Dari jaman kolonial sampai RSBI, pendidikan diskriminatif tak pernah henti

Belanda sang penguasa kolonial Hindia Belanda (Indonesia, sekarang) pertama kali mengenalkan pendidikan formal di Indonesia tahun 1817,dengan nama Europeesche Lagere School (ELS) atausekolah rendah Eropa. Sekolah ini diperuntukkan bagi kalangan Eropa, keturunan Asia Timur dan pribumi tokoh terkemuka. Sebagai yang berkuasa, pendidikan bagi Belanda lebih dari diskriminatif tapi tidak perlu untuk rakyat Hindia Belanda saat itu. Sebagai bagian dari politik balas jasa Belanda (politik etis), pada tahun 1907 Belanda mendirikan sekolah khusus pribumi Hollandsch Inlandsche School (HIS), entah siapa pelaku utama diskriminasinya, yang bisa masuk kesekolah ini hanya kalangan bangsawan, tokoh masyarakat dan pegawai negeri (wah, pns ngetop juga saat tempoe doeloe, heheheh). Seterusnya Pemerintah Hindia sejak tahun1930 an melaksanakan pendidikan formal terbatas dengan berbagai jenjang.

Selanjutnya pemerintahan era kemerdekaan sejak orde lama sampai orde reformasi, bermasalah dalam pemerataan pendidikaan. Entah dengan alasan kita tak kunjung jadi negara yang maju dan kuat secara ekonomi, jadi alasan pemerataan pendidikan tidak berhasil. Disparitas sarana prasarana pendidikan antar propinsi, antar kabupaten sangat mencolok. Tahun 1993,  saya bersama-sama teman kuliah berkunjung ke UGM,  sempat diledek dosen saya, ‘tuh, lihat kampus orang, laboratoriumnya aja besarnya seperti kampus kita’.

Kesininya, pemerintah malah menambah ketidakberhasilan pemerataan pendidikan dengan program-program yang diskriminatif.  Contoh terbaru adalah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Jika mau adil “RSBI kan semua Sekolah”, jika tak mampu meng-RSBI kan semua sekolah bikin bertahap. Jangan malah membiarkan sekolah maju dengan sekenanya sendiri. Beberapa sekolah berpredikat RSBI, menyatakan tidak ada diskriminasi, anda salah besar bung .. Karena diskriminasinya terbukti oleh MK maka RSBI dihapuskan.

Yang idealnya, adalah adu kuat program.  Semua sekolah membuat program semewah mungkin, ajukan ke pemerintah. jika dana pemerintah dengan APBN Rp. 1.000 Triliun untuk pendidikan tidak cukup, baru ‘rampok’ orang tua murid, tentu tidak sembarang rampok, dibicarakan terlebih dahulu berapa kekurangan program sekolah dalam setahun, berapa kurangnya. Buat pengawasan sebaik mungkin, kalau perlu satu sekolah satu auditornya.

Bukan malah, diberi dana berlimpah, sesukanya menarik duit orang tua ,,,

10 Karakteristik Sekolah Maju

Pengantar

Berikut saya posting sebuah tulisan terjemahan bahasa Inggris, dari website about.com tentang 10 karakteristik sekolah yang maju. Website ini banyak memposting tentang ide-ide baru pendidikan secara global. Saya sudah lama berlangganan newsletter dengan website ini, sehingga setiap ada artikel baru tentang education (pendidikan) secara otomatis terkirim ke email saya. Untuk membaca secara utuh keseluruhan artikel anda bisa memanfaatkan google translate, namun jika cukup fasih menggunakan bahasa Inggris anda lebih diuntungkan lagi.  Mudah-mudahan tulisan terjemahan ini menambah khazanah dan wacana  untuk meningkatkan mutu pendidikan kita.

Tulisan ini diharapkan berguna untuk para pelajar dan guru, apakah sekolah yang tepat untuk anda sebagai tempat belajar dan mengajar ? Apakah sekolah memiliki karakteristik sekolah yang efektif, dan berikut ada 10 karakteristik sebagai sekolah yang maju dan efektif.

1. Sikap Staf Kantor

Staf administrasi kantor merupakan ujung tombak pelayanan sekolah, karena hal pertama yang menyapa Anda ketika memasuki sebuah sekolah adalah staf kantor. Layanan mereka mulai dari mengelola administrasi data diri hingga penempatan kelas. Staf kantor yang professional dalam layanannya merupakan salah satu karakteristik sekolah yang maju dan efektif.

