Aryo Penangsang dan Kontroversi.

Makam Aria Penangsang di Kadilangu
Makam Aria Penangsang di Kadilangu

Dalam kunjungan ziarah ke makan Sunan Kalijaga di Kadilangu Demak, saya terkaget-kaget ketika di pojok kiri arah menuju makam Sunan Kalijaga, tertulis petunjuk arah ke Makam ‘Haryo Penangsang’. Dalam hati saya, apakah ini yang disebut juga dengan Aria Penangsang, tokoh kontroversi dalam sejarah tanah Jawa terutama pada masa kerajaan Demak. Saya lalu mengabadikan makam tersebut, sepanjang perjalanan menuju Yogyakarta saya coba nyari di google, apa benar makam Haryo Penangsang adalah makam sang Aria Penangsang yang tersohor dalam  cerita adu kesaktian dengan Hadiwijaya atau Joko Tingkir penguasa Pajang.

Pusara Aria Penangsang Di Kadilangu
Pusara Aria Penangsang Di Kadilangu

Yang namanya kontroversi memang semakin menjadi, dibeberapa situs seperti http://sejarahgunungbatu.blogspot.com/2012/04/makamkuburan-ratu-sahibul-ada.html, menyatakan bahwa makam Aria Penangsang ada di tiga tempat yaitu di sekitar Masjid Demak, di Kadilangu dan di Indra Laya Ogan Ilir.  Saya tidak ingin memperdebatkan dimana beliau di makamkan, biarlah hanya Allah yang tahu. Bagaimana pun pandangan kita tentang beliau, yang pasti beliau pasti orang yang saleh, karena salah satu murid kesayangan Sunan Kudus. Salah satu Wali Songo, penyebar agama Islam yang masyhur di kawasan Jawa Tengah.

Lalu siapa Aria Penangsang ? Menurut Wikipedia.org.id, Ario Penangsang atau Arya Jipang atau Ji Pang Kang adalah anak dari Pangeran Sekar atau Raden Kikin, cucu dari Raden Patah, raja pertama Demak. Nenek dari Aria Penangsang (istri Raden Patah) adalah anak seorang Bupai di Jipang (sekarang Cepu, Blora, Jawa Tengah). Sehingga ia mewarisi kedudukan kakeknya menjadi Bupati di Jipang Panolan sekitar abad ke-16. Nama Aria Penangsang sering disebut-sebut dalam beberapa sumber sejarah seperti Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda. Kedua sumber sejarah ini merupakan sastra sejarah berbentuk baboon, buku besar yang dibuat pada jaman kerajaan Mataram berisikan tembang Jawa, serta ditulis ulang pada periode bahasa Jawa Baru (abad ke-19). Babad ini menarik perhatian para sejarawan lokal maupun manca negara seperti H.J.de Graaf, Meinsma, T.H. Pigeaud, dan M.C. Ricklefs.

Kontroversi dimulai ketika terjadi suksesi kepemimpinan di kerajaan Demak, tahun 1521 Adipati Kudus (anak Raden Patah, orang Portugis menyebutnya Pati Unus atau Adipati Unus) pewaris tahta gugur dalam perang. Ternyata sepeninggal Pati Unus kerajaan Demak diperebutkan kedua adiknya yaitu Pangeran Sekar (Ayah Aria Penangsang) dan Sultan Trenggono. Politik kerajaan Demak pun semakin memanas, layaknya perebutan kekuasaan dibeberapa periode kekinian dalam sejarah Indonesia dihiasi dengan cucuran darah. Raden Mukmin atau Sunan Prawoto (anak Sultan Trenggono) membunuh pamannya sendiri Pangeran Sekar. Dalam beberapa literatur, tak disebutkan apakah ada konpirasi antara anak dan ayah, dalam usaha membunuh Pangeran Sekar, Wallahualam. Sepeninggal ayahnya, Aria Penangsang yang masil kecil menjadi Adipati di Jipang dibantu patih kadipaten.

