Antara Guru Honor dan Tunjangan Profesi Guru

Tulisan ini terinspirasi dari Pak Akroma Nasution (kapan bikin blog, pak !) yang sering memberi komentar di blog ini. Saya mengerti betul yang dihadapi oleh pak Akroma dan teman-teman yang senasib dengan pak Akroma. Setelah lulus dari Lembaga Pendidikan Keguruan langsung menjadi guru dengan status bermacam-macam namanya seperti guru bantu, guru kontrak, guru honor, guru tidak tetap dan sebutan-sebutan lainnya. Yang pada intinya disebut dengan guru non-pns. Semasa saya dulu jadi guru honor, atau sebelum jadi PNS perhatian pemerintah tak sebesar pada saat sekarang. Pada masa dulu tak tersersit sedikitpun ada harapan guru honor di angkat langsung menjadi PNS. Jika dulu rada malas ngajar di sekolah negeri karena honornya kecil di banding dengan sekolah swasta. Sekarang justru terbalik, guru-guru gress berebut masuk ke sekolah negeri. Dengan harapan sambil nunggu masuk database jadi langsung di angkat jadi PNS, tak perlu ikut ujian test, yang kadang nggak jelas dan tidak transparan.

Lanjutkan membaca “Antara Guru Honor dan Tunjangan Profesi Guru”

Antara Aku, Kau dan Guru Honor

Guru Honor atau sebutan lain bagi guru yang bukan PNS adalah guru yang mengajar sejak selesai kuliah sampai di angkat menjadi Pegawai Negeri Sipil. Semakin lama tidak diangkat menjadi PNS semakin lama juga menjadi guru honor. Jika melewati batas umur minimal menjadi PNS, maka selamanya lah akan menjadi guru honor.

Demikian juga saya, sejak lulus kuliah di FKIP tahun 1998, saya menjadi guru honor selama 5 tahun. Selama ini  nama guru honor berubah-rubah namanya. Ada guru kontrak, guru bantu, guru bakti, guru  tetap yayasan, guru tidak tetap, dan bermacam-macam namanya.

Bagaimana dengan  kesejahteraan-nya ? Dibandingkan dengan guru yang berstatus PNS tentu sangat jauh jika di hubungkan dengan penghasilan. Saya saja selama 5 tahun menjadi guru honor, nggak pernah nyampe nol-nya 6 digit. Entah jika mengajar di sekolah swasta yang punya murid banyak dan bayarannya mahal, mungkin bisa jadi honor-nya bisa lebih dari satu juta. Saya ingat betul waktu jadi guru honor ngajar 46 jam dalam seminggu dari pagi sampai sore dapat honor Rp. 645.000,-

Berbanding sekarang, dua tahun belakang ribuan guru honor ngantri diangkat langsung menjadi PNS. Yang paling untung munkin yang berada di lingkungan Kementrian Agama, jika sudah masuk database maka otomatis jadi PNS secara bertahap.

Namun informasi terakhir, guru tidak tetap di Madrasah Negeri sebelum di buatkan SK sebagai Guru Tidak Tetap oleh Kantor Kementrian Agama Propinsi harus membuat pernyataan untuk tidak menuntut diangkat menjadi PNS.  Apakah tidak ada lagi pengangkatan guru honor menjadi PNS ? Ternyata tidak juga. Artinya pengangkatan guru honor menjadi PNS tetap ada, namun berdasarkan kesanggupan pemerintah tentang jumlahnya. Tapi tidak lagi seperti tahun 2008 dan 2009, setiap guru tidak tetap semua otomatis menjadi PNS dan tentunya berdasarkan syarat-syarat tertentu.

Semoga Bermanfaat.