Akhirnya saya berkempatan melihat sebuah film kolosal tentang seorang tokoh aktivis perempuan dari Myanmar Aung San Suu Kyi, yang berjuang untuk menegakkan demokrasi di negaranya. Film yang berjudul The Lady,  dibuat tahun 2011 ini, baru saya lihat malam kemaren (27/3) melalui channel HBO. Sambil menahan kantuk, saya melihat film ini .. sambil merencanakan untuk membuat resensi sederhana. Ya, bukan resensi lah namanya cuma oret-oret aja, hehehe. Terlebih negara asal Suu Kyi salah satu negara juga yang di bahas dalam pembelajaran IPS Terpadu kelas IX Semester 2 tingkat MTs/SLTP. Berikut resensi sederhananya .. 🙂

The Lady, merupakan penggambaran utuh tentang Aung San Suu Kyi. Aktivis perempuan Myanmar, anak seorang pahlawan kemerdekaan Myanmar dari penjajahan Inggris yang bernama Aung San. Di awal film, diceritakan bagaimana sang ayah, di eksekusi secara sadis oleh militer. Saya tidak begitu mengetahui pihak militer mana yang mengeksekusi Aung San, di beberapa kritikus film yang saya baca, yang membunuh Aung San adalah pihak sekutu (teman) Aung San sendiri, yang berbalik memusuhi Aung San.

Ada hal yang baru saya ketahui dari film ini tentang Suu Kyi, ternyata beliau sejak tahun 1960-an berada di luar negeri baik untuk sekolah, bekerja dan berkeluarga. Ketika tahun 1960, Suu Kyi mengikuti ibunya jadi duta besar Birma untuk India, dia lulus dari Lady Shri Ram College di New Delhi pada tahun 1964. Ia melanjutkan pendidikannya di St Hugh’s College, Oxford, memperoleh gelar B.A. dalam bidang Filosofi, Politik, dan Ekonomi pada tahun 1989. Setelah lulus, ia melanjutkan pendidikannya di New York, dan bekerja untuk pemerintah Persatuan Myanmar. Pada tahun 1972, Aung San Suu Kyi menikah dengan Dr. Michael Aris, seorang pelajar kebudayaan Tibet. Tahun berikutnya, ia melahirkan anak laki-laki pertamanya, Alexander, di London; dan pada tahun 1977 dia melahirkan anak kedua, Kim, yang belajar di George Washington University dari Januari 1991 sampai Februari 1991.

Suu Kyi dalam film The Lady, secara apik diperankan oleh Mantan Miss Malaysia dan aktris legendaris Hong Kong, Michelle Yeoh. Sedang Dr. Aris di perankan oleh David Thewlis. Kisah dramatis film ini dimulai ketika Suu Kyi harus balik ke Myanmar untuk menjenguk ibunya yang sedang sakit pada tahun 1988. Pemerintahan junta militer Myanmar sedang mendapat perlawanan dari hampir semua elemen masyarakat, mulai dari pelajar, sipil, hingga kaum biksu. Kekerasan pihak militer tampak jelas dalam film ketika membubarkan aksi demonstrasi. Situasi dan kondisi Myanmar demikian akhirnya menggugah Suu Kyi, ikut serta di dalam aksi perlawanan terhadap rezim militer.

Keikutsertaan Suu Kyi dalam perjuangan menegakkan demokrasi di Myanmar, ternyata harus mengorbankan kebahagian pribadi dan keluarganya. Walau beberapa saat suami dan anaknya pernah mendampinginya di Myanmar, namun junta militer menjadikan keluarga sebagai alat untuk melemahkan perjuangan Suu Kyi. Junta Militer menahan Suu Kyi dalam tahanan rumah selama hampir 21 tahun. Mereka melarang bertemu dengan keluarga, Suami dan Anak-anak Suu Kyi tidak mendapat Visa untuk ke Myanmar, sementara jika Suu Kyi keluar dari Myanmar, dipastikan tidak akan bisa balik lagi ke Myanmar.

Meskipun film ini jelas dimaksudkan sebagai sebuah film advokasi atas nama koalisi demokrasi Suu Kyi, namun The Lady mampu mengemasnya secara efektif dengan bumbu asmara yang cerdas, dengan menyorot kepada hubungan Aris dan Suu Kyi yang memang merupakan salah satu cerita besar dalam dunia cinta. Memang, itu juga merupakan anggapan salah satu kelemahan rezim militer Myanmar yang tidak berhasil berusaha mengeksploitasi kisah ini untuk meredam perlawanan Suu Kyi.

Kemenangan peraih Nobel Perdamaian, Aung San Suu Kyi dalam pemilu parlemen yang baru saja dilangsungkan di Myanmar, terlihat sepertinya merupakan sebuah terobosan bagi Myanmar yang telah sekian lama di bawah pemerintahan diktator junta militer, untuk hidup dengan bebas dan demokratis. Namun, penting untuk diingat bahwa janji-janji masa lalu mengenai liberalisasi kebanyakan hanya menguap begitu saja seiring waktu.

Suu Kyi telah menyaksikan berbagai permasalahan dari sudut pandang pribadi yang jelas, menjadi wajah internasional dari oposisi Myanmar, yang didukung pula dengan kepribadiannya yang luar biasa. Kisah perjuangan dari sang aktivis yang berani dan pengorbanannya yang memilukan didramatisasi dalam film The Lady, karya sutaradara Luc Besson.

Semoga Bermanfaat

Iklan