Sultan Trenggono pun jadi raja Demak yang ketiga hingga gugur tahun 1546 di Panarukan. Sepeninggal Trenggono, Sunan Prawoto jadi raja Demakpada tahun 1546. Tahun 549 Arya Penangsang dengan dukungan gurunya, yaitu Sunan Kudus, membalas kematian Raden Kikin dengan mengirim utusan bernama Rangkud untuk membunuh Sunan Prawoto dengan Keris Kyai Setan Kober. Rangkud sendiri tewas pula, saling bunuh dengan korbannya itu. Keterlibatan Sunan Kudus, patut dipertanyakan maksud dan tujuannya, hal ini ditanyakan langsung oleh Ratu Kalinyamat, adik  Sunan Prawoto. Namun jawaban Sunan Kudus bahwa Sunan Prawoto mati karena karma membuat Ratu Kalinyamat kecewa.

Ratu Kalinyamat bersama suaminya pulang ke Jepara. Di tengah jalan mereka diserbu anak buah Arya Penangsang. Ratu Kalinyamat berhasil lolos, sedangkan suaminya, yang bernama Pangeran Hadari, terbunuh.Arya Penangsang kemudian mengirim empat orang utusan membunuh saingan beratnya, yaitu Hadiwijaya, menantu Trenggana yang menjadi bupati Pajang. Meskipun keempatnya dibekali keris pusaka Kyai Setan Kober, namun, mereka tetap dapat dikalahkan Hadiwijaya dan dipulangkan secara hormat.Hadiwijaya ganti mendatangi Arya Penangsang untuk mengembalikan keris Kyai Setan Kober. Keduanya lalu terlibat pertengkaran dan didamaikan Sunan Kudus. Hadiwijaya kemudian pamit pulang, sedangkan Sunan Kudus menyuruh Penangsang berpuasa 40 hari untuk menghilangkan Tuah Rajah Kalacakra yang sebenarnya akan digunakan untuk menjebak Hadiwijaya tetapi malah mengenai Arya Penangsang sendiri pada waktu bertengkar dengan Hadiwijaya karena emosi Aryo Penangsang sendiri yang labil.

Dalam perjalanan pulang ke Pajang, rombongan Hadiwijaya singgah ke Gunung Danaraja tempat Ratu Kalinyamat bertapa. Ratu Kalinyamat mendesak Hadiwijaya agar segera menumpas Arya Penangsang. Ia,, yang mengaku sebagai pewaris takhta Sunan Prawoto, berjanji akan menyerahkan Demak dan Jepara jika Hadiwijaya menang.Hadiwijaya segan memerangi Penangsang secara langsung karena merasa sebagai sama-sama murid Sunan Kudus dan sesama anggota keluarga Demak. Maka diumumkanlah sayembara, barangsiapa dapat membunuh bupati Jipang tersebut, akan memperoleh hadiah berupa tanah Pati dan Mataram.Kedua kakak angkat Hadiwijaya, yaitu Ki Ageng Pemanahan dan Ki Panjawi mendaftar sayembara. Hadiwijaya memberikan pasukan Pajang dan memberikan Tombak Kyai Plered untuk membantu karena anak angkatnya, yaitu Sutawijaya (putra kandung Ki Ageng Pemanahan ikut serta.

Ketika pasukan Pajang datang menyerang Jipang, Arya Penangsang sedang akan berbuka setelah keberhasilannya berpuasa 40 hari. Surat tantangan atas nama Hadiwijaya membuatnya tidak mampu menahan emosi. Apalagi surat tantangan itu dibawa oleh pekatik-nya (pemelihara kuda) yang sebelumnya sudah dipotong telinganya oleh Pemanahan dan Penjawi. Meskipun sudah disabarkan Arya Mataram, Penangsang tetap berangkat ke medan perang menaiki kuda jantan yang bernama Gagak Rimang.

