Introduction Of Rivers (Pengantar Tentang Sungai)

Sungai atau river (dalam bahasa Inggris), atau batang banyu (bhs.Banjar), krueng (bhs.Aceh), Ci (bhs.Sunda) dan kali/bengawan (bhs.Jawa), menurut Paul Herbert, P.hd dalam The Encyclopedia of Earth merupakan faktor penting pembentuk bumi (geologis), makhluk hidup (biologis), sejarah dan budaya. Meskipun jumlahnya relatif kecil hanya 0,0001% dari jumlah air di bumi pada saat-saat tertentu. Sungai pembawa air,  nutrisi bagi daratan seluruh bumi, komponen penting dalam siklus hidrologi, juga jadi saluran drainase bagi 75% permukaan tanah bumi. Sungai menyediakan habitat ribuan jenis hewan, membentuk pemandangan alam yang luar biasa, rute perjalanan untuk perdagangan, eksplorasi atau hanya untuk sekedar rekreasi.

Sungai juga meninggalkan endapan berharga, berupa pasir dan kerikil bahkan logam mulia. Daerah aliran sungai telah membentuk peradaban-peradaban besar di dunia dan kekinian sungai menyediakan tenaganya untuk kebutuhan tenaga listrik dan irigasi pertanian. Tak ada komunitas budaya di dunia yang besar tumbuh menjadi peradaban tanpa sungai. Peradaban Mesir Kuno dengan Sungai Nil, Mesopotamia dengan Sungai Eufrat dan Tigris, China dengan Sungai Kuning (Hwang-ho), India dengan Sungai Gangga. Termasuk Suku Banjar (sukunya saya neeh 🙂  ) dianggap tumbuh dan berkembang dengan Sungai Barito dan anak sungainya.

Lanjutkan membaca “Introduction Of Rivers (Pengantar Tentang Sungai)” →

Tsunami, Dalam Pembelajaran IPS

Hari Jum’at lalu, ketika mengajar seorang anak bertanya tentang proses terjadinya tsunami dan erupsi (letusan gunung berapi) padahal materi bukan tentang Gunung berapi dan gempa bumi. Saya berjanji mencarikan materi yang lebih lengkap dengan gambarnya. Alhasil, saya googling cari bahan gambar, syukur-syukur ketemu dengan animasi tentang tsunami dan erupsi gunung berapi.

Lanjutkan membaca “Tsunami, Dalam Pembelajaran IPS” →

Peningkatan Kompetensi Guru IPS Terpadu dengan Google

Pembelajaran ekonomi dan sosiologi, dua dari empat cabang ilmu pengetahuan yang diajarkan dalam mata pelajaran IPS Terpadu pada satuan pendidikan tingkat MTs/SMP. Keterbatasan pengetahuan saya tentang struktur ilmu ekonomi dan sosiologi berupa fakta, konsep, generalisasi, dan teori-nya, menjadikan mata pelajaran ini tidak mudah bagi saya untuk mengajarkannya. Sebab utama, karena latar belakang pendidikan saya sewaktu di lembaga pendidikan keguruan dan ilmu pendidikan bukan berasal dari Pendidikan Ekonomi dan Sosiologi.

Sayangnya kebijakan dalam KTSP menggabung empat mata pelajaran sekaligus (Sejarah,ekonomi, sosiologi dan Ekonomi) diajarkan oleh seorang guru dengan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda, jarang di bawa ke dalam forum untuk dibicarakan atau didiskusikan. Para guru IPS di MTs/SMP sepertinya ‘nrimo’ saja apa adanya. Coba bayangkan jika mata pelajaran Matematika digabung dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, apa jadinya. Memang, ke-empat mata pelajaran itu termasuk dalam katagori ilmu Sosial, namun secara substansi ke-empatnya sangat berbeda. Terlebih sewaktu kuliah di LPTK, nggak ada mata kuliah ke-empatnya. Jika guru bermodal buku paket dan bahkan LKS saja sebagai bahan materi pembelajaran yah.. nggak jadi masalah, bahkan guru yang bukan berlatar belakang IPS pun bisa mengajarkannya. Apalagi selama ini IPS termasuk mata pelajaran yang dianggap mudah,.. kata siapa J Untungnya kalo guru IPS sadar untuk meningkatkan kompetensi-nya, sehingga berkompeten mengajarkan ke-empatnya. Jika tidak, saya tidak tahu bagaimana jadinya pembelajaran IPS dan hasilnya.

Lanjutkan membaca “Peningkatan Kompetensi Guru IPS Terpadu dengan Google” →

Memadukan IPS Sejarah dan IPS Geografi Dalam IPS Terpadu Satua Pendidikan MTs/SMP

Dari empat mata pelajaran IPS dalam IPS Terpadu pada MTs/SMP, yang paling gampang dipadukan adalah antara IPS Sejarah dengan IPS Geografi. Yang paling bisa dipadukan antara keduanya adalah pada konsep keruangan, yaitu pada materi letak dan tempat peristiwa sejarah yang biasa menjadi materi pembelajaran IPS Sejarah.

