Ya, .. kekuatan jejaring sosial tidak bisa di pandang enteng dampaknya di kehidupan sosial bahkan politik. Kemudahan aksesnya merupakan salah satu sebab jejaring sosial ampuh mengelola masa dalam jumlah yang banyak dan dalam waktu singkat. Apalagi isu yang disampaikan seolah sudah jadi sensus bersama. Gejala jejaring sosial sebagai sarana untuk sebuah gerakan, justru muncul secara hebat di kawasan Timur Tengah terutama di Mesir. Gerakan ini muncul dari dua jejaring sosial terkenal yaitu  Twitter dan Facebook. Alhasil, beberapa negara kelihatan agak ‘gerah’ dengan keberadaan jejaring sosial ini. Kebijakan blokir isi konten tweet dan status Upadate pun diterapkan di berbagai negara.

Tak terkecuali Indonesia, walau sudah sering ada wacana akan diblokir, terutama akun-akun twiter yang menyerang pemerintah. yang terbaru, adalah rencana untuk memblokir akun-akun anonim atau pakai nama alias. Hal ini tentunya mendapat tentangan dari para pengguna jejaring sosial twitter.

Apa saja sih jejaring sosial itu ? Banyak, baik yang berupa pertemanan maupun berupa instant messaging. Yang pertemanan mulai dari FB, Twitter, My Space, Tagged, Koprol (ini punya Indonesia, walau sdh di ambil alih oleh Yahoo), Tumbrl, dan lain-lain. Sedang untuk instant Messaging, mulai dari Yahoo Messenger, GTalk, Skype, dan lain-lain. Juga ada aplikasi di beberapa smartphone bisa chatting dengan berbagai username, seperti Nimbuz (FB, YM, GTalk, MySpace), Whatsap (chat lintas OS mis. BB dan Android) dan lain-lain.

Bagaimana dengan anda ?

Iklan