Sumber Gambar : http://www.imdb.com

Setelah sekian lama, saya akhirnya bisa melihat juga film The Year of Living Dangerously melalui HBO. Sebuah film dengan latar belakang Indonesia tahun 1965 saat terjadinya peristiwa G30S. Film buatan Australia dan disutradai oleh Peter Weir ini, bercerita tentang Guy Hamilton seorang wartawan Australia yang ditugaskan meliput Jakarta dan Indonesia saat itu. Karya layar lebar ini didasarkan pada novel Peter Koch yang berjudul sama. Guy Hamilton diperankan oleh Mel Gibson, dan Sigourney Weaver (sebagai Jill Bryant), dan Linda Hunt (sebagai Billy Kwan). Melalui perannya di film inilah Mel Gibson terangkat namanya di panggung sinema dunia. Aktris Linda Hunt, yang berperan sebagai kontak Guy Hamilton, dianugerahi penghargaan untuk Aktris Pendukung Terbaik pada Perayaan Academy Award tahun 1983. Ini adalah Piala Oscar pertama yang diberikan kepada pemain yang berperan alih kelamin karena Linda Hunt memerankan tokoh pria. Peran Sukarno dilakonkan oleh Mike Emperio.

Walau saya sebenarnya bukanlah seorang kritikus film, namun film ini dimasa orde baru sempat jadi kontroversi. Bahkan pembuatan filmnya pun dilaksanakan di Philipina, karena tidak mendapat izin dari pemerintah Indonesia saat itu. Boleh diputar di Indonesia ketika masuk orde reformasi tahun 1999. Akibatnyaย  tokoh-tokoh Indonesia diperankan oleh bukan orang Indonesia. Jika pun ada, saya kira kalo balik ke Indonesia pasti hidupnya akan sengsara. Maklumlah begitu kuat hegemoni orde baru pada masa itu. Terlebih di bagian akhir film ada scene yang menggambarkan tentang pembantaian masah yang dilakukan sepasukan berbaret merah.

Peran apik Linda Hunt sebagai Billy Kwan, memerankan seorang fotografer keturunan China Indonesia, yang peduli terhadap situasi pada saat itu. Di akhir film Billy, menghancurkan dirinya alias bunuh diri untuk menyampaikan pesan begitu miskinnya rakyat Indonesia kepadaย  Presiden Soekarno. Yang juga jadi perhatian saya adalah seorang pemain yang bernama Ali Nur. Dia lah satu-satunya tokoh yang namanya sangat Indonesia, saya obrak-abrik di google, nggak ketemu siapa sebenarnya Ali Nur. Mungkin jika ada yang tahu .. bisa di share di sini.

Sebagai penggabungan antara cerita intrik politik dan romantisme saya kira film ini cukup berhasil sebagai hiburan pada masanya, namun untuk dijadikan gambaran sejarah masa lalu, saya kira tidak bisa. Ceritanya tentu sangat ‘barat’ artinya hanya berdasarkan pandangan mereka saja (sebut dgn subjektif). Namun, peristiwa sebenarnya sekitar tahun 1965 hingga kini pun masih kabur. Ya .. tidak ada sejarah itu yang final (Sartono Kartodirjo).

Sumber Tulisan : http://www.imdb.com dan http://id.wikipedia.org/wiki/The_Year_of_Living_Dangerously

Iklan