkretisme dan akulturasi budaya setempat dengan Islam.

Entah siapa yang memulai, yang banyak berziarah ke kubur para wali diantaranya yang paling banyak berasal dari Kalimantan Selatan.

Sumber : id.wikipedia.org

Iklan