Kuda Gagak Rimang dengan penuh nafsu mengejar Sutawijaya yang mengendarai kuda betina, melompati bengawan. Perang antara pasukan Pajang dan Jipang terjadi di dekat Bengawan Sore. Akibatnya perut Arya Penangsang robek terkena tombak Kyai Plered milik Sutawijaya. Meskipun demikian Penangsang tetap bertahan. Ususnya yang terburai dililitkannya pada gagang keris yang terselip di pinggang.Penangsang berhasil meringkus Sutawijaya. Saat mencabut keris Setan Kober untuk membunuh Sutawijaya, usus Arya Penangsang terpotong sehingga menyebabkan kematiannya.Dalam pertempuran itu Ki Matahun, patih Jipang, tewas pula, sedangkan Arya Mataram meloloskan diri. Sejak awal, Arya Mataram memang tidak pernah sependapat dengan kakaknya yang mudah marah itu.

Begitulah penggalan cerita sang kontroversi Aria Penangsang, bagi sebagian orang beliau dianggap sebagai tokoh yang dikorbankan, tokoh yang dianggap antagonis cepat marah, ada juga yang beranggapan sebagai usaha supaya Jipang tidak berkuasa di Demak. Ada juga beranggapan bahwa Babad Tanah Jawi yang menceritakan Aria penangsang,  sengaja dibuat oleh yang berkuasa saat itu, keturunan Sutawijaya untuk memutar balikkan fakta yang sebenarnya. Bisa jadi, pameo bahwa sejarah dibuat oleh yang menang atau yang berkuasa itulah kenyataannya. Dalam sejarah yang memang begitu, lah .. yang paling saya ingat sejak dulu adalah bahwa tidak ada sejarah yang final (Sartono Kartodirdjo).

Wallahualam bi shawab.

14 tanggapan untuk “Aryo Penangsang dan Kontroversi.

  1. Dukuh tempat saya tinggal adalah tempat di mana pecut Arya Penangsang tertinggal, dinamakan Lemah Dhuwur. DUkuh Guyung Ds Klagen dekat sekali dg Jipang, walau kami berbeda kecamatan, sy di Kedungtuban dan Jipang ikut Cepu. Tapi Tuah Cerita Arya Penangsang masih sangat agung. Masyarakat masih menganggap Arya Penangsang adalah kesatria sejati, bukan pemarah seperti yang sering dilakonkan dalam kethoprk atau epos lainnya. Arya Penangsang adl murid sejati kesayangan sunan kudus. Artikel ini membuat kami percaya bahwa sesungguhnya Arya Penangsang tidak tewas, melainkan berita tewasnya adalah propaganda sekaligus taktik win win solution; mungkin arya penangsang mengalah, sementara pihak pemenang menyebarkan berita kematiannya, demi meningkatkan wibawa dan legitimasi. ini masuk akal, karena kesaktiannya tak bisa dikalahkan oleh semua anggota pasukan Dhanang Sutawijaya. Wallahualam. Sy lebih percaya tokoh daerah saya di masa lampau nan kesohor itu, merantau ke Swarna Dwipa, alias andalas, alias Sumatera…

    1. Terima kasih pencerahannya, Siapapun beliau (Arya Penangsang),merupakan salah satu tokoh besar dalam sejarah Indonesia. Biasa lah, sejarah biasanya ditulis sang pemenang dan yang berkuasa. sekali lg terima kasih, .. keep bloging

    2. Mohon maaf sebelumnya…
      Saya adalah orang asli cepu, blora jawa tengah. Sebuah masyarakat kecilbyang hidup di sebuah kecamatan yang berleluhurkan raden adipati arya penangsang..
      Dalam sejarah, beliau di gambarakan sebagai orang yang jahat, kerakusan dan haus kekusasaan…
      Padahal bukan seperti itu…
      Beliau adalah sosok adipati yang tegas, gagah perkasa,keras, bijaksana, dan mempunyai wibawa besar, sehingga musuh beliau merasa segan dengan sosoknya itu, apalagi dengan melihat kesaktian yang dimilikinya..

      Beliau memang sudah meninggal dalam pertempuran, tapi tidak terbunuh, melainkan meninggal dengan kehendak allah swt lewat kerisnya sendiri..