2. Sikap Kepala Sekolah

Seorang Kepala Sekolah yang efektif harus terbuka, mendorong, dan inovatif. Mereka harus berpusat pada siswa dalam keputusan mereka. Mereka juga harus memberdayakan para guru sambil memberikan dengan dukungan dan pelatihan yang dibutuhkan untuk tumbuh setiap tahun. Kepala sekolah yang tidak pernah hadir, yang memiliki layanan pelanggan yang mengerikan, atau yang tidak terbuka untuk inovasi akan sulit untuk bekerja dan mungkin akan menghasilkan banyak karyawan yang tidak puas.

Lanjutkan membaca “10 Karakteristik Sekolah Maju”

Bejibun Media Pembelajaran IPS di teachersdomain.org

Siklus Hidrologi

Lagi.. bejibun (bahasa apa ini ya.. artinya banyak) media pembelajaran berupa animasi dan video tentang pembelajaran IPS, di http://teachersdomain.org. Web ini jika ditelusuri dengan http://whois.net, didaftarkan dari kota Boston, Amerika Serikat. Dibangun oleh sebuah yayasan (foundation education) pendidikan yang bernama WGBH (entah apa kepanjangannya). Jika ingin mendownload media pembelajaran digital di web ini anda diharuskan dulu mendaftar (gratis) dan memasukkan nama sekolah anda. Saya lihat sudah banyak sekolah di Indonesia yang sudah terdaftar mulai dari SD sampai perguruan tinggi.

Media digital yang disediakan di web ini, antara lain tentang matematika, bahasa Inggris, Science dan Social studies. Juga disedikan untuk pengembangan profesi guru, berupa kursus online dan strategi pembelajaran. Pada kategori science banyak yang bisa digunakan untuk pembelajaran IPS, yang saya cari sebenarnya adalah animasi siklus hidrologi yang berhubungan dengan materi hidrosfer. Akhirnya ketemu beberapa, namun sayangnya beberapa diantaranya hanya bisa ditampilkan dalam sebuah komputer yang online. Walau sebagian ada juga berupa video.

Sedang dalam kategori Social Studies banyak yang berhubungan dengan peristiwa sejarah kontemporer dan kekinian yang terjadi di Amerika dan beberapa negara di Eropa. Sampai habis saya obrak abrik tak ada cerita tentang sejarah Indonesia. Sayangnya di Indonesia saya belum ketemu dengan web yang serupa, padahal dengar-dengar di Indonesia IT nya sudah cukup maju. Mungkin belum punya niat aja kalee.. atau mungkin saya tidak tahu xixixixix…

Yang mau lihat-lihat atau mau menerapkan di kelas, terutama pada materi Hidrosfer (tingkat MTs/SMP Kelas VII) tentang siklus hidrologi bisa lihat di http://www.teachersdomain.org/resource/ess05.sci.ess.watcyc.hydrocycle/ sedang mau melihat water cycle bisa klik di http://www.teachersdomain.org/resource/ess05.sci.ess.watcyc.watercycle/

Semoga Bermanfaat

Pendidikan, Antara Encouragement dan Punishment.

Di mailing list Ahli Keuangan Indonesia, ada sebuah email yang berisi cerita tentang bagaimana seorang ayah dari Indonesia menyekolahkan anaknya di Amerika Serikat. Ketika anaknya disuruh membuat tugas karangan dalam bahasa Inggris, sang ayah khawatir sekali dengan kemampuan verbal sang anak. Tugas sang anak diperiksa dan oleh sang ayah tugas itu diperbaiki, namun sang ayah akhirnya menyerah. Rupanya yang dikumpul oleh sang anak adalah tugas yang pertama dibuat oleh anaknya, namun setelah tugasnya dikumpulkan sang ayah sangat kaget ternyata tugas karangan sang anak dalam bahasa Inggris itu mendapat nilai E (Excellence) alias sangat bagus. Sang ayah protes, sebegitukah kualitas pendidikan di negeri Paman Sam itu ? Karangan yang dianggap jelek oleh sang ayah justru dihargai dengan nilai yang baik.

Lanjutkan membaca “Pendidikan, Antara Encouragement dan Punishment.”