Anak sekolah SMA/MA dalam beberapa hari ini akan menerima Pengumuman Hasil UN 2011 dan dilanjutkan nanti tanggal 4 Juni 2011 untuk tingkatan SMP/MTs. Walau pengumuman nya belum dibagi, namun Kemdiknas sudah merelease berita bahwa tingkat kelulusan tahun ini mencapai 99 persen lebih. Pertanyaannya apakah data itu valid dan benar-benar hasil evaluasi yang terukur dengan jelas. Orang yang tak begitu luas pengetahuannya seperti saya, akan bertanya ‘kenapa data itu tidak sekaligus digunakan, untuk masuk kuliah’. Kan Ujiannya sudah berstandar nasional, milyaran pula dananya. Atau kenapa nilai tidak gunakan sekaligus untuk pengangkatan calon pegawai negeri sipil misalnya.

Namun, apapun hasilnya saya mengucapkan selamat bagi yang lulus dan bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati apalagi sampai putus sekolah. Pertimbangan sekolah yang banyak ‘membantu’ siswa dalam ujian dan supaya lulus, karena banyak siswa yang setelah tidak lulus tidak lagi melanjutkan sekolah, apalagi tahun ini tidak ada ujian susulan bagi yang tidak lulus ujian nasional.

Peristiwa-peristiwa unik pun biasanya terjadi, sekitar pengumuman kelulusan hasil UN 2011. Mulai dari siswa yang menangis, orang tuanya mengamuk bahkan ada yang mencoba bunuh diri. Sekolah di tingkat atas di Indonesia belum digratiskan oleh pemerintah, sehingga pertimbangan biaya menjadi salah satu faktor semakin kecewanya siswa dan orang tua jika ada peserta didik yang tidak lulus.

Penilaian saya pribadi, sepertinya Ujian Nasional tahun ini tak jauh beda dengan Ujian tahun lalu, saya tak akan bicara kalau soal Ujian NAsionalnya bocor, nanti saya ditanya pula “mana buktinya ?” bisa-bisa saya pula yang bermasalah, yang penting semua tau pada tahu. KARENA INI INDONESIA, BUNG

Hasil UN sejatinya, hanya Allah SWT yang tahu.  Jika ingin menjlimet, sidak buku-buku nilai guru se Indonesia mulai besok, bandingkan dengan nilai UN. Itulah nilai yang sebenarnya, hingga biarkan nilai guru yang menentukan kelulusannya, dengan pengawasan yang ketat tentunya.  UN dekat sekali pengaruhnya dengan kekuasaan, semua takut dengan nilai dan persentase jelek, sehingga perlu berbagai cara supaya tidak punya predikat jelek. Siapa sih yang takut jelek ? Ya,.. semua. KARENA INI INDONESIA, BUNG. Bangsa ini hanya ingin kelihatannya saja baik, seterusnya terserah anda.

Iklan