Aplikasi Silabi, Aplikasi Paling Repot

Aplikasi Silabi
Aplikasi Silabi

Sejak tahun 2005 mengelola bejibun aplikasi besutan Kementerian Keuangan, baru kali ini ada aplikasi yang paling repot. Bugs nya ada disana-sini, tak terhitung teman-teman operator kesulitan untuk menaklukkan bugs nya. Jalan terakhir tentu hubungi CS KPPN terdekat. Kalau dulu kala, saya pernah menyebutkan Aplikasi RKAKL DIPA, aplikasi dari Kementerian Keuangan yang paling ribet, sekarang ada penggantinya yaitu Aplikasi Silabi. Lengkap, sudah paling ribet, paling repot pula.

Aplikasi para kapitalis ini (ini saya lho yang kasih predikat, lihat postingan saya sebelumnya DISINI) merupakan aplikasi semua pencatatan transaksi keuangan yang menghasilkan BA (berita acara) keuangan, Buku Kas Umum (BKU) hingga Laporan Pertangjawaban Keuangan (LPJ).

Sebenarnya nih aplikasi, sangat membantu bendahara terutama (saya bukan bendahara dan gak pegang duit, saya hanya mengerjakan kerjaannya bendahara, bingung kan ?? Hehehe) untuk pencatatan dan pertanggungjawaban keuangan. Tapi kalo setiap bulan aplikasi nih bermasalah, bukan malah membantu, tapi malah bikin repot.

Masalah-masalah yang muncul dalam aplikasi Silabi antara lain :

1. Penandatangan di BA dan LPJ muncul gak jelas, yang muncul malah KPA sebagai bendahara atau sebaliknya Bendahara sebagai KPA, atau malah Operator yang jadi KPA dan Bendahara.

2. Realisasi Hilang gak jelas, hilang entah kemana .. diledekin teman kalo hilang lapor polisi ajah, Hehehehe

3. Transaksi bendahara tidak bisa direkam karena nomor transaksi sudah ada, atau nomor transaksi nya jadi double.

4. DLL .. Cape deh, pokonya ribet dan repot.

Dibanding dengan Aplikasi besutan Kemenkeu yang lain, ini deh pokoknya yang paling ribet.

Salam ..

 

Aplikasi Silabi, Akuntansi dan Kapitalisme

Dulu, sewaktu sekolah di SMA ada mata pelajaran yang tidak terlalu saya sukai, yaitu Ekonomi. Apalagi ketika kelas dua saat penjurusan malah masuk jurusan IPS, terutama ketika belajar akuntansi dengan pembukuan debit dan kredit, saya tuh gak pernah dapat nilai tinggi. Selain harus mengakui bahwa kemampuan berhitung saya termasuk jelek .. hahaha. Jadi, munculah idiom bahwa akuntansi cuman kerjaan menghitung duit orang saja, menghitung hayalan dan seabrek pendukung ketidaksukaan saya terhadap pelajaran ini.

Ketika masuk ke perguruan tinggi, saya memilih jurusan di pendidikan sejarah. Bacaan tentang faham kapitalisme mendukung ketidaksukaan saya terhadap akuntansi, ilmu ini menurut saya tak ada sisi sosial dan humanisme nya, yang dipikirkan hanya untung dan rugi belaka. Apalagi dalam kapitalisme klasik, Keuntungan sebesar-besarnya hanya kepada pemodal. Kritik kapitalisme mengasosiasikannya dengan kesenjangan sosial dan distribusi yang tidak adil dari kekayaan dan kekuasaan; kecenderungan monopoli pasar atau oligopoli (dan pemerintah oleh oligarki), imperialisme, perang kontra-revolusioner dan berbagai bentuk eksploitasi ekonomi dan budaya; materialisme, represi pekerja dan anggota serikat buruh, alienasi sosial, kesenjangan ekonomi, pengangguran, dan ketidakstabilan ekonomi.

Kekinian, saya malah jadi pengelola kegiatan para kapitalis, 🙂 Adalah Aplikasi Silabi, Aplikasi besutan Kementerian Keuangan yang mencatat seluruh kegiatan keuangan di satuan kerja. Dalam beberapa litelatur lain, Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai “bahasa bisnis”.Ada hal yang baru dalam pikiran saya ternyata ada sisi lain dalam akuntansi dan pembukuan, sisi positif nya bahwa  Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi dimana informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas, diinterpretasikan, dan dikomunikasikan.

Prinsip inti akuntansi keuangan modern ada pada sistem pembukuan berpasangan. Sistem ini meliputi pembuatan paling tidak dua masukan untuk setiap transaksi: satu debit pada suatu akun, dan satu kredit terkait pada akun lain. Jumlah keseluruhan debit harus selalu sama dengan jumlah keseluruhan kredit. Cara ini akan memudahkan pemeriksaan jika terjadi kesalahan. Cara ini diketahui pertama kali digunakan pada abad pertengahan di Eropa, walaupun ada pula yang berpendapat bahwa cara ini sudah digunakan sejak zamanYunani kuno.

Akuntansi sebagai suatu seni yang mendasarkan pada logika matematik – sekarang dikenal sebagai “pembukuan berpasangan” (double-entry bookkeeping) – sudah dipahami di Italia sejak tahun 1495 pada saat Luca Pacioli (1445 – 1517), yang juga dikenal sebagai Friar (Romo) Luca dal Borgo, mempublikasikan bukunya tentang “pembukuan” di Venice. Buku berbahasa Inggris pertama diketahui dipublikasikan di London oleh John Gouge atau Gough pada tahun 1543.

Dari beberapa sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Kapitalisme

http://id.wikipedia.org/wiki/Akuntansi

Aplikasi Silabi
Aplikasi Silabi