Saya termasuk yang agak malas, kalau ngurus naik pangkat. Entah apa sebabnya, hingga akhirnya dibanding teman yang lain yang seangkatan bahkan yang dibawah saya, saya agak telat, Hehehehee. Bahkan ada juga teman yang sebegitu bangganya bisa cepat naik pangkat. Naik pangkat pertama saya setelah 4 tahun masa kerja, di kalangan guru biasanya 3 tahun, bahkan 2,5 tahun sudah ada yangΒ  usul naik pangkat dari golongan III/a ke III/b. Demikian juga untuk kenaikan yang kedua saya perlu waktu 3,5 tahun. Inipun karena diancam oleh mantan pimpinan saya, karena jika diperiksa oleh Inpektorat termasuk kategori yang tidak memperhatikan anak buah. Nah,..lo.

Sementara itu, ada juga pembaca blog ini yang pernah mengeluh usulan kenaikan pangkatnya di tunda-tunda oleh pimpinan satuan kerjanya. Syukur Alhamdulillah, saya punya pimpinan (waktu itu) yang peduli dengan anak buah. Ya,.. memang harus begitu.

Alhasil, karena molor dari waktu minimal, saya kelebihan 14 angka kredit untuk dijadikan tabungan pada kenaikan pangkat berikutnya. Yang membuat saya agak senang,Β  usulan angka kredit saya, pada unsur utama Pengembangan Profesi, saya mendapatkan angka kredit 8. Artinya untuk syarat, kenaikan ke IV/b (kelak πŸ™‚Β  ) saya tinggal mencarikan 4 angka kredit saja lagi. Tapi itu biarlah, entah itu bisa digunakan atau tidak dikemudian hari, nggak jadi masalah bagi saya, hehehehehe.

Bagaimana cara mendapatkan angka pada pengembangan profesi ? Saya juga agak kaget, karena tidak menyangka di hargai dengan angka kredit 8. Dalam 2 tahun belakang saya pernah menulis di koran lokal, iseng-iseng berhadiah, tulisan pendek dikoran itu saya copy dan dilampirkan, ternyata mendapat poin/kredit. Padahal kalau mau jujur, tulisannya tidaklah sempurna, ya .. tahu sendirilah bagaimana hasil tulisan saya, seperti tulisan di blog ini. Kadang logika dan ide kalimat nya nya lompat-lompat, dari segi tutur penulisan nya juga masih amburadul. Namun, sekali lagi usaha belajar saya untuk menulis dihargai dengan angka kredit tersebut.

Sayangnya, ngeblog masih belum dihargai sebagai penilaian bagi guru dalam kenaikan pangkat. Padahal ratusan dan mungkin ribuan guru yang sudah g0-blog atau punya blog. Walau hanya sekedar diary, copy paste saja mungkin, atau apa sajalah. Namun hal itu membuktikan sudah banyak guru yang melek dengan Teknologi dan Informasi. Walau ditengarai masih banyak jugaΒ  (mungkin lebih banyak) guru yang tidak melek sama sekali dengan Teknologi dan Informasi.

Iklan