Pertama kali ingin memiliki kartu kredit hanya untuk verifikasi akun Paypal, sebuah rekening online untuk menampung uang hasil bisnis online.  Selain itu untuk keperluan biaya belanja online, biasanya untuk beli software. Walau akhirnya Paypal nggak pernah terpakai, karena tak pernah dapat walau sekedar recehan dollar. Terakhir saya malah dapat duit dari website lokal dengan sistem review (stttt jangan sampai ketahuan wordpress, ntar kena banned, … hahahah).

Karena iseng dan tergiur dengan cerita pemilik kartu kredit di media online, saya mencoba secara online untuk menambah kartu kredit. Alhasil sampai sekarang sudah memiliki 3 kartu kredit, satu dari bank swasta dan dua dari bank plat merah (BUMN). Sejauh ini dalam penggunaannya dan (mudah-mudahan) tidak menemukan masalah. Semula, sepertinya kartu kredit merupakan gaya hidup namun sepertinya di sebagian orang justru sudah jadi kebutuhan. Ada yang menyatakan punya banyak kartu kredit justru menambah hutang. Memang bisa jadi demikian, misal punya 3 kartu kredit dengan limit masing-masing lima juta, trus dipakai semua jadi 15 juta sedang penghasilan cuma 5 juta, hadeeehhhh akhirnya jadi nanggung hutang deh.

Yang tepat dan mungkin tidak menjadi beban bagi kita, bahwa penggunaan kartu kredit untuk menunda pembayaran tunai. Artinya, jangan menggunakan kartu kredit jika tak mampu membayar cash bulan depannya. Karena jika akan membayar secara cicilan, maka bunga akan menanti. Hampir semua kartu kredit punya kebijakan minimal pembayaran pemakainan sebesar 10%. Ya,  seperti judul tulisan ini, bijaksana dalam penggunaannya.

Bagaimana pengalaman saya menggunakannya ? Untuk yang bank swasta saya sempat diledek oleh ponakan yang kerja di bank, sebagai bank dengan bunga yang tinggi, alhasil saya mengurangi penggunaannya alias jadi cadangan. Sedang yang berasal bank plat merah, bank yang bergambar perahu, punya keleluasaan untuk menggunakannya terutama dengan mobile bankingnya, kita dipermudah untuk melakukan pembelian dan pembayaran. Misal seperti beli pulsa dan pembayaran tagihan. Sedang kartu kredit bank plat merah satunya, sampai sekarang masih belum saya gunakan.

Profesi guru ternyata  sudah mulai diperhitungkan sebagai pangsa pasar kartu kredit, dua bank plat merah yang menyetujui aplikasi yang saya ajukan, sungguh prosesnya tidak terlalu ribet. Memang dua bank plat merah ini, terkenal royal bagi-bagi kartu kredit bagi PNS, TNI dan POLRI. Ada satu bank plat merah yang menolak mentah-mentah pengajuan aplikasi saya, yaitu Bank Mandiri. Padahal di bank ini saya memiliki rekeningnya sudah sekian lama. Saya sempat penasaran juga, rasanya sudah hampir 3 kali mengajukan selalu di tolak. Hehehehe…

Kadang berguna banget ketika menjelang akhir bulan, .. sebagai penangkal kantong kempes,.. namun pesan saya, bulan depan langsung dibayar lunas, biar nggak jadi hutang bunga berbunga. Atau nunggu TPG cair, lalu di bayar lunas ..

Semoga Bermanfaat.

Iklan