Formula baru UN 2011 memberi pembobotan 40% untuk nilai sekolah dan 60% untuk nilai UN. Hal ini sepertinya untuk mengakomodasi pendapat dan kritik dari berbagai kalangan, bahwa kelulusan siswa tidak saja hanya berdasarkan nilai UN saja. Nilai sekolah diperoleh dari gabungan antara nilai ujian sekolah dan nilai rata-rata rapor: semester 1, 2, 3, 4, dan 5 untuk SMP/MTs dan SMPLB; serta semester 3, 4, dan 5 SMA/MA danSMK. Pembobotannya: 60% untuk nilai ujian sekolah dan 40% untuk nilai rata-rata rapor. Nilai gabungan ini selanjutnya disebut nilai sekolah/madrasah (NS/M), yang ikut diperhitungkan dalam penentuan kelulusan UN.

Implikasi dari formula baru ini, pihak sekolah pasti akan menaikkan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal), supaya nilai raport bisa berkontribusi maksimal dalam penghitungan kelulusan siswa. Penghitungan asal-asalan KKM tentunya berakibat tidak baik. saya sendiri belum begitu fasih dalam penghitungan KKM, penghitungannya berdasar pada tingkat kesukaran materi, tingkat daya serap (input) siswa, dan ketersediaan sarana/prasarana pendukung pembelajaran.Artinya, penghitungannya haruslah berdasar pada 3 hal tersebut.

Implikasi KKM yang tinggi adalah :

  1. Guru (harusnya) melaksanakan remedial yang ketat, hingga siswa benar-benar mampu mencapai nilai KKM. Dan jika dalam sekali remedial belum mampu mencapai KKM, maka harus diremedial ulang.
  2. Jika tak mampu mencapai juga, maka konsekuensinya (harusnya) banyak siswa yang tidak naik kelas.

Perlu diperhatikan, bahwa remedial bukan saja dalam rangka menambahkan nilai saja, namun memberikan materi tambahan kepada siswa terhadap materi yang tidak dikuasai siswa. Yang salah kaprah, malah ujian/ulangan sekali lagi -atau yang dikenal dengan her- sudah dianggap remedial. Itu bukan remedial bung, namanya, namun ulangan atau ujian  lagi. Bukan juga dengan seenaknya menambahkan nilai sesukanya kepada siswa, supaya lolos dari jeratan KKM.

SISTEM KONVERSI SOLUSINYA

Sistem konversi merupakan salah satu cara, untuk mengatasi ketika suatu saat siswa memperoleh hasil penilaian yang rendah. Dengan sistem ini, hasil penilaian tidak terpengaruh, yang banyak menjawab betul pertanyaan guru tetap mendapat nilai yang tinggi. Misalkan ada siswa yang mendapat nilai 5, lalu supaya gampang dan mencapai KKM ditambah 2 menjadi 7. Lalu bagaimana, dengan nasib siswa yang sudah mendapat nilai 7. Sistem konversi menambahkan nilai secara adil kepada siswa, bagaimana cara penghitungannya silaahkan KLIK DISINI

Iklan