Nekat mengutak atik setting DNS dan email di domain mapping wordpress, akhirnya bisa juga setting DNS dan email menggunakan Google Apps. Prosesnya cukup mudah, hanya mengikuti prosedur yang di berikan oleh wp,  entah apa dan bagaimana caranya hingga saya berhasil membuat sebuah email dengan ujungnya ..@yunizar.com, yang saya beri nama najwa@yunizar.com.  Verifikasi penggunaan DNS dan Email dari google apps memerlukan waktu hingga 48 jam, baru bisa digunakan. Tersedia untuk 50 akun email, silakan siapa yg mau daftar nanti saya buatkan .. hehehehe… Semua fasilitas dari google bisa juga di gunakan mulai docs.google hingga Gtalk.

Walau sebenarnya komunikasi data dengan e-mail masih belum merupakan kebutuhan dan gaya hidup, tidak seperti handphose atau smartphone dengan SMS dan Social Networking, namun sayang juga tidak menggunakan fasilitas yang diberikan oleh wordpress ini. Ketika googling para blogger senior, saya nggak ketemu cara setting DNS di domain mapping wordpress. Akhirnya nekat saja dan sebenarnya langkahnya sangat mudah.Namun ada pesan penting dari blogger senior, bahwa setiap memakai domain baru, maka yang penting untuk disetting adalah DNS

DNS (Domain Name System), bahasa Indonesia: Sistem Penamaan Domain adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.

DNS menyediakan servis yang cukup penting untuk Internet, bilamana perangkat keras komputer dan jaringan bekerja dengan alamat IP untuk mengerjakan tugas seperti pengalamatan dan penjaluran (routing), manusia pada umumnya lebih memilih untuk menggunakan nama host dan nama domain, contohnya adalah penunjukan sumber universal (URL) dan alamat e-mail. DNS menghubungkan kebutuhan ini.

Sejarah Singkat DNS

Penggunaan nama sebagai pengabstraksi alamat mesin di sebuah jaringan komputer yang lebih dikenal oleh manusia mengalahkan TCP/IP, dan kembali ke zaman ARPAnet. Dahulu, setiap komputer di jaringan komputer menggunakan file HOSTS.TXT dari SRI (sekarang SIR International), yang memetakan sebuah alamat ke sebuah nama (secara teknis, file ini masih ada – sebagian besar sistem operasi modern menggunakannya baik secara baku maupun melalui konfigurasi, dapat melihat Hosts file untuk menyamakan sebuah nama host menjadi sebuah alamat IP sebelum melakukan pencarian via DNS). Namun, sistem tersebut diatas mewarisi beberapa keterbatasan yang mencolok dari sisi prasyarat, setiap saat sebuah alamat komputer berubah, setiap sistem yang hendak berhubungan dengan komputer tersebut harus melakukan update terhadap file Hosts.

Dengan berkembangnya jaringan komputer, membutuhkan sistem yang bisa dikembangkan: sebuah sistem yang bisa mengganti alamat host hanya di satu tempat, host lain akan mempelajari perubaha tersebut secara dinamis. Inilah DNS.

Paul Mockapetris menemukan DNS di tahun 1983; spesifikasi asli muncul di RFC 882 dan 883. Tahun 1987, penerbitan RFC 1034 dan RFC 1035 membuat update terhadap spesifikasi DNS. Hal ini membuat RFC 882 dan RFC 883 tidak berlaku lagi. Beberapa RFC terkini telah memproposikan beberapa tambahan dari protokol inti DNS.

Sumber Tulisan : http://id.wikipedia.org/wiki/DNS

Iklan