      Keris kyai setan kober, adalah keris buatan mpu martani, saat pembuatan keris tsb usai, beliu mpu martani berkata, bahwa “sifat tidak sabar, dan penuh dengan ambisi akan membuat keris ini menjadi senjata makan tuan”, jadi tidak heran, bahwa arya penangsang yang berambisi untuk menghabisi punggawa hadiwijaya tsb malah membawanya kepada kematian…

      Beliau arya penangsang wafat dan di kuburkan di daerah kadilangu, demak jawa tengah, dan bukan di ogan hilir, sumatra..

      Apakah kalian lupa bahwa saat sepeninggal raden adipati arya penangsang, saudara beliau yaitu arya mataram pergi melarikan diri entah kemana?
      Lalu di manakah makam raden arya mataram berada?

      Maka itulah jawaban yang sebenarnya, bahwa makam di ogan hilir bukanlah makam raden arya penangsang leluhur kami, melainkan arya mataram.

      Dan mengenai pusaka kyai setan kober yang berada di ogan hilir sebenarnya bukanlah pusaka kyai setan kober yang di pakai raden arya penangsang, melainkan salinan dari pusaka beliau, agar arya mataram meneruskan kegigihan beliau dalam mempertahankan harga dirinya dari pandangan kerajaan demak dengan menyerupai bahwa raden arya penangsang masihlah hidup.
      Dan yang sejatinya pusaka asli kyai setan kober tsb sudahlah muksa.

      Maaf jika ada tutur kata dari saya yang menyinggung banyak pihak, tapi alangkah baiknya kita mengingat sejarah kejayaan beliau bukan darimana asal usulnya dan di mana tempat wafatnya, tapi perjuangannya dan sifat kepemimpinannya yang membuat kita merasa cinta dan kagum terhadap beliau.
      Terimakasih.

  2. Kata simbah saya ario penangsang nenek moyang saya, biarlah sejarah menjadi pelajaran terbaik untuk kita ambil hikmahnya..

  3. aryo penangsang hijrah ke palembang utk menghindari perang besar . sejarah dibuat oleh raja mataram dibantu oleh belanda . sejarah dibuat oleh yg menang . aryo penangsang nama aslinya adalah ustadz zaenal abidin . di demak tdk pernah ada perang sejak majapahit dan jawa memeluk islam .

    1. Alhamdulillah.. Kami sangat tidak percaya dengan tulisan sejarah yang menulis, bahwa makam Raden Aria Penangsang ada di jawa tengah…

  4. saya asli kedungtuban,saya sering mendapatkan kisah beliau sebagai dongeng sebelum tidur oleh bapak saya.
    di wilayah blora selatan,terutama sekitar cepu Aryo penangsang sangat melegenda.banyak kisah yng menceritakan bahwa aryo penangsang adalah murid kesayangan sunan kudus .
    selain itu aryo penangsang adalah panglima andalan sultan trenggono,beliau tangan kanan sultan trenggono di berbagai medan dari jawa timur,cirebon ,jakarta hingga banten.disini jelas bahwa aryo penangsang sangat menghormati pamannya.
    Jejaknya di daerah jakrta dan jawa barat menunjukkan bahwa beliau seorang penyebar islam dan pengikut thorikot.dalam kisah yang ditulis di era mataram menggambarkan bahwa beliau seorang yang pemarah dan suka membunuh.yang ga masuk akal beliau yang paham agama berpuasa pendem selama 40 hari.
    kesimpulan saya Aryo penangsang adalah satriyo jawa,beliau sengaja mengorbankan dirinya di medan perang sementara adik dan keturunannya mengungsi.
    sebagai keturunan demak terakhir beliau bertanggung jawab atas kelangsungan kesultanan demak,
    jadi serangan dari mataram dan pajang dia hadapi meskipun kekuatan musuh sangat besar.
    di kisahkan haryo penangsang terluka dalam peperangan,kuda gagak rimang adalah kuda terlatih dan mbendoro dengan aryo penangsang,cerita bapak saya kuda gagak rimang membawa lari aryo penangsang.disini ceritanya terhenti dan tidak diketahui lagi beliau tewas atau tidak dan dimakamkan dimana.
    #maaf hanya sebagai referensi,karena kami merasa cerita tentang beliau banyak gak masuk akal

Tinggalkan Balasan ke Yosepri Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s