Ada hal yang baru dalam DIPA Tahun Anggaran 2012, bagi satuan kerja Madrasah Ibtidaiyah (MI) , Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan mungkin satuan kerja lain di Kementerian Agama, entah di kementerian lain, banyak pagu (alokasi dana DIPA) yang kena bintang (*) alias di blokir. Serunya, anggaran atau Pagu yang di blokir justru dana-dana operasional kegiatan madrasah, seperti Dana BOS dan Belanja barang Operasional kegiatan pendidikan dan pengajaran. Praktis hanya pagu belanja pegawai dan kegiatan perkantoran yang tidak diblokir antara lain belanja pemeliharaan, langganan daya dan jasa, honor terkait satuan kerja dan perjalanan dinas. Nggak kebayang juga kalo belanja pegawai yang kena blokir, hahahaha.

Maksud, tujuan dan waktu pemblokiran beberapa pagu itu tidak jelas bagi satker, namun di DIPA tertulis “menunggu persetujuan DPR”, Hehmmm .. kalo sudah penjelasan blokirnya seperti itu jadi malas membahasnya. Ranah politik, paling nggak enak dibahas, kita (rakyat) kadang tak tahu mana yang benar dan mana yang salah, semua hanya ‘kepentingan’. Keinginan mereka (DPR & Penguasa) kadang tak pernah sama dengan yang diinginkan oleh rakyat, atau mungkin dibuat beda, apalagi menjelang 2014 situasi politik semakin hangat.

Ketika konsultasi dengan KPPN setempat, yang namanya di blokir nggak bisa direncanakan. Karena kalo sudah di blokir, bisa jadi akan di blokir selamanya, dan waktu penghapusan blokirnya pun nggak jelas, bisa berbulan-bulan. Hehmm .. Bisa bikin galau nih madrasah, .. hahaha.

Namun, menurut petinggi perencanaan kanwil kemenag, surat permohonan pembukaan blokirnya sudah di sampaikan kepada yang pihak berwenang (entah siapa yang berwenang membuka blokir). Apakah kepada yang terhormat di Senayan itu ya ? ih .. apa mereka sempat memikirkannya ya..

Mudah-mudahan, semua bisa berjalan lancar … Aminn

Iklan