Harap diingat bahwa memadukan ke-empat mata pelajaran IPS dalam IPS Terpadu harus tergambar jelas dalam Indikator dan Tujuan pembelajaran yang biasa dibuat guru dalam Rencana Pembelajaran. Sehingga tergambar jelas konsep memadukan mata pelajaran IPS nya.

Sebagai contoh pada materi kelas VII tentang kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha di Nusantara, memadukan dengan mata pelajaran IPS Geografi sangat mudah dan sangat mungkin. Kita bisa memasukkan indikator sebabagi berikut :

  1. Siswa dapat menunjukkan dalam peta umum letak kerajaan Kutai
  2. Siswa dapat menunjukkan dalam peta khusus letak kerajaan Kutai (jika guru punya atau membuat peta yang hanya berisi letak-letak kerajaan)
  3. Siswa dapat membuat peta dengan ukuran 1 : 100.000 wilayah kerajaan Kuta

Namun harap diingat ketika membuat indikator yang merupakan pemaduan mata pelajaran IPS lain harus lebih spesifik, seperti contoh indikator di atas pada nomor satu, materi tentang jenis peta umum harus memang ada dalam materi pembelajaran IPS Geografi. Jika ditulis “siswa dapat menunjukkan pada peta letak kerajaan Kutai” saja, maka dianggap kurang tepat (sebagian ada yg membenarkan) karena dianggap masih masuk dalam materi pelajaran IPS Sejarah.

Pertanyaannya ? Apakah IPS Sejarah dan IPS Geografi hanya bisa dipadukan dengan peta saja ? Nah, untuk yang ini masih perlu banyak kajian dan bantuan yang memang ahli dalam urusan madu-memadukan atau apa istilahnya ya.. memadu-padankan.

Pada materi IPS Terpadu Kelas VII tentang Sungai kita bisa memasukkan keseluruhan materi pelajaran IPS, dengan indikator misalnya :

  1. Siswa dapat menjelaskan pengertian sungai (Geografi)
  2. Siswa dapat menjelaskan peran sungai dalam sejarah perkembangan peradaban Mesopotamia dan Mesir (Sejarah)
  3. Siswa dapat menjelaskan sungai pembentuk budaya masyarakat Banjar dengan kebudayaan sungai. (Sosiologi)
  4. Siswa dapat menjelaskan peran penting sungai dari segi ekonomi bagi masyarakat (ekonomi)

Nah, sekali lagi .. mengajar IPS terpadu tak semudah yang dikira.. perlu banyak wawasan, mari bagi teman-teman yang punya banyak pengalaman untuk saling berbagi.. memadu-padankan IPS Terpadu.

Semoga Bermanfaat




Pembelajaran IPS dengan IT

Beberapa hari kedepan materi pembelajaran IPS kelas VII masuk dalam materi Perkembangan Hindu Budha di Indonesia, sebelumnya saya sudah janji untuk membaya layar projector dan Laptop untuk menampilkan gambar-gambar candi yang ada di Indonesia. Materi sangat cocok sekali karenana sudah masuk dalam materi Peninggalan Hindu Budha di Indonesia. Hampir setiap kali bertemu mereka menanyakan janji saya bahwa akan menampilkan gambar dengan projektor.

Kebetulan memang madrasah punya LCD Projector dan laptopnya, saya sering memakainya, walau tidak ada guru lain yang memakai selain saya. Agak susah memang menggalakkan IT dalam pembelajaran, terutama untuk para guru senior.

Ada impian saya, dimasa yg akan datang akan membuat sebuah animasi dalam pembelajaran, konon kabarnya dengan program flash atau apa lah namanya, sedang saya usahakan. Biasanya kalo blog/web walking nggak ketemu saya nyari bukunya, tapi nanti beli buku masih kalah dengan prioritas beli susu anak saya Najwa.

Langkah sederhananya, saya membuat sebuah file presentasi dengan Microsoft Power Point, dengan menampilkan gambar candi-candi di Indonesia. Ternyata google, menyediakan “segalanya” ada ribuan gambar candi-candi disediakan oleh Google. Sekalian saya minta izin, terima kasih dan memohon maaf tidak bisa menampilkan sumber gambar, karena saking banyaknya gambar yang disediakan oleh ratusan web dan blog. So,jadi tinggal download saja. Kalau mau film tinggal nyari di youtube (yang ini ntar saya buat di lain posting)

Jika mau file Power Pointnya DOWNLOAD DISINI
Jika mau RPPnya DOWNLOAD DISINI