Sungai atau river (dalam bahasa Inggris), atau batang banyu (bhs.Banjar), krueng (bhs.Aceh), Ci (bhs.Sunda) dan kali/bengawan (bhs.Jawa), menurut Paul Herbert, P.hd dalam The Encyclopedia of Earth merupakan faktor penting pembentuk bumi (geologis), makhluk hidup (biologis), sejarah dan budaya. Meskipun jumlahnya relatif kecil hanya 0,0001% dari jumlah air di bumi pada saat-saat tertentu. Sungai pembawa air,  nutrisi bagi daratan seluruh bumi, komponen penting dalam siklus hidrologi, juga jadi saluran drainase bagi 75% permukaan tanah bumi. Sungai menyediakan habitat ribuan jenis hewan, membentuk pemandangan alam yang luar biasa, rute perjalanan untuk perdagangan, eksplorasi atau hanya untuk sekedar rekreasi.

Sungai juga meninggalkan endapan berharga, berupa pasir dan kerikil bahkan logam mulia. Daerah aliran sungai telah membentuk peradaban-peradaban besar di dunia dan kekinian sungai menyediakan tenaganya untuk kebutuhan tenaga listrik dan irigasi pertanian. Tak ada komunitas budaya di dunia yang besar tumbuh menjadi peradaban tanpa sungai. Peradaban Mesir Kuno dengan Sungai Nil, Mesopotamia dengan Sungai Eufrat dan Tigris, China dengan Sungai Kuning (Hwang-ho), India dengan Sungai Gangga. Termasuk Suku Banjar (sukunya saya neeh πŸ™‚  ) dianggap tumbuh dan berkembang dengan Sungai Barito dan anak sungainya.

Lebih Lanjut menurut Paul Herbert, P.hd, sungai  di atas permukaan  daratan mengalir dengan gradien alami. Ada 3 (tiga) hal yang mempengaruhi keberadaan sungai yaitu ketersediaan air, saluran air dan permukaan yang miring. Secara umum sungai, sering juga diartikan sebagai kelebihan penampungan air hujanyang merupakan bagian salah satu siklus hidrologi.

Yang agak baru bagi saya, tentang sungai dalam tulisannya Paul Herbert adalah tentang zona sungai yang terbagi dalam tiga zona utama:

1. crenon adalah zona paling atas pada sumber sungai.  Hal ini lebih lanjut dibagi ke dalam eucrenon (musim semi atau zona mendidih) dan hypocrenon (sungai atau zona headstream).  Daerah ini ditandai dengan suhu rendah, kandungan oksigen berkurang dan air bergerak lambat.

2. rhithron adalah bagian hulu sungai yang mengikuti crenon tersebut.  Hal ini ditandai dengan suhu yang relatif dingin, kadar oksigen yang tinggi, dan cepat, aliran turbulen.

3. potamon adalah bentangan sisa hilir sungai.  Hal ini ditandai dengan suhu panas, kadar oksigen rendah, aliran lambat dan dasar berpasir.

Demikian jadinya jika guru nya bukan guru geografi asli, alias jadi-jadian. Materi pembelajaran IPS Terpadu tentang sungai termasuk materi yang paling mudah untuk dipadukan antara geografi, sejarah, ekonomi dan sosiologi. Unsur geografi antara lain jenis-jenis sungai dihubungkan dengan sejarah peradaban-perdaban besar di dunia yang identik dengan sungai, keuntungan sungai secara ekonomis seperti transportasi dan kandungan melimpah sungai,sehingga bisa membentuk budaya yang sangat terpengaruh sungai.

So, anda tinggal membuat tujuan pembelajarannya dan langkah-langkahnya, selipkan model pembelajaran yang anda suka dan sesuai dengan materi, ruang dan waktu. Selipkan juga beberapa gambar bentuk sungai dan tentunya siapkan juga penilaiannya.

Semoga Bermanfaat

Iklan