NRG dan TPG Untuk Guru Madrasah ~Sekali Lagi~

Untuk yang kesekian kali saya membahas Nomor Registrasi Guru (NRG) dan Tunjangan Profesi Guru (TPG) untuk guru madrasah. Setahu saya, entah -mungkin saya salah- tidak ada satupun guru madrasah yang punya NRG terbitan Kementerian Pendidikan Nasional. Guru yang berhubungan dengan Kementerian Agama dan punya  NRG, hanya guru agama di sekolah umum. Yang ada hanya NRG sementara buatan Kementerian Agama. Itu faktanya.

Menafsirkan peraturan entah yang mana itu, bahwa syarat pencairan TPG   harus memiliki NRG terbitan Kemdiknas, banyak teman-teman yang curhat ke blog ini. Ada KPPN yang mau mencairkan ada juga yang tidak mau mencairkan. Selain itu, ada pula kabar bahwa ada KPA (Kepala Madrasah) yang tidak berani mencairkan sebelum NRG dari Kemdiknas Terbit.

Bagaimana ini ? Bingungkan ? Saya juga bingung ! Sayangnya, NRG sementara itu hanya terbit sekali yaitu pada tahun lalu (2010), hingga saat ini belum pernah terbit lagi. NRG sementara itu memuat NRG sementara bagi guru yang sudah disertifikasi sejak tahun 2008 hingga 2010. Bagaimana keabsahan NRG sementara itu, saya pun tak tahu pasti keabsahan dan kekuatannya sebagai syarat pencairan TPG. Di beberapa KPPN mau saja hal tersebut sebagai syarat pencairan. Bahkan pencairan TPG ditahun 2009, tidak ada sama sekali NRG dijadikan persyaratan. Lah iya lah, NRG sementaranya baru terbit tahun 2010. Hehehehehe

Lalu, bagaimana dengan Kuasa Pengguna Anggaran (Kepala Madrasah) yang tidak mau mencairkan TPG karena NRG dari Kemdinas belum terbit ? Itu adalah hak KPA untuk mencairkan atau tidak Tunjangan Profesi, (becanda nih .. dikerjain aja KPA-nya atau buat mosi tidak percaya atau dilengserkan, hahahahaha). Jika pencairan sejak tahun 2009 dianggap illegal karena NRG (sementara dan tetap) nya belum terbit, seharusnya para guru mengembalikan TPG nya ke kas negara, wah.. milyaran tuh uangnya .. :). Lalu, buat apa Tunjangan Profesi Guru dimasukkan ke dalam anggaran DIPA setiap tahun jika persyaratannya belum lengkap. Berapa milyar Kementerian Agama kehilangan daya serap anggarannya, jika tiap tahun TPG dianggarkan lalu TPG nya tidak bisa dicairkan.

Jika  KPA/Kepala Madrasahnya tetap keukeuh tidak mau mencairkan juga, buat surat pernyataan, jika dianggap illegal maka siap untuk mengembalikan nya kekas negara. Kalau hal demikian benar-benar terjadi (amit-amit cabang bayi) entar saya temani ke Bank/kantor pos terdekat mengembalikan ke kas negara, hehehe.. karena saya juga mau setor .. hahahah

Saran saya, konsultasikan hal ini dengan pihak yang berwenang dan perlu kesabaran. Insya Allah,jika memang sudah rezeki pasti tidak akan kemana. Apalagi dalam beberapa kesempatan petinggi Kementerian Agama sudah menjanjikan bahwa semua TPG yang belum dibayarkan, akan dibayarkan kemudian. Upss, lupa.. kita (bangsa) kadang punya penyakit lupa, bahkan menurut para ahli kritik penyakit lupanya sangat akut 🙂

Semoga Bermanfaat ..

Guru Kesabaran

Beberapa hari yang lalu, ada sebuah komentar diblog ini,entah dari siapa yang berisi sumpah serapah yang bersangkutan karena tunjangan profesi nya belum dibayarkan. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban diblog ini dengan terpaksa komentarnya saya hapus (hehehe.. memakai istilah orde baru nih ). Untuk siapapun anda, saya bisa mengerti kegalauan anda menunggu proses pencairannya. Setahu saya seluruh guru di Indonesia menunggu Tunjangan Profesi guru (TPG) minimal memerlukan waktu 18 bulan, sejak nama anda ditetapkan sebagai peserta sertifikasi guru.

Lebih dari itu, keterlambatan lebih disebabkan menunggu persyaratan-persyaratan lain, seperti SK penetepan penerima, ketersediaan anggaran, Nomor registrasi guru, dan tetek bengek persyaratan lain. Belum lagi jika ada kesalahan, seperti nama anda tidak ada dalam SK Penetapan, salah tulis,salah ketik dan sebagainya. Harap di maklumi karena daftar nama guru yang dibuatkan SK-nya banyak sehingga wajar saja ada kesalahan. Saya pribadi saja pernah di caci maki seorang oknum Diknas, ketika saya mempertanyakan tentang percepatan proses-nya.

Lanjutkan membaca “Guru Kesabaran”

Nomor Registrasi Guru di Lingkungan Kementerian Agama Telah Terbit

Satu lagi salah satu syarat pencairan tunjangan profesi guru telah terbit, yaitu Nomor Registrasi Guru (NRG). Sebagai seorang guru yang sudah di sertifikasi selain memiliki sertifikat juga harus memiliki Nomor Registrasi Guru. Sayangnya saya hanya melihat surat-nya, belum memiliki copy dan softcopy nya. Insya Allah jika sudah sampai ke tangan saya, nanti kita bagi rame-rame. Namun saya mohon maaf, sekali lagi hanya untuk wilayah Kalimantan Selatan. Sedang daerah lain, mudah-mudahan sampai segera ke pangkuan teman-teman guru madrasah se tanah air.

Agak susah memang mengukur niat baik orang dengan susahnya untuk berbagi. Padahal banyak sekali dalam konsep Islam tentang berbagi. Berbagi rezeki, berbagi ilmu (untuk yang ini malah sangat ekstrim “sampaikanlah walau satu ayat”), berbagi cerita, asal jangan berbagi suami/istri  saja 🙂 hehehehehe.  Seharusnya semua hal tentang berita yang baik-baik segera dibagi. Tidak seperti Video porno artis di Indonesia, sehari terbagi ke seluruh dunia mencapai 10.000 kali download, sementara mencari berita yang baik-baik susahnya masya Allah. Seperti teman-teman guru madrasah seluruh nusantara mencari  SK Tunjangan Profesi Guru di Internet, saya saja sudah obrak-abrik nggak pernah ketemu. Atau malah teman yang dekat dengan Jakarta, malah mencari ke tempat saya, ya pasti nggak akan ketemu, 🙂 Padahal apa susahnya, berbagi di internet.

Sudah ah,.. ngantuk.. so tunggu postingan selanjutnya..

Wassalam, 4 Ramadhan 1431 Hijriah