Awal bulan Juli, serentak di seluruh negeri semua lembaga pendidikan formal dan non formal ramai menjaring siwa dan mahasiswa baru.Tersedia berbagai macam  lembaga pendidikan berlabel negeri , swasta, mahal, pinggiran, mewah, favorit, dan international serta berbagai label lainnnya. Apakah label-label itu menunjukkan berkontribusi terhadap hasil lulusannya ? Saya kira perlu kajian khusus, lulusan sekolah favorit tapi ujian nasional nya nyontek dan dapat bocoran, atau favorit karena gedungnya besar saja, atau ekskulnya saja yang bagus.

Lembaga pendidikan yang bagus, menurut saya adalah lembaga pendidikan yang benar-benar bisa membentuk manusia yang berguna, pintar, berakhlak baik dan hal-hal yang baik lainnya. Namun peserta didik harus berada pada titik nadir terendah pada saat masuk pada lembaga pendidikan tersebut. Ilustrasinya, sebuah sekolah menengah menerima murid yang paling rendah nilainya, tapi ketika lulus mendapat nilai yang tinggi (tanpa contekan dan bocoran lho, saat UN). Disitu saya kira tantangan besar sebenarnya, baru lembaga pendidikan tersebut bisa disebut favorit. Karena mampu membuat dari siswa yang biasa-biasa saja menjadi yang luar biasa.

Jika yang masuk ke sekolah favorit terdiri dari siswa yang pintar duluan, maka namanya jangan sekolah favorit dong, ganti aja namanya ‘sekolah tempat anak yang pintar’. Lalu bagaimana sekolah dengan bayaran mahal ? Sekolah harus menjawabnya dengan kualitas hasil lulusannya, tapi jika sekolah dengan bayaran mahal, namun Ujian Nasionalnya tetap bocor plus di bantu atau apapun namanya, bagi saya tak ada guna sekolah di tempat sekolah yang mahal. Sekolah mahal tentunya siap dengan konsekuensi keberhasilan lulusannya.

Kalau pada tingkat pendidikan tinggi, kampus favorit atau mahal, sekarang sudah menunjukkan eksistensinya, kampus ternama di nusantara barangkali sudah menjadi jaminan mutu bagi lulusannya. Namun beberapa, saya kira masih ada juga pendidikan tinggi yang kualitas nya dipertanyakan. Pasar Kerja, seperti pemerintahan dan swasta menjadi ajang penilaian kelulusan sebenarnya. Walau pasar kerja sebagai tujuan pendidikan sering diperdebatkan, namun terserah lah. Setiap lulusan di perguruan tinggi, tentunya akan bekerja setelahnya. Apakah harus pintar dulu baru nyari kerja atau pendidikan untuk siap kerja, semua terserah anda.

Lalu anda,akan memasukkan anak atau saudara anda ke sekolah/kampus dimana ? Pilihlah secara cermat, rencana pembiayaanya sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Iklan