Jika Bali identik dengan berpanas-panas di pantai nan elok, ada juga wisata Bali yang menyediakan suguhan alam sejuk ala daerah dataran tinggi. Adalah Danau Bratan yang terletak di Bedugul, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Sekitar 18 kilometer sebelah utara Denpasar, dan merupakan dataran tinggi sekitar 850 meter dari permukaan laut. Danau ini merupakan satu dari tiga danau kembar yang terbentuk di dalam sebuah kaldera besar. Di sebelah utara berturut-turut terdapat Danau Tamblingan dan Danau Buyan. Diapit oleh hutan disekelilingnya serta dikarenakan letaknya di dataran tinggi membuat lingkungan danau ini berhawa sejuk.

Sebagai salah satu objek wisata alam,Danau Bratan tidak dikembangkan ke arah pariwisata modern demi menjaga kelestarian alam dan lingkungannya. Yang menjadi daya tarik utama tempat ini bukan hanya pesona alamnya, namun juga karena banyaknya pura yang menyimpan sejarah dan perkembangan peradaban dan kebudayaan Bali. Salah satu pura yang terkenal adalah Pura Ulun Danu, tempat pemujaan kepada Sang Hyang Dewi Danu sebagai pemberi kesuburan. Pura ini dijadikan gambar dalam uang resmi Republik Indonesia pecahan Rp. 50.000,-.

Sayangnya, saya nggak berani mengarungi Danau Bratan dengan menggunakan perahu motor, sehingga tak bisa mendekat ke pura Ulun Danu yang terkenal itu. Hawa sejuk menyergap tubuh hingga menusuk ke tulang begitu menginjak di bibir danau kaldera terbesar setelah danau Toba ini. Daerah dataran tinggi ini termasuk daerah subur, menurut bli I Wayan Pasek, –guide tour kami– daerah ini merupakan penghasil sayur-sayuran dan buah-buahan. Terutama jenis tumbuhan yang hanya bisa tumbuh di daerah tinggi.

DSCF2727
Danau Bratan Nan Elok
DSCF2730
Danau Bratan, Sejuk
DSCF2729
Pura Ulun Danu, Dari Kejauhan .. Asal Ada Aja,. 🙂

Jenis danau kaldera merupakan jenis danau hasil olah vulkanik gunung berapi. Terbentuk dari jatuhnya tanah setelah letusan vulkanik. Kata “kaldera” berasal dari bahasa Spanyol, yang artinya wajan. Sama dengan danau Toba, kaldera danau bratan terjadi pada masa letusan gunung purba. Keruntuhan permukaan terjadi karena kosongnya kantung magma di bawah gunung berapi, biasanya terjadi karena gunung meletus. Jika cukup banyak magma dikeluarkan, kantung magma yang kosong tidak bisa mendukung berat struktur gunung berapi di atasnya. Patahan melingkar berbentuk cincin terbentuk di sekililing kantung magma. Patahan cincin juga menjadi pemicu keluarnya isi magma lain melalui jalan keluar sekeliling puncak gunung berapi. Dengan kosongnya kantung magma, bagian tengah gunung api mulai runtuh. Runtuhnya gunung bisa berupa satu letusan dahsyat atau sebuah seri letusan. Luas bagian yang runtuh bisa ratusan atau ribuan kilometer besarnya.

(Bersambung)

Iklan