Memadukan IPS dalam IPS Terpadu pada Satuan Pendidikan MTs/SMP

Tantangan bagi guru IPS pada satuan pendidikan MTs/SMP adalah memadukan 4 (empat)  mata pelajaran IPS sekaligus dalam pembelajaran. Mata Pelajaran yang dipadukan adalah Sejarah, Ekonomi, Geografi dan Sosiologi. Di sebagian kalangan guru, IPS terpadu hanya diartikan bahwa guru harus mengajar 4 mata pelajaran itu saja, dengan waktu yang berbeda atau secara berurutan. Padahal sebenarnya diartikan bahwa setiap pembelajaran materi yang disajikan harus memuat ke-empat mata pelajaran tersebut. Entah mendapat informasi dari mana, menurut seorang dosen sewaktu PLPG sertifikasi untuk tingkat SMP/MTs minimal memadukan 3 materi pelajaran IPS.

Konsep memadukan ke-empat mata pelajaran IPS dalam IPS Terpadu memerlukan wawasan yang luas dari seorang guru, memang agak susah ketika seorang guru dari disiplin ilmu tertentu seperti saya yang berlatar belakang pendidikan sejarah harus juga mengajarkan ekonomi, geografi dan sosiologi. Tak ada solusi lain selain harus belajar lagi dan banyak membaca. Termasuk saya yang harus mengajarkan mata pelajaran yang saya tidak sukai sejak dulu yaitu ekonomi.  Pelajaran penuh dengan teori ini, bercirikan pembelajaran kapitalis yang selalu memikirkan untung dan rugi. Sejak dulu ekonomi kapitalis di serang oleh kaum “kiri” dengan tokoh seperti Marx dan Hegel, sedang kaum “kanan” dipelopori oleh kalangan Islam seperti Hizbut Tahrir.

Sejak dulu guru IPS sebenarnya sangat rentan untuk diajak, diarahkan dan mungkin dipaksakan mengajar dalam mata pelajaran rumpun IPS. Saya saja pertama kali mengajar setelah diangkat jadi PNS disuruh mengajar IPS Ekonomi padahal latar belakang pendidikan IPS Sejarah. Jika tak mampu meningkatkan kompetensi sendiri, tak akan banyak transfer ilmu kepada peserta didik menjadi lebih efektif dan efisien, karena gurunya tak banyak mengetahui tentang materi yang disampaikan.

Seharusnya perlu diperbanyak pendidikan dan pelatihan silang, misalnya jika guru IPS dengan latar belakang Pendidikan Sejarah maka diikutkan dalam pelatihan mata pelajaran  Ekonomi dan juga sebaliknya.

Sayangnya sudah 2 tahun sistem ini berjalan tak pernah ada program yang demikian. Maka tidak ada usaha lain, selain menambah wawasan dengan buku. Celakanya jika guru IPS hanya berpedoman dengan buku paket saja, maka susah untuk mengembangkan pembelajaran. Itu jika gurunya sadar, tapi bagaimana jika guru mengajar dengan seadanya sekedar menyelesaikan materi di buku paket atau bahkan yang ada di LKS. Atau guru sibuk dengan pekerjaan sampingan (seperti saya nih 🙂 )

Berikut nanti kita bahas beberapa materi pembelajaran dengan memadukan beberapa materi pembelajaran IPS dalam IPS terpadu. Postingan ini pengen sekali saya buat beberapa konsep telah saya buat, sekedar untuk dibagikan kepada siapa saja yang berminat.

Semoga Bermanfaat..

Wassalam 15 Ramadhan 1431 Hijriah

Review: Perkembangan Anaknda Najwa dengan Google

Sejak anak saya Najwa Nafeeza (tuh.. gambarnya jadi banner blog ini 🙂 ) masih berupa janin dalam perut mama-nya, perkembangannya tak lepas dari informasi yang saya dapat di Google. Ketika beberapa bulan kehamilan saya browsing di Google mencari sumber informasi dengan kata kunci “makanan yang baik untuk wanita hamil”, “vitamin untuk perkembangan janin” atau “makanan/suplemen tambahan untuk ibu hamil” dan lain-lain. Dari informasi itu saya ketemu beberapa jenis suplemen dan makanan yang berguna untuk perkembangan si Najwa di dalam perut.

Menjelang kelahirannya lagi-lagi saya nyari di google dengan kata kunci “persiapan menjelang kelahiran” dan download beberapa ayat suci Al qur’an berupaMP3 yang katanya bagus untuk diperdengarkan pada janin. Maklumlah bapaknya bukan guru mengaji, tapi guru IPS 🙂. Masalah menjelang kelahiran pun timbul, si Najwa di vonis terhalangi oleh yang orang Banjar disebut dengan “tembuni”, istilah medisnya saya kurang mengerti. Oleh seorang dokter disebut bahwa najwa harus lahir dengan operasi Cesar. Namun oleh dokter lain, disebut masih dalam batas normal, namun disarankan istri saya harus sering “nungging”. Kebetulan saat bulan Ramadhan, proses nunggingnya sering dilakukan dalam shalat alias sujud.

Lanjutkan membaca “Review: Perkembangan Anaknda Najwa dengan Google”