Tanpa sosialisasi terlebih dahulu, semua satker kemarin dikumpulkan untuk mengumpulkan data-data mata anggaran yang sekiranya bisa untuk dihemat pada tahun anggaran 2011. Bahkan saking hematnya, pelaksanaannya pun di dalam masjid, hehehehe. Proses penghematan anggaran ini menindaklanjuti Inpres (entah inpres yg mana) untuk setiap satuan kerja yang memakai anggaran APBN untuk berhemat.

Mata anggaran di satker madrasah yang ‘harus’ dihemat adalah jenis kategori belanja barang, modal dan belanja bantuan sosial. Sedang untuk belanja pegawai dan belanja barang rutin diperbolehkan untuk ‘tidak dihemat’. Di satuan kerja madrasah (khususnya MTs) yang ‘harus’ dihemat adalah belanja barang kegiatan pengajaran dan pendidikan (521219), Belanja Perjalanan Dinas (524111), Belanja barang untuk BOS (521219) serta pilihan lainnya yang dianggap dianggarkan berlebih bisa di hemat.

Kami (satker) tidak tahu pasti, bagaimana cara menghematnya ? Apakah akan dibuatkan revisi DIPA, atau kami menyisakan sekian juta untuk dikembalikan ke kas negara. Berdasarkan pembagian rata-rata tiap satker, jumlahnya bervariasi. Penghematannya akan lebih banyak, jika kebetulan di satker madrasah dapat proyek bangunan. Karena penghitungan persennya berdasarkan jumlah pagu DIPA belanja rutin dan pegawai dikurang jenis anggaran yang boleh di hemat. Sementara itu belanja modal termasuk yang harus di hemat pula.

Hemat-menghemat anggaran ini sepertinya kejadian pertama yang dialami oleh satuan kerja, entah waktu orba dan orla .. πŸ™‚

Seakan berbanding terbalik dengan berita ramainya anggota dewan yang terhormat plesir ke luar negeri, sementara satker harus menghematnya.Β  Kalau orang tua saya dulu bilang :

Kalau punya uang Rp. 1.000,- dibelanjakan seperlunya sisanya ditabung, bukan biasanya diberi Rp.1.000,-Β  lalu dipotong jadi Rp. 500,- Itu tanda orang tua yang sayang dengan anaknya.

Iklan