Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional, merubah sistem penentuan kelulusan siswa di seluruh jenjang pendidikan formal. Banyaknya kritik tentang penentuan kelulusan yang hanya berdasarkan nilai UN saja, akhirnya di akomodasi pihak Kemdiknas, dengan memasukkan penghitungan nilai raport dan ujian sekolah.

Jika di tahun 2010, pihak sekolah ‘melakukan’ apa saja untuk mensukseskan pelaksanaan UN disekolah masing-masing. Maka ditahun 2011 ini, pekerjaan mensukseskan pelaksanaan penilaian siswa ditambah dengan menggodok nilai raport dan nilai ujian sekolah. Bila siswa didapati mendapat rata-rata nilai raport dan nilai ujian sekolah yang rendah, bisa berpotensi menyebabkan siswa tidak lulus.

Lalu bagaimana merekayasanya ? ya.. dengan mengganti nilai raport dan memberi setinggi-tinggi nilai ujian sekolah.

Itulah rekayasa kotor yang bisa dilakukan oleh pihak sekolah. Lihat saja nanti timpangnya nilai ujian sekolah dan nilai UN. Kecuali, jika UN ditengarai lagi akan bocor soalnya (setahu saya bukan soalnya yang bocor, tapi kunci jawabannya heheheehe), maka pihak sekolah akan lebih tenang. Artinya, jika nilai UN sudah tinggi, maka tak perlu lagi mengotak-atik rata-rata nilai raport dan ujian sekolah, supaya siswa lulus.

Namun saya tetap optimis, masih banyak sekolah dan mungkin semua sekolah,  yang berusaha sungguh-sungguh untuk mensukseskan hajatan UN dan kelulusan siswa, secara benar-benar dan jujur. Lihat saja, sekolah membuat kegiatan pembelajaran tambahan di sore hari, seakan waktu yang ditetapkan oleh kurikulum (dibuat dengan biaya besar pula) tidak cukup.

Pengkritik seperti saya, biasanya akan ditanya balik. Bagaimana solusinya ? Pengawasan, percaya diri, berani menerima kenyataan bahwa gagal/tidak berhasil, tidak perlu malu terhadap kegagalan. Silahkan mengejawantahkan sendiri solusi yang saya berikan. Itu adalah solusi tambahan, selain solusi yang sudah menjadi tugas guru yang  profesional, seperti peningkatan proses pembelajaran, dan lain-lain.

Sayang bung.. menyia-nyiakan 20% APBN, dengan melakukan tindakan kotor dan pembodohan serta rekayasa seperti itu .. weleh-weleh .. hehehe

 

 

Iklan