Akhirnya untuk kepentingan tertentu, saya membuat pasport Republik Indonesia. Walau masih belum jelas, kapan saya bisa ke luar negeri. Mudah-mudahan ada travel yang bisa mengirim saya gratis keluar negeri, emang ada (ngarep habis-habisan deh kayaknya, hehehe).

Sebenarnya, saya sudah lama melirik halaman online imigrasi di http://www.imigrasi.go.id sambil melihat persyaratan pembuatan pasport secara online. Iseng, saya coba mendaftar dan alhasil perdaftaran secara online ternyata cukup mudah. Hanya dengan mengisi data pribadi secara lengkap, terus membayar juga secara online dalam hitungan menit kita sudah mendapat undangan ke kantor imigrasi setempat yang kita pilih sebelumnya.

Pembayaran secara online, juga sangat familiar bagi saya, karena sudah sering membayar pajak melalui MPN 2G. Sama persis, ketika mendaftar kita mendapat kode biling yang biasanya kita dapat ketika membayar pajak. Kode biling yang kita dapat, tinggal dimasukkan ke dalam kode pembayaran baik melalui ATM maupun internet banking, yang juga sudah sangat familiar bagi saya.

Proses pengambilan gambar untuk pasport di Kantor Imigrasi, cukup membuat saya agak khawatir dipersulit apalagi kantor Imigrasi masih terdengar adanya calo-calo yang berkeliaran. Kekhawatiran saya mulai muncul ketika membawa surat undangan yang saya dapat secara online, front office di kantor Imigrasi menyebut kelemahan pendaftaran online karena tidak mencetak data pribadi sebelumnya. Padahal dalam website dan undangan imigrasi tak ada suruhan dan layanan untuk mencetak data diri hasil pendaftaran.

Selanjutnya, ternyata cukup lancar dan menurut saya justru lebih cepat dibanding yang mendaftar manual. Kurang lebih hanya sekitar 1,5 jam proses wawancara dan pengambilan gambar selesai. Selanjutnya 3 hari kerja berikutnya langsung selesai. Ketika wawancara saya ditanya, tujuan pembuatan pasport. Saya bilang tujuannya untuk umroh dan wisata, namanya saya di khawatirkan hanya mengandung 2 suku kata sehingga harus menambah nama orang tua di belakang nama saya. Dan juga saya harus membuat surat keterangan dari travel.

Karena umroh nya masih belum jelas dan baru rencana juga, saya memilih untuk membuat pasport biasa saja untuk tujuan bepergian ke Singapura. Wessss, Singapur bro, … boro-boro mau ke Singapura.. hehehe. Tapi saya yakin manusia hanya bisa berencana tapi Allah SWT yang menentukan. Insya Allah

Iklan