Sejak jadi guru mulai tahun 1998 hingga sekarang, saya di supervisi oleh pengawas sekolah baru tiga kali. Dua kali saat jadi guru honor (salah satu dari yang mengawasi saya jadi kepala dinas) sisanya satu kali saat jadi PNS itupun tahun 2003 yang lalu.

Baru dua hari yang lalu di supervisi lagi, namun bukan oleh pengawas tapi oleh Kepala Madrasah. Semua perangkat pembelajaran mulai dari RPP hingga Analisis Hasil Belajar diperiksa oleh Kepala Madrasah. Sayangnya, supervisi tak berlanjut ke dalam kelas, untuk tahap pertama yang di supervisi kelas adalah guru mata pelajaran yang UN-kan. Entah apakah juga semua guru juga akan disupervisi kelas.

Supervisi yang dilakukan oleh kepala Madrasah merupakan salah satu tugasnya. Tujuannya adalah untuk memastikan kepala sekolah bisa menjamin mutu pendidikan di lembaga yang dipimpinya. Namun, syarat-syarat berupa tumpukan kertas jangan jadi tumpukan keras tak berguna. Benar-benar jadi napas guru untuk melakukan pembelajaran di kelas.

Dalam hati saya agak senang juga, karena biasanya hanya segelintir dan beberapa yang menyiapkan perangkat pembelajaran di awal tahun pembelajaran, namun kali ini semua Guru mempersiapkannya.
Ketahuan juga beberapa guru yang agak kerepotan, .. Maklum, mungkin karena tidak terbiasa aja kali ..

Ditulis dengan WordPress untuk Blackberry

Iklan