Negeri Kebanyakan Aplikasi

Dalam dua bulan belAPakangan ini paling tidak satuan kerja Kementerian/Lembaga harus mengelola dua aplikasi baru untuk proses pencairan dana APBN. Aplikasi yang dimaksud adalah Aplikasi Konfirmasi Satker dan Aplikasi Injeksi Pin SPM. Aplikasi ini menambah jejeran aplikasi sebelumnya, seperti Aplikasi RKAKL DIPA, AFS, SPM, GPP, SAKPA, SIMAK-BMN, Persediaan dan lain sebagainya. Aplikasi itu hampir semua dibuat oleh Kementerian Keuangan. Disatu sisi aplikasi-aplikasi ini memang memudahkan pekerjaan, kadang juga malah bikin repot satuan kerja. Teman-teman satker kecil kadang teriak, dengan keterbatasan sdm di satker mereka, sedang yang bikin aplikasi  nggak peduli kesiapan satker mengelola aplikasi tersebut, mereka gampang saja memakai kata ‘harus’ dan ‘wajib’. Saya sendiri yang sudah mengelola ‘semua aplikasi’ itu kadang nggak tahu kegunaan dan urgennya apikasi itu. Apakah mereka (yang bikin aplikasi itu) pernah men survey berapa di satker tertentu yang bi sa komputer ? Atau adakah satker terpencil yang tidak ada listriknya ?

Berikut ilustrasi satker terpencil dalam memperjuangkan realisasi APBN, pertama dia harus membayar pajak minimal ke ibukota kabupaten/kota. Setelah membayar pajak tidak langsung bisa di bawa ke KPPN namun harus balik ke satker lalu dimasukan ke dalam aplikasi konfirmasi satker. Hasil aplikasi konfirmasi satker di serahkan ke KPPN dan perlu sehari lagi menunggu validasinya. Sampai disini sudah dua hari ngurus bayar pajak dan aplikasi konfirmasi satker doang. Setelah dibuatkan SPMnya dan di injeksi dgn Pin SPM, SPM pun diantar ke KPPN, jika sedang ramai SPM jadi SP2D jenis apapun gak akan selesai dalam satu hari, belum lagi mengantri untuk mengambil SP2D. Total sudah 4 hari untuk mengelola satu SPM rutin (belanja barang). Belum lagi kalo SPM dan data pendukungnya salah serta mengantri di bank/pos untuk pencairan. Untuk kantor pos, malah tidak bisa pencairan di tanggal yang sama dengan SP2D. Namun, untungnya kalo menggunakan Giro Pos, mereka melayani pada hari Sabtu sementara bank tutup. Total keseluruhan antara 5-6 hari mengelola sebuah SPM hingga pencairan.Belum lagi aplikasi-aplikasi lain yang menjadi prasyarat untuk pencairan, semisal laporan SAKPA, LPJ Bendahara, AFS (di gabung dengan RKAKL).

Bagi satker yang dekat dengan KPPN setempat ya nggak masalah, yang kasian sih bagi yg jauh. Belum lagi kalo KPA pelit dengan SPPD, bolak-balik ke KPPN, KantorPos/Bank, selama lima hari cuma dihargai dengan sekali SPPD .. sungguh terlalu. Hehehehehe

4 Ramadhan 1433 Hijriah

 

 

 

3 tanggapan untuk “Negeri Kebanyakan Aplikasi

  1. komen ini bagi saya menarik …..” Apakah mereka (yang bikin aplikasi itu) pernah men survey berapa di satker tertentu yang bi sa komputer ? Atau adakah satker terpencil yang tidak ada listriknya ? ”
    Karena aplikasi tersebut justru pernah dianggap kuno oleh salah satu pihak yang berwenang ttg IT di negeri ini karena menggunakan software yang sederhana. Pembuat aplikasi sudah memepertimbangkan satker terpencil karena itu aplikasinya tidak menggunakan oracle he…. Kalo pertimbangannya gak ada listrik ya mungkin diusulkan aja seluruh penerbitan SP2D di KPPN manual aja ditulis tangan saja tanpa aplikasi komputer…..

    1. Kita nih, pengen yg simpel .. Seperti awal-awal kppn percontohan .. Salah/benar tetap satker koq yg mempertanggung jawabkan, .. Mudah2an rencana penggabungan semua aplikasi jadi satu bisa jadi solusi, supaya nggak kebanyakan aplikasi .. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s