Di beberapa media online hari ini Jum’at (9/7) memberitakan pendapat dari anggota Komisi I DPD Asal Gorontalo, Elnino M. Husain Mohi, tentang Peraturan DirJen Perbendaharaan Nomor PER-38/pb/2011,  petunjuk teknis pemberian gaji ke-13 dalam tahun anggaran 2011 kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus ditinjau kembali, karena dianggap  diskriminatif terhadap guru dan dosen se Indonesia. Lebih lanjut menurut Mohi pembayaran gaji ke-13 berdasarkan penghasilan yang diterima PNS pada bulan Juni 2011, istilah penghasilan sepertinya sengaja digunakan untuk memperluas pendapatan oknum atau kelompok tertentu saja. Elnino menduga pembuatan aturan ini hanya untuk mengakomodir kepentingan si pembuat aturan itu sendiri. Sewajar dan sewarasnya, kinerja tidak dapat dihargai dua kali. ”Kinerja Juni sudah dibayar pada bulan Juni, masa dibayar lagi dalan pengertian bulan ke-13. Lha, yang dibayar di bulan ke-13 itu kinerja yang mana lagi,” sergah Elnino.

Ya.. begitu kutipan berita media online hari ini membahas pembayaran gaji ke-13 yang katanya perlu ditinjau lagi. Setahu saya selain tunjangan kinerja dan tunjangan-tunjangan yang tidak melekat pada gaji lainnya, ada sekitar 308 jenis tunjangan yang melekat pada gaji diterima oleh PNS. Yang 308 jenis tunjangan ini, apakah semuanya termasuk juga dalam penghitungan gaji ke-13, saya tak tahu pasti. Yang jelas sepertinya ada 11 jenis tunjangan yang tidak dibayarkan dalam gaji  ke-13, padahal ke 11 tunjangan ini termasuk dalam kategori  penghasilan tetap yg diterima juga pada bulan Juni 2011 (pasal 3 ayat 1  dan Pasal 3 ayat 6).

Yang agak menggelitik pendapat Mohi, adalah jika tunjangan kinerja dibayar berdasar kinerja PNS, lalu bulan ke-13 itu bulan yang mana yang bisa dihitung kinerjanya. Dalam hati saya tertawa nambah aja lagi satu bulan, bulan Suro kek .. Hehehehehe. Terus kalau juga tak terukur, kenapa dibedakan dengan tunjangan profesi guru dan dosen ? Hah.. untuk pertanyaan kelas tinggi ini, saya tak bisa berandai-andai untuk menjawabnya, terima kasih buat Pak Mohi yang berpikirnya sudah sampai kesana.

Diskriminatif  kah, menurut anda ?

Jika ingin melihat berita lengkapnya bisa klik disini ==> http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/2011/07/08/brk,20110708-345478,id.html

Iklan