Tampilan Aplikasi E-MPA
Tampilan Aplikasi E-MPA

Sejak akhir Januari 2014 saya disibukkan dengan aktivitas mengelola aplikasi online besutan Kementerian Agama RI, yaitu e-mpa (Elektronik Monitoring Pelaksanaan Anggaran) untuk sattuan kerja kami. Dikatakan sibuk karena harus upload dokumen pencairan anggaran berupa SPM, SP2D, SPP, SPTB dan Kwitansi. Semua dokumen tersebut harus berbentuk PDF hasil scan, gak terbayang banyaknya karena yang harus di scan dan di upload semuan dokumen sepanjang tahun 2013. E-mpa merupakan aplikasi yang konon katanya hasil MOU antara Kementerian Agama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), tujuannya (kira-kira aja nih) untuk transparansi pengelolaan anggaran dan mempermudah pengawasan.

Maka dimulailah kesibukan itu, belum lagi (mungkin) karena keterbatasan space aplikasi ini, hingga besaran file hasil scan tidak boleh lebih dari 300 Kb. Bermacam-macam usaha dilakukan untuk bisa membuat file hasil scan dengan kilobyte (kb) yang kecil. Jika yang di scan hanya satu lembar seperti SPM, SP2D dan SPP tentu tidak masalah, namun jika terdiri dari beberapa lembar seperti SPTB dan Kwitansi yang terdiri dari beberapa lembar, perlu teknik tersendiri untuk menjadikan sebuah file PDF dengan ukuran kecil.

Untuk alat scanner saya memakai dua alat sekaligus yaitu dengan printer all in one Canon MP230 (saya pakai di madrasah) dan HP Deskjet 1050 (saya pakai di rumah), kedua hardware ini cukup mumpuni untuk diajak scan-scan an. Setting hasil dengan 300 dpi dengan pilihan smallest file merupakan pilihan terbaik untuk membuat hasil scan tidak terlalu besar. Keduanya juga punya fasilitas crop untuk memperkecil tampilan hasil scan. Untuk menggabungkan beberapa file PDF saya menggunakan PDF Binder, karena penggunaannya cukup simpel dan mudah.

Jika filenya terlalu besar, sebenarnay ada juga beberapa aplikasi kompresor untuk memperkecil file PDF, namun saya lebih suka menggunakan PDF Converter to Word dan PDF plugin di Word. Hasil scan PDF lalu saya convert dengan Word lalu di save dengan Word sebagai PDF. Hasilnya ternyata lebih kecil dibanding dengan menggunakan kompresor PDF. Atau scan dalam bentuk gambar lalu insert dalam word dan simpan sebagai pdf dengan word. Namun saya perlu trial dan error beberapa kali hingga bisa menghasilkan hasil scan yang baik, yaitu tidak terlalu kabur dan tentunya filenya tidak besar.

Alhamdulillah pekerjaan yang menyita waktu dan fisik ini, berhasil hingga warning di e-mpa sudah hilang. Sayangnya pekerjaan seperti ini di sebagian teman-teman justru memberatkan. Kebijakan pengelola aplikasi yang tidak memberi tahu sejak awal, jadi pertanyaan mereka. Bagi saya ini pekerjaan tambahan yang memberatkan dan juga mengasyikan. Seharusnya ini pekerjaan dengan jabatan pranata komputer, sayangnya di satuan kerja madrasah kekurangan tenaga administrasi yang bisa mengelola aplikasi komputer. Satker kecil dengan tenaga adminstrasi yang kurang namun tuntutan kemajuan pelaporan sangat tinggi. Tujuannya ada namun tak melihat kemampuan ..

Udah ah, entar tambah ngelantur.

Iklan