Kebijakan pemerintah untuk untuk menunda sementara pengangkatan PNS selama setahun (bahkan diusulkan untuk di perpanjang) seakan jadi ‘berkah’ bagi profesi guru dan tenaga kesehatan. Apa pasal ? Karena kedua profesi ini yang tidak ikut di moroatorium. Dengan harapan pemuda-pemudi terbaik bangsa ini mau bergabung ke dalam profesi ini. Apalagi dari kesejahteraannya kedua profesi ini mulai diperhatikan oleh pemerintah (loh .. Apa sebelumnya belum diperhatikan ? .. 🙂 )

Kebijakan moroatorium ini, bisa jadi akan menambah membludaknya lulusan sekolah menengah atas untuk bergabung dalam Lembaga pendidikan tenaga kependidikan dan keguruan. Hal ini tentunya akan membedakan LPTK dulu dan sekarang. Dulu hanya segelintir lulusan SMA yang mau kuliah di LPTK, sekarang sudah banyak yang berminat. Sebelumnya banyak juga lulusan S1 dari jurusan lain yang mencoba peruntungan jadi guru dengan program Akta IV, sebelumnya dihapuskan.

Sebelum menjadi profesi yang dianggap belum mensejahterakan, guru merupakan pilihan terakhir para lulusan SMA, sehingga ketemu dengan calon guru dengan kemampuan intelektual yang biasa2 saja, belum lagi program ikatan dinas sekitar tahun 1980 an, yang mengangkat secara masal guru dari lulusan LPTK.

Dulu, terus terang saya agak minder kalo di tanya kuliah dimana, atau kerjaan dimana, sama dengan cerita seorang blogger di blog ini beberapa waktu yang lalu, bagaimana seorang guru dan pegawai BUMN melamar wanita kembar. Ketika ditanya pekerjaan oleh calon mertua, ketika yang satu menjawab pegawai BUMN, si camer tertawa senang. Sedang yg satu menjawab guru, si camer malah cemberut .. =)) (•̃-̮•̃) ♒ђåª•ђåª•ђåª♒ (•̃-̮•̃) 🙂

Selamat ya .. Buat para guru di nusantara

Ditulis dengan WordPress untuk Blackberry

Ditulis dengan WordPress untuk Blackberry

